Contoh Entropi
Contoh Entropi

Contoh Entropi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Diposting pada

Contoh Entropi

Entropi menggambarkan suatu kecenderungan sistem untuk berjalan dari keadaan organisasi yang mulannya lebih tinggi ke keadaan yang paling rendah di tingkat molekuler. Sehingga dalam hal ini entropi sangat berhubungan dengan kegiatan pada kehidupan sehari-hari, seperti ketika melelehkan es batu di dalam gelas atau menuangkan gula ke dalam kopi.

Entropi umumnya dapat mempengaruhi ruang yang mana substansi akan menyebar. Perubahan kimia dan fisika ini bisa terjadi pada fase padat ke fase cair dan ke gas.

Entropi

Kata entropi berasal dari bahasa Yunani yang berarti transformasi. Definisi trasnformasi pada entropi menunjukkan tentang sesuatu yang nampak berubah namun tanpa alasan. Karena anggapan ini muncul dari sistem yang hanya mampu mempertahankan organisasi pada tingkat molekuler dengan syarat energi harus ditambahkan.

Dengan alasan itulah entropi bagian dari ilmu fisika dan penerapan kimia, dan pada keduanya berhubungan dengan hukum termodinamika.

Contoh Entropi

Adapun untuk contoh peristiwa dalam pemanfaatan entropi yang bisa terlihat di kehidupan sehari-hari. Antara lain sebagai berikut;

  1. Mencairnya Es

Es yang berbentuk padat memiliki derajat ketidakteraturan yang rendah, dengan demikian nilai entropi pada es sangat kecil. Sedangkat ketika es yang berwujud padat mulai mencair, nilai entropinya akan berangsur naik karena fase cair memiliki nilai ketidakteraturan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan fase padat.

Perubahan wujud masih dapat terjadi ketika es yang sudah berubah menjadi arti air akan menguap ke udara dalam bentuk gas. Perubahan pada fase cair menjadi fase gas derajat ketidakteraturannya akan naik dan nilai entropinya lebih tinggi. sebab diantara tiga wujud benda, fase gas memiliki derajat ketidakteraturan yang paling tinggi.

  1. Pencampuran Air dengan Massa Sama, Suhu Berbeda

Entropi juga terjadi ketika kita mencampurkan air dengan jumlah massa yang sama akan tetapi suhu dari kedua jenis air berbeda. Misalnya dalam hal ini seperti air dengan suhu 20 derajat dicampur dengan air dengan suhu 40 derajat. Hasil dari campuran larutan tersebut akan menghasilkan suhu awal sekitar 30 derajat.

Pada kasus tersebut, nilai entropi akan meningkat karena terjadi perpindahan panas dari air yang memiliki suhu tinggi ke air yang suhunya lebih rendah. Hal ini menyebabkan pencampuran tersebut mengurangi entropi dari air panas, namun sebaliknya meningkatkan entropi air yang dingin sehingga meningkatkan entropi secara keseluruhan.

  1. Air yang Mendidih

Salah satu contoh konkrit dari entropi yaitu kerika air akan mendidih selama ditempatkan pada panci yang ditaruh di atas api. Kalor yang ditambahkan akan membentuk energi  kinetik yang dapat mempercepat molekul yang ada di dalam air. Apabila sumber panas dipindahkan, maka ait akan secara bertahap mendingin hingga serupa dengan suhu kamar.

Peristiwa tersebut disebabkan oleh entropi, sebab molekul air memiliki kecenderungan menggunakan akumulasi energipotensial, dan melepaskan panas. Hal ini terjadi sebagai akibat dari pelepasan panas energi potensial berubah menjadi lebih rendah.

Asas Kenaikan Entropi

Selain ada peristiwa entropi diatas. Setidaknya penting diketahui bahwa terdapat asas kenaikan entropi atau hukum keseimbangan. Yang menyatakan bahwa ‘panas tidak dapat mengalir dari material yang dingin menuju ke material yang lebih panas secara spontan’. Entropi merupakan tingkat ketidakteraturan atau keacakan energi. Apabila suatu ujung material panas, dan ujung lainnya dingin, maka dikatakan tidak acak, sebab disana terdapat konsentrasi energi.

Disaat kondisi tersebut entropi berada pada tingkat yang rendah. Namun setelah material menjadi lebih hangat, maka entropinya akan naik. Pada entropi ireversibel atau tidak dapat balik, dapat diketahui bahwa entropi dunia akan selalu dalam kondisi naik. Sehingga entropi ireversibel sudah dapat dianalisa.

Kesimpulan dari pernyataan tersebut dikenal sebagai asas kenaikan entropi yang dianggap menjadi bagian dari hukum kedua termodinamika. Asas ini dapat dituliskan menjadi “Entropi dunia selalu naik pada proses berlangsungnya entropi ireversibel”.

Apabila seluruh sistem yang berinteraksi di dalam proses lingkungan berdiri dengan bidang adiabatik yang tegar. Maka akan dibentuk sistem yang terisolasi dengan sempurna dan membentuk dunianya sendiri. oleh karena itu entropi dari suatu sistem yang sudah terisolasi dengan sempurna akan selalu naik pada proses ireversibel yang berlangsung pada sistem tersebut.

Demikianlah artikel yang kami uraikan pada segenap pembaca berkenaan dengan contoh peristiwa entropi yang ada di dalam kehidupan sehari-hari. Semoga memberi edukasi bagi kalian semuanya yang sedang membutuhkan referensi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *