Pengertian Ikatan Kovalen, Jenis, Proses Pembentukan, dan Contohnya

Diposting pada

Ikatan kovalen merupakan salah satu jenis ikatan yang dapat terjadi antara dua atom yang saling berinteraksi dalam membentuk suatu molekul. Dalam definisi ikatan kimia telah dipelajari bahwa terdapat beberapa jenis ikatan yang dapat menghubungkan dua atom diantaranya adalah ikatan ionik, ikatan logam, ikatan hidrogen, dan ikatan kovalen.

Ikatan Kovalen

Dalam kimia, ikatan kovalen menjadi salah satu ikatan yang kuat dan menyusun banyak senyawa kimia karena sebagian besar senyawa dan molekul yang ada dibentuk melalui ikatan kovalen. Adanya ikatan kovalen dapat membuat stabilisasi pada atom sehingga mencapai tingkat energi yang lebih rendah.

Pengertian Ikatan Kovalen

Ikatan kovalen adalah interaksi kimia antara dua atom yang melibatkan penggunaan pasangan elektron diantara kedua atom tersebut. Secara mudahnya, ikatan kovalen dapat terbentuk ketika ada dua elektron digunakan secara bersama oleh dua atom yang saling berikatan. Ikatan kovalen dapat terbentuk antara dua atom non logam. Istilah ikatan kovalen pertama kali diperkenalkan oleh Irving Langmuir pada tahun 1919 dalam menggambarkan jumlah pasangan elektron yang dimiliki oleh atom.

Dalam ikatan kovalen, pasangan elektron memiliki peran penting karena elektron ini digunakan secara bersama oleh kedua atom. Pembagian pasangan elektron pada setiap atom ini pada umumnya terjadi pada orbital terluar sehingga akan memiliki struktur yang lebih stabil dengan adanya interaksi tersebut.

Jika dibandingkan dengan ikatan ionik yang melepaskan satu atau lebih elektron dari satu atom ke atom lain untuk membentuk ion bermuatan, dalam ikatan kovalen tidak terjadi hal demikian melainkan elektron dibagi secara merata antara dua atom yang berikatan dan digunakan secara bersama sehingga akan terbentuk suatu ikatan kovalen.

Ikatan tersebut dapat terbentuk karena kedua atom memiliki kecenderungan yang sama untuk menarik elektron yang digunakan bersama tersebut ke arahnya sendiri sehingga terjadi gaya tarik menarik yang tinggi. Pada ikatan ionik, tarik menarik terjadi karena adanya perbedaan muatan ion positif dan negatif.

Sebagai contoh pada molekul gas H2 yang memiliki dua elektron didalamnya, masing-masing atom hidrogen menarik elektron tersebut ke arahnya sehingga akan terjadi kekuatan ikatan yang tinggi.

Senyawa dengan ikatan kovalen juga memiliki sifat fisik serta kimia yang berbeda dari senyawa dengan ikatan ionik. Hal itu terjadi karena tarikan antar molekul yang bersifat netral cenderung lebih lemah daripada tarikan antar ion yang bermuatan listrik, maka dari itu pada umumnya senyawa dengan ikatan kovalen memiliki titik didih dan titik leleh yang lebih rendah daripada ikatan ionik karena energi yang dibutuhkan untuk memecah ikatan tersebut tidak terlalu tinggi.

Selain itu, senyawa ionik memiliki sifat konduktor listrik yang baik jika dilarutkan dalam air. Sedangkan untuk senyawa kovalen, karena senyawa tersebut netral maka membuatnya menjadi konduktor listrik yang buruk atau dapat disebut isolator.

Macam Ikatan Kovalen

Adapun untuk jenis-jenis ikatan kovalen antara lain sebagai berikut;

Berdasarkan Kepolarannya

Antara lain sebagai berikut;

Ikatan kovalen non polar

Ketika dua atom memberikan masing masing elektronnya untuk digunakan secara bersama membentuk suatu overlapping atau tumpang tindih dalam ikatan kovalen. Ikatan kovalen non polar merupakan salah satu jenis ikatan kovalen dimana antara kedua atom yang saling berikatan memiliki daya tarik yang sama terhadap elektron tersebut.

Ikatan ini terjadi pada dua atom yang memiliki bilangan elektronegativitas yang sama atau berdekatan sehingga tidak ada kecenderungan elektron untuk berada di satu sisi atom, melainkan posisi elektron di tengah ikatan. Contoh molekul dengan ikatan kovalen non polar yaitu O2, N2, H2, dan lain sebagainya.

Ikatan kovalen polar

Berbeda dengan ikatan kovalen non polar, dalam ikatan kovalen polar kedua atom yang saling berikatan memiliki daya tarik yang berbeda terhadap elektronnya. Salah satu atom memiliki afinitas atau tarikan yang sangat kuat terhadap elektron sehingga membuat elektron tersebut cenderung tertarik ke arah salah satu atom tersebut dan membuat atom lain menjadi kekurangan atau defisien elektron.

Adanya peristiwa tersebut akan menyebabkan terjadinya polarisasi pada muatan parsial masing masing atom tersebut. Atom yang bersifat menarik elektron dengan kuat akan memiliki muatan parsial negatif sedangkan atom yang tarikannya lebih lemah akan kekurangan elektron dan memiliki muatan parsial positif.

Ikatan kovalen polar terjadi antara atom yang memiliki nilai elektronegativitas tinggi (mudah menarik elektron) dengan atom yang memiliki nilai elektronegativitas rendah sehingga selisih elektronegativitas antara kedua atom ini besar. Contoh ikatan kovalen polar adalah H2O, HCl, HF, dan lain lain.

Berdasarkan jumlah elektronnya

Dilihat dalan jumlah elektronnya terbagi atas;

Ikatan kovalen tunggal

Ketika suatu atom memberikan satu elektronnya untuk berikatan dengan atom lain yang juga memberikan satu elektronnya saja maka ikatan ini dinamakan ikatan kovalen tunggal. Ikatan ini dapat terbentuk melalui tumpang tindih dari dua orbital kedua atom yang saling berikatan dimana didalamnya terdapat dua buah elektron dari kedua atom.

Ikatan yang terbentuk merupakan ikatan sigma dimana tumpang tindihnya sempurna sehingga menghasilkan kekuatan ikatan yang tinggi. Contoh ikatan kovalen tunggal yaitu terjadi pada H-Cl, CH4, dan lain lain.

Ikatan kovalen rangkap dua

Dalam ikatan kovalen rangkap dua, terdapat dua pasang elektron yang digunakan untuk berikatan sehingga akan membentuk dua ikatan. Satu ikatan yang terbentuk merupakan ikatan sigma seperti pada ikatan kovalen tunggal.

Sedangkan ikatan lain yang terbentuk merupakan ikatan phi dimana kedua elektron dalam orbitalnya mengalami tumpang tindih yang tidak sempurna sehingga ikatan yang terbentuk tidak sekuat ikatan phi. Namun secara keseluruhan ikatan kovalen rangkap dua lebih kuat dibandingkan ikatan kovalen tunggal karena terdiri dari dua ikatan. Contoh ikatan kovalen rangkap dua yaitu CH2=CH2, COdan lain sebagainya.

Ikatan kovalen rangkap tiga

Ketika terdapat tiga pasangan elektron yang digunakan secara bersama maka seperti pada ikatan kovalen rangkap dua, akan terbentuk satu lagi ikatan phi yang menyebabkan ikatan ini terdiri dari 3 jenis ikatan yaitu 2 phi dan 1 sigma. Secara keseluruhan ikatan ini yang paling kuat diantara ikatan lainnya.

Contoh senyawa dengan ikatan kovalen rangkap tiga yaitu C2H2, HCN, dan lain lain.

Ikatan kovalen koordinasi

Jenis lain dari ikatan kovalen adalah ikatan kovalen koordinasi. Pada dasarnya ikatan kovalen koordinasi sama seperti pada ikatan kovalen yang lain yaitu melibatkan penggunaan bersama pasangan elektron.

Namun, pada ikatan kovalen koordinasi ini pasangan elektron yang digunakan bersama berasal dari salah satu atom. Secara mudah, satu atom yang memiliki pasangan elektron bebas memberikannya terhadap atom lain yang tidak memiliki elektron untuk digunakan secara bersama. Beberapa ikatan kovalen koordinasi dapat menghasilkan senyawa atau molekul yang bermuatan.

Contohnya yaitu pada NH4+ dimana pada mulanya senyawa NH3 dengan atom N yang memiliki satu pasang elektron bebas akan memberikannya pada ion H+ sehingga akan membentuk senyawa NH4 yang bermuatan positif (NH4+).

Contoh lain dari senyawa yang melibatkan ikatan kovalen koordinasi adalah HNO3 dan SO3 dimana pada molekul tersebut terbentuk dengan adanya penggunaan bersama pasangan elektron dari salah satu atom namun tidak membentuk senyawa akhir yang bermuatan.

Proses Pembentukan Ikatan Kovalen

Atom non logam dapat membentuk ikatan kovalen dengan atom non logam yang lain. Sebagai contoh yaitu pada molekul gas hidrogen (H2) yang memiliki ikatan kovalen dengan dua atom hidrogen sebagai penyusunnya. Sebelum ikatan terbentuk, terdapat dua atom hidrogen terpisah dengan jarak kedua atom yang besar serta energi yang tinggi.

Ketika dua atom ini saling bertumbukan, orbital terluarnya (orbital valensi) yaitu orbital 1s akan mengalami overlap atau tumpang tindih dengan orbital 1s atom hidrogen yang lain. Hidrogen yang hanya memiliki satu buah elektron akan berinteraksi dengan satu elektron atom hidrogen yang lain dan menempati orbital tumpang tindih yang telah terbentuk.

Tarikan yang kuat dari kedua atom hidrogen terhadap dua elektron yang menempati satu orbital ini akan menstabilkan sistem dan menurunkan energi potensial ikatan. Dalam hal ini, telah terbentuk ikatan kovalen antara dua atom hidrogen membentuk H2 dimana terjadinya ikatan kovalen ini menyebabkan energi yang lebih rendah atau dengan kata lain stabilitasnya yang tinggi.

Maka dari itu, atom hidrogen cenderung membentuk molekul H2 untuk mencapai tingkat energi yang lebih rendah atau mencapai kestabilannya.

Demikianlah serangkaian materi yang telah kami selesaikan secara lengkap terkait dengan pengertian ikatan kovalen, macam, proses pembentukan, dan contohnya dalam ilmu kimia. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan referensi bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Gambar Gravatar
Aji Pangestu Adalah Mahasiswa Jurusan Kimia Yang saat ini Sedang Belajar serta Menyelesaikan Studi Pendidikan di salah Satu Kampus Negari Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *