Simbol Bahan Kimia dan Artinya

Kimia Aji Pangestu

Simbol bahan kimia merupakan identitas dari makna bahan kimia yang menunjukkan sifat atau properti dari bahan kimia tersebut. Mengetahui arti dari simbol bahan kimia sangat penting untuk keamanan dan keselamatan pengguna laboratorium karena setiap bahan kimia memiliki sifat tersendiri dan memerlukan perlakuan khusus untuk menggunakannya.

Dengan mengetahui sifat dan karaktersitik dari satu bahan kimia melalui simbolnya, kita dapat berhati-hati dalam penggunaan bahan tersebut. Seperti contohnya ketika menggunakan asam sulfat pekat yang berbahaya jika terkena kulit sehingga membutuhkan perlakuan tertentu dalam menggunakannya.

Simbol Bahan Kimia

Pada dasarnya, setiap bahan kimia memiliki sifat tersendiri dan berbeda untuk setiap bahan. Oleh karena itu setiap bahan kimia pasti dilengkapi dengan simbol menunjukkan sifat dan bahaya dari bahan kimia tersebut terhadap manusia maupun terhadap lingkungan. Dengan mengetahui bahaya dari bahan kimia tersebut, maka kita akan lebih waspada dalam menggunakannya.

Selain itu ketika kita terpapar bahan berbahaya, kita juga sudah dapat melakukan pertolongan pertama dengan tepat jika sudah mengetahui bahaya apa yang ditimbulkan oleh bahan kimia tersebut.

Jenis Simbol Bahan Kimia

Terdapat banyak simbol bahan kimia yang ada, berikut ini adalah 20 simbol bahan kimia serta contoh dan artinya dalam proses kimiawi yang ditemukan. Antara lain;

Toxic (Beracun)

Simbol toxic atau beracun menunjukkan bahwa bahan tersebut merupakan bahan yang sifatnya akan menyebabkan sakit bahkan kematian akibat racun jika bahan tersebut terhirup atau tertelan. Bahan kimia dengan simbol ini sebaiknya hindari untuk dihirup dan ditelan atau bahkan juga hindari terjadinya paparan pada kulit. Contoh bahan kimia beracun yaitu metanol.

Irritant (Iritasi)

Sesuai namanya, simbol irritant ini merupakan bahan kimia yang dapat menyebabkan iritasi ketika terjadinya paparan pada tubuh.

Efek yang ditimbulkan yaitu seperti gatal bahkan hingga luka bakar kecil pada kulit. Tindakan pencegahan yang harus dilakukan adalah dengan mencegah terjadinya kontak kulit dengan bahan ini. Contoh bahan kimia irritant yaitu natrium hidroksida.

Oxidizing (Pengoksidasi)

Simbol selanjutnya yaitu simbol oxidizing dimana bahan kimia dengan label ini dapat bersifat sebagai oksidator atau pengoksidasi dengan kata lain bahan ini mudah terbakar pada kenaikan suhu ketika terjadi kontak dengan bahan yang mudah terreduksi.

Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya kebakaran, biasanya bahan semacam ini disimpan dalam wadah tertutup dan terhindar dari suhu tinggi. Contoh bahan kimia pengoksidasi yaitu hidrogen peroksida.

Flammable (Mudah Terbakar)

Simbol flammable hampir sama artinya dengan simbol oxidizing, bahan kimia dengan simbol flammable memiliki titik nyala api yang sangat rendah sehingga sangat mudah terbakar pada suhu panas ataupun dengan sumber api yang sangat kecil.

Sama seperti pada zat pengoksidasi, bahan kimia yang mudah terbakar sebaiknya disimpan jauh dari panas dan sumber yang dapat menghasilkan api. Contoh bahan kimia flammable yaitu aseton.

Highly Flammable (Sangat Mudah Terbakar)

Sesuai namaanya, bahan highly flammable merupakan bahan kimia yang sangat mudah terbakar dengan tingkat lebih tinggi dari bahan flammable. Titik nyala bahan ini sangat rendah bahkan dibawah 21. Oleh karena itu sebaiknya bahan highly flammable dijauhkan dari sumber panas tertentu. Contoh bahan ini yaitu logam natrium.

Extremely Flammable (Sangat Mudah Terbakar)

Simbol extremely flammable ditujukan untuk bahan dengan tingkat kemudahan terbakar paling tinggi. Bahkan hanya mengalami kontak dengan udara pun bahan ini bisa terbakar. Simpan bahan ini pada tempat tertutup yang terhindar dari udara dan panas. Contoh bahan kiia extremely flammable yaitu dietileter.

Explosive (Mudah Meledak)

Bahan kimia dengan simbol explosive merupakan bahan kimia yang mudah meledak ketika terdapat panas atau sumber api kecil, bahkan gesekan juga dapat menyebabkan bahan ini meledak. Contoh bahan kimia yang mudah meledak yaitu trinitro toluena (TNT).

Environmental Hazard (Bahaya untuk Lingkungan)

Bahan kimia dapat berbahaya bagi lingkungan dimana bahan tersebut dapat menyebabkan kematian suatu makhluk hidup. Bahan dengan simbol kimia ini sebaiknya tidak dibuang pada limbah yang mengarah ke lingkungan dan membahayakan makhluk hidup lain. Contoh bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan yaitu petroleum eter.

Harmfull Irritant (Bahaya Iritasi)

Simbol bahan kimia ini sama dengan simbol irritant dimana bahan kimia dapat menyebabkan iritasi, gatal dan luka bakar ketika terjadinya paparan pada kulit. Contoh bahan kimia ini yaitu fenol.

Corrosive (Korosif)

Bahan kimia dengan simbol korosif berarti dapat merusak jaringan pada makhluk hidup, iritasi, , memar, bahkan hingga kulit mengelupas. Bahan korosif ini sangat berbahaya jika terkena kontak dengan kulit. Contoh bahan kimia korosif yaitu asam sulfat pekat.

Flammable Solid (Padatan Mudah Terbakar)

Bahan dengan simbol ini termasuk bahan yang mudah terbakar namun lebih spesifik pada bahan dengan bentuk padatan atau solid. Hindarkan bahan kimia padat yang mudah terbakar dari suhu tinggi dan sumber api, bahkan bahan ini juga dapat bereaksi dengan air yang menimbulkan panas. Contoh bahan flammable solid yaitu magnesium.

Flammable Liquid (Cairan Mudah Terbakar)

Bahan ini hampir sama dengan simbol sebelumnya, namun bentuk bahan kimia ini yaitu berbentuk cairan yang mudah terbakar. Cairan ini sebaiknya dihindarkan dari bahan atau benda yang menimbulkan panas dan api. Contoh flammable liquid yaitu benzena.

Flammable Gas (Gas Mudah Terbakar)

Sama seperti kedua simbol sebelumnya, flammable gas merupakan bahan kimia yang mudah terbakar namun dalam bentuk gas. Bahan kimia ini sebaiknya dijauhkan dari sumber panas dan api. Contoh bahan flammable gas yaitu gas asetilena dan gas hidrogen.

Poison (Racun)

Simbol bahan kimia poison merupakan simbol yang menandakan bahwa di dalam tempat tersebut terdapat bahan kimia beracun. Dalam menggunakan bahan ini sebaiknya berhati hati dan menggunakan masker. Contoh bahan kimia poison yaitu karbon tetraklorida.

Inhalation Hazard (Bahaya Terhirup)

Bahan kimia dengan simbol inhalation hazard merupakan bahan yang dapat mengganggu sistem pernapasan pada manusia jika terhirup atau mengalami inhalasi. Oleh karena itu sebaiknya dalam menggunakan bahan ini jangan sampai terhirup dan gunakan masker sebagai pengaman.

Radioactive (Radioaktif)

Simbol radioaktif menunjukkan bahwa bahan kimia dengan simbol tersebut memiliki kandungan material radioaktif. Bahan radioaktif dapat menyebabkan pancaran radiasi secara spontan sehingga dapat menyebabkan radiasi bagi orang yang berada di dekatnya. Contoh bahan kimia radioaktif yaitu uranium.

Harmfull (Berbahaya)

Simbol harmfull pada bahan kimia menunjukkan bahwa bahan kimia tersebut bersifat berbahaya dan dapat mengganggu kesehatan ketika terjadi paparan dengan manusia baik secara kontak, tertelan ataupun inhalasi. Dalam penggunaan bahan ini sebaiknya berhati hati, gunakan masker, sarung tangan pelindung dan kacamata googles sebagai proteksi. Contoh bahan kimia harmfull yaitu diklorometana.

Dangerous When Wet (Berbahaya Ketika Basah)

Material dengan simbol dangerous when wet merupakan bahan kimia yang bersifat reaktif dengan adanya air. Definisi reaksi kimia yang ditimbulkan dapat berupa terbakar, meledak, dan lain sebagainya. Oleh karena itu jauhkan bahan kimia ini dari air, tempat yang lembab dan simpan dalam tempat kering. Contoh bahan kimia ini yaitu kalsium karbida.

Non Flammable Gas (Gas Tidak Mudah Terbakar)

Simbol kimia seperti ini pada umumnya berwarna hijau yang menunjukkan jika bahan kimia tersebut tidak berbahaya dimana bahan ini berupa gas yang tidak mudah terbakar. Contoh bahan kimia non flammable gas yaitu oksigen dan helium.

Simbol Material Safety Data Sheet (MSDS)

MSDS merupakan simbol yang menunjukkan tingkat bahaya suatu makna perubahan kimia yang dilengkapi dengan skala bahayanya dimana semakin tinggi nilainya maka tingkat bahaya yang ditimbulkan semakin tinggi.

Pada MSDS terbagi menjadi 4 warna yaitu pada warna biru menunjukkan pengaruhnya bagi bahaya kesehatan, warna merah menunjukkan bahaya terbakar, warna kuning menunjukkan bahaya reaktivitasnya, dan warna putih merupakan keterangan lainnya dengan simbol tertentu. Simbol MSDS ini terdapat dalam semua bahan kimia dengan nilai tertentu yang berbeda untuk setiap bahan.

Dengan mengetahui simbol bahan kimia dan maknanya, maka kita dapat mencegah terjadinya kecelakaan dalam laboratorium. Selain itu, jika terjadi kecelakaan maka kita sudah siap dengan tindakan pertolongan pertama yang harus dilakukan. Demikian artikel tentang beragam jenis simbol bahan kimia dan arti serta contohnya dalam kehidupan, semoga bermanfaat.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply

Most popular articles related to Simbol Bahan Kimia dan Artinya
Shares