Macam Senyawa Organik
Macam Senyawa Organik

Macam Senyawa Organik dan Contohnya

Diposting pada

Macam Senyawa Organik

Bidang penerapan kimia tediri dari bebagai macam fokus bahasan, salah satunya adalah kimia organik. Cabang ini membahas banyak senyawa organik termasuk yang biasa digunakan pada kehidupan sehari-hari. Adanya senyawa organik di sekitar kita sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia, karena tanpa disadari banyak berbagai jenis senyawa yang terkandung dalam bahan yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain senyawa organik yang berasal dari alam, ada juga senyawa anorganik yang juga dipelajari dalam ilmu kimia. Namun asal dan karakteristik dari keduanya tentu saja berbeda.

Senyawa Organik

Senyawa dalam kimia adalah suatu istilah bagi dua atau lebih unsur-unsur yang saling berikatan, sehingga kumpulannya menimbulkan zat yang sangat berbeda dan baru. Menurut jenis atomnya pada pembentuk senyawa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu senyawa organik dan senyawa anorganik.

Macam Senyawa Organik

Adapun jenis senyawa organik, antara lain sebagai berikut;

  1. Senyawa Alifatik

Senyawa alifatik merupakan senyawa organik yang hanya mengandung hidrogen dan karbon saja. Walaupun begitu, ikatan antara dua karbon dapat sangat beragan dan bervariasi sebagai satu, dua, dan tiga. Senyawa alifatik bisa menjadi sangat besar seperti heksana dengan rantai enam karbon, heptana dengan rantai delapan karbon, oktana, dan lain sebagainya.

Contoh senyawa dari golongan alifatik yaitu etena, etana, dan asetilen, ketiganya digunakan secara luas dalam kehidupan. Etena berguna dalam pembuatan tas dari bahan plastik dengan penutup polyethylene, dan gas asetilen dimanfaatkan dalam pengelasan gas yang berguna menyatukan bagian-bagian dari ikatan logam.

  1. Senyawa Alisiklik

Senyawa alisiklik memiliki karakteristik yang hampir mirip dengan senyawa alifatik, namun senyawa alisiklik membentuk bagaian cicin pada strukturnya. Cincin ini terbentuk olh ikatan tunggal yang berada pada dua atom katbon. Cincin tersebut diberi nama berbeda sesuai ikatannya, yaitu siklopentana untuk lima cinicn karbon, sikloheksana untuk enam cincin karbon, dan seterusnya.

Selain senyawa alifatik dan alisiklik jenis senyawa organik lainnya sudah lebih kompleks. Masing-masing terdiri dari gugus fungsional hidrogen, karbon, dan oksigen. Contohnya dijelaskan pada uraian di bawah ini.

  1. Eter

Eter adalah jenis senyawa organik dengan ciri khas memiliki bau yang banyak. Eter terdiri dari atom oksigen yang terhubung dengan dua atom karbon. Dalam bidang kedokteran salah satu jenis eter, yaitu dietil eter biasa digunakan sebagai anestesi.

  1. Aldehida

Aldehida adalah senyawa organik yang memiliki gugus fungsi OH, gugus ini berkaitan dnegna atom karbon didalam rantainya. Jenis-jenis aldehida diantaranya asetaldehida dan formaldehida. Senyawa formaldehida berguna dalam menyimpan spesimen biologi, selain itu baik formaldehida dan asetaldehida juga ditemukan pada monomer karbohidrat.

  1. Keton

Keton merupakan senyawa organik yang mengandung oksigen betikatan dengan atom karbon dalam ikatan rangkap, yaitu C = O dalam suatu molekul. Beberapa jenis yang termasuk dalam keton antara lain glukosa, fruktosa, aseton, dan sukrosa.

Dalam kehidupan sehari-hari, aseton digunakan sebagai pelarut, sementara glukosa, fruktosa dan gula lainnya merupakan sumber makanan bagi makhluk hidup dalam bentuk karbohidrat.

  1. Amina

Amina adalah senyawa yang menjadi sifat dasar dan memiliki bagian yang bernama amonia. Jenis amina yang berguna dalam kehidupan sehari-hari yaitu kodein untuk meredakan dan mengobati batuk. Selain itu, senyawa organik ini terkenal kegunaannya sebagai pewarna yang mampu memberikan warna obat, indikator pada proses titrasi, dan keperluan lainnya.

  1. Alkohol

Alkohol merupakan molekul dengan gugus -OH yang berkaitan dengan atom karbon secara langsung. Alkohol itu sendiri terdiri dari beberapa jenis yang dilihat berdasarkan ukuran molekulnya. Umumnya alkohol digunaakn sebagai pelarut karena memiliki polaritas yang tinggi. namun tidak seluruh jenis alkohol dapat digunakan karena sifat volatilitasnya.

Jenis etil alkohol, metil alkohol, dan alkohol propana sering digunakan dengan memanfaatkan volatilitas dan sifat kelarutannya. Umumnya jenis etanol secara luas digunakan sebagai minuman beralkohol dan bahan utama penyusun desinfektan untuk membubuh mikroba serta bakteri.

  1. Asam Organik

Asam organik terdiri dari tida macam yaitu asam sitrat, asam perkhlorat, dan asam tartarat. Asam organik berbeda dengan asam anorganik yang memiliki fase cair, karena fase pada jenis senyawa organik ini adalah padat. Selain itu, keasaman pada asam organik tidak sekuat asam anorganik.

  1. Ester

Ester adalah jenis molekul pembentuk minyak dan lemak, contoh dari minya diantaranya arachis, minyak mustard, dan minyak wijen.

Baik minyak maupun lemak memiliki struktur yang panjang namun rentan terhadap oksidasi ketika dalam keadaan terbuka dalam rentang waktu yang cukup lama. Dalam keseharian, minyak biasanya digunakan untuk menggoreng makanan, untuk pijat, dan keperluan lainnya.

  1. Asam Amino

Asam amino merupakan senyawa organik yang terdiri dari gugus amina dan gugus karboksilat. Di dalam tubuh manusia terdapat banyak asam amino. Perannya sangat dibutuhkan oleh tubuh karena dapat membantu memelihara keseimbangan tubuh dengan membentuk protein.

  1. Asam Lemak

Asam lemak adalah salah satu jenis senyawa organik yang akan dilepaskan ketika molekul ester terurai. Asam lemak memiliki gugus fungsi berupa -COOH dalam suatu molekulnya. Jenis asam lemah terdiri dari berbagai macam, beberapa diantaranya yaitu asam laurat dan asam arakidonat.

Fungsi dari asam lemak banyak dimanfaatkan oleh manusia, sebab asam lemak menjadi bahan pada pembuatan sabun yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Senyawa Aromatik

Senyawa aromatik adalah senyawa yang memiliki aroma. Senyawa organik ini bersifat siklik namun tidak jenuh. Umumnya senyawa ini digunakan pada laboratorium dan bidang lainnya, sebagai contoh jenis benzena yang digunakan sebagai pelarut.

  1. Struktur Steroid

Senyawa dengan struktur steroid memiliki struktur yang cukup rumis. Struktur ini membentuk kolesterol dan banyak lagi struktur lainnya. Steroid adalah senyawa organik yang berasal dari lemak dan juga lipid.

Kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari sangat dekat dengan kita karena merupakan salah satu penyusun tubuh, lemak dan lipid digunakan untuk menguatkan tubuh, menahan suhu dingin,  dan beberapa lainnya dimanfaatkan sebagai obat-obatan misalnya betemetason.

  1. Amida

Amida merupakan senyawa yang terbentuk karena adanya reaksi antara asam dan amina. Senyawa ini selanjutnya membentuk zat-zat yang menjadi kebutuhan sehari-hari, yaitu protein pada tubuh, sutra, bahkan obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit contohnya parasetamol.

Contoh Penggunaan Senyawa Organik

Senyawa organik banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa kita sadari beberapa bahan yang sering digunakan tersusun dari senyawa organik, misalnya saja;

  1. LPG

Pada gas alam LPG yang digunakan untuk memasak, pada pengelasan di industri, obat bius dalam bidang kedokteran, bahan makanan seperti cuka, minyak kelapa, gula pasir, dan masih banya yang lainnya. Pada dasarnya adalah penerapan penggunaan senyawa organik.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa setiap kegunaan dari senyawa organik memiliki perbedaan berdasarkan jenisnya.

Yang pasti, senyawa organik adalah senyawa yang mengandung atom hidrogen dan karbon namun berada pada komposisi dan korelasi dengan unsur lainnya. Senyawa organik umumnya berikatan dengan ikatan kovalen, yaitu ikatan yang hanya terjadi pada atom-atom non logam.

Senyawa ini tergabung dari beberapa unsur yang sangat kompleks, biasanya tersusun dari dua sampai lima unsur pada satu senyawa. Setidaknya dalam senyawa organik terdapat 10 juta jenis senyawa, beberapa diantaranya akan dijelaskan lebih lanjut. Senyawa organik berperan dalam membangkitkan kehidupan, dan senyawa ini juga terkenal sebagai zat ekskresi pada makhluk hidup.

Senyawa organik memiliki fase dan sifat yang berbeda sesuai dengan tipenya. Beberapa diantaranya dapat ditemukan sebagai biomolekul dalam tubuh makhluk hidup, dan beberapa lainnya tersebar di alam. Terdapat empat fase berbeda pada senyawa organik, antara lain padatan, cairan, gas, dan zat volatil.

Dari beberapa perbedaan fasenya, cara terbaik untuk mengenal lebih mengenai senyawa organik dengan mengetahui konsep gugus fungsional. Gugus ini merupakan struktur kunci yang ada pada suatu molekul dan digunakan untuk menentukan sifat kimia dari seluruh senyawa. Gugus fungsional juga berpengaruh terhadap sifat fisik suatu senyawa, misalnya keadaan, bau, dan reaktivitas. Sehingga menggunakan gugus fungsional, kita dapat mengetahui senyawa organik yang jenisnya berbeda.

Demikinlah artikel yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca berkenaan dengan jenis senyawa organik dan contoh penggunannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga memberi wawasan untuk kalian yang pada saat ini sedang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *