Pengertian Perubahan Kimia

Pengertian Perubahan Kimia, Ciri, Jenis, dan Contohnya

Diposting pada
5/5 - (1 vote)

Pengertian Perubahan Kimia

Perubahan kimia adalah salah satu jenis fenomena yang terjadi pada materi dan dapat dikaji secara sains. Penerapan ilmu kimia sendiri menjadi salah satu bidang studi yang mempelajari perubahan kimia secara detail baik dari bagaimana hal itu bisa terjadi, prosesnya, faktor apa saja yang mempengaruhi dan pengaruh dari perubahan itu sendiri.

Akan tetapi yang pasti, perubahan kimia memiliki peranan penting karena pada dasarnya semua materi pasti mengalami perubahan. Baik secara kimia ataupun secara fisiknya.

Perubahan Kimia

Setidaknya terdapat dua jenis perubahan. Yaitu perubahan dalam kimia dan perubahan fisik. Perubahan fisik adalah prosesi perubahan yang tidak mengubah zat tersebut dari segi struktur dan penyusunnya, sedangkan perubahan kimia dapat terjadi perubahan struktur penyusun zat yang berubah dan pada perubahan kimia umumnya diikuti dengan karakteristik reaksi kimia.

Adapun untuk perubahan kimia dan fisik ini sangat sering terjadi di sekitar kita bahkan tanpa kita sadari. Perubahan fisik dapat dikembalikan sedangkan perubahan kimia tidak dapat dikembalikan dengan mudah. Misalny asaja untuk membedakannya yaitu ketika anda menggunting selembar kertas menjadi kertas yang lebih kecil itu berarti perubahan fisik karena hasil perubahannya tetap berwujud kertas, hanya saja berubah dari segi ukuran. Namun ketika anda membakar kertas tersebut, maka perubahan yang terjadi adalah perubahan kimia dimana kertas akan diubah menjadi zat yang bukan kertas lagi.

Pengertian Perubahan Kimia

Perubahan kimia adalah proses dimana satu zat atau lebih diubah menjadi satu atau lebih zat yang baru dan berbeda dari awalnya, atas dasar itulah definisi reaksi kimia yang secara prinsip melibatkan penataan ulang atom dari penyusunnya.

Bahkan ketika terjadi perubahan kimia, maka terjadi pula perubahan energi pada sistem materi yang berubah. Perubahan kimia, sehingga menghasilkan panas disebut dengan reaksi eksotermik, sedangkan perubahan kimia yang menyerap panas disebut reaksi endotermik.

Pengertian Perubahan Kimia Menurut Para Ahli

Adapun definisi perubahan kimia menurut para ahli, antara lain;

  1. Claramatika (2014), perubahan kimia adalah serangkaian bentuk perubahan jenis zat kimia yang menjadi faktor terbentuknya zat baru dan bersifa tetap, artinya tidak dapat kembali seperti sebelum terjadinya proses perubahan. Hal ini bisa terjadi karena oksidasi, pembusukan, korosi, dan pembakaran.

Ciri Perubahan Kimia

Untuk menentukan apakah peristiwa itu perubahan kimia atau bukan dapat ditandai dengan beberapa karakteristik sebagai berikut;

  1. Perubahan Tempratur

Perubahan suhu adalah salah satu karakteristik dari perubahan kimia. Jika suhu meningkat atau menurun, perubahan kimia kemungkinan terjadi dan menyertai materi tersebut. Namun untuk menentukan perubahan kimia tidak bisa hanya menggunakan parameter ini karena pada perubahan fisik juga bisa terjadi perubahan suhu.

Pada perubahan fisik terjadi ketika anda memanaskan air dimana suhu akhir akan meningkat. Pada perubahan kimia, ciri ini terjadi ketika anda mereaksikan suatu senyawa dengan senyawa lain yang menghasilkan panas atau energi dalam membentuk produknya.

  1. Perubahan Warna

Selain perubahan suhu, perubahan warna juga menjadi ciri dari perubahan kimia. Sebagai contoh ketika seseorang mengamati logam berkarat dari waktu ke waktu, maka akan diketahui bahwa logam tersebut berubah warnanya dari warna awal.

  1. Timbul Bau

Karakteristik lain yang dapat diketahui dengan indera manusia yaitu timbulnya bau. Ketika dua atau lebih senyawa atau elemen dicampur maka dapat terjadi reaksi yang menimbulkan bau, hal itu menandakan bahwa reaksi telah terjadi dan produk telah terbentuk.

Ciri ini dapat anda jumpai misalnya pada telur yang membusuk bahwa telah terjadi reaksi dekomposisi pada telur menghasilkan produk berbau busuk.

  1. Terbentuknya Endapan

Endapan didefinisikan sebagai padatan yang terbentuk di dalam suatu larutan. Ketika anda melihat suatu larutan yang dicampurkan dengan larutan lain membentuk endapan, maka dapat dikatakan bahwa pada kedua larutan yang dicampur tersebut telah terjadi perubahan kimia melalui suatu reaksi.

  1. Terbentuk Gas atau Gelembung

Gas atau gelembung juga merupakan indikator lain dari terjadinya perubahan kimia. Ketika gelembung gas terbentuk, perubahan suhu juga dapat terjadi. Terbentuknya gelembung ini hanya dapat anda amati ketika anda mereaksikan zat dalam bentuk larutan.

Jenis Perubahan Kimia

Perubahan kimia dapat dibedakan dalam beberapa macam. Antara lain;

  1. Anorganik

Perubahan anorganik merupakan jenis perubahan kimia yang tentunya terjadi dalam senyawa anorganik. Senyawa yang mengalami perubahan pada umumnya tidak melibatkan unsur karbon. Jenis perubahan ini termasuk untuk reaksi netralisasi asam basa, reaksi redoks, dan lain sebagainya.

  1. Organik

Perubahan organik merupakan lawan dari perubahan organik dimana zat yang dilibatkan berupa senyawa organik atau senyawa kimia yang mengandung unsur karbon.

Contoh umum dari perubahan dalam pengertian kimia organik adalah pemecahan hidrokarbon berat pada kilang minyak untuk membentuk bensin dari minyak mentah dimana reaksi yang terjadi seperti metilasi, kondensasi, polimerisasi termasuk dalam perubahan organik.

  1. Biokimia

Berbagai contoh biokimia berkaitan dengan perubahan yang melibatkan aktivitas organisme hidup. Perubahan jenis ini melibatkan reaksi yang pada umumnya dikendalikan oleh arti protein kompleks yang disebut enzim dan dibatasi oleh suatu hormon tertentu.

Perubahan jenis ini meliputi perubahan pada proses fotosintesis, metabolisme karbohidrat dalam tubuh manusia, sintesis protein, dan lain-lain.

Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Kimia

Faktor Perubahan Kimia
Faktor Perubahan Kimia

Adapun untuk faktor yang mempengaruhi perubahan kimia, antara lain;

  1. Temperatur

Jika suhu pada suatu sistem tinggi atau meningkat, maka pada umumnya reaksi atau perubahan kimia yang terjadi juga akan lebih cepat dan sebaliknya ketika suhu rendah maka perubahan kimia akan terjadi lebih lambat. Hal itu dikarenakan kenaikan suhu akan mempercepat laju reaksi pada suatu sistem.

  1. Konsentrasi

Faktor lain yang mempengaruhi perubahan kimia adalah konsentrasi dari zat yang berubah. Jika konsentrasi zat itu tinggi, maka zat itu akan mengalami perubahan kimia yang lebih tinggi. Hal itu dikarenakan semakin tinggi konsentrasi maka jumlah partikel yang tersedia untuk bereaksi lebih banyak sehingga perubahan akan semakin besar.

  1. Luas Permukaan

Semakin besar luas permukaan zat yang bereaksi maka akan memungkinkan suatu zat untuk bereaksi dengan lebih cepat. Dalam ukuran yang lebih kecil, suatu zat akan lebih mudah mengalami perubahan kimia daripada dalam ukuran yang lebih besar.

  1. Katalis

Katalis merupakan bahan yang mampu mempercepat reaksi kimia ketika bahan ini ditambahkan. Katalis bekerja dengan menurunkan energi yang diubtuhkan untuk terjadinya reaksi. Dengan adanya katalis, perubahan kimia akan terjadi lebih cepat.

  1. Inhibitor

Inhibitor merupakan lawan dari katalis, dengan kata lain inhibitor dapat menghambat jalannya reaksi. Jika inhibitor ditambahkan pada suatu zat, maka perubahan yang terjadi pada zat tersebut akan lebih lambat atau bahkan tidak dapat terjadi.

Contoh Perubahan Kimia

Bentuk perubahan kimia dan fisika dapat terjadi setiap saat dalam kehidupan kita, antara lain;

  1. Membakar Kayu

Ketika anda membakar kayu, maka kayu akan berubah menjadi abu. Saat terbakar, dihasilkan panas, cahaya dan asap yang dilepas dari hasil pembakaran. Terjadinya panas, terbentuknya abu dan asap sebagai zat baru merupakan ciri dari terjadinya perubahan kimia dimana perubahan terjadi melalui reaksi pembakaran. Abu yang terjadi pun tidak dapat dikembalikan menjadi kayu, begitu pula dengan asap.

  1. Pisang Membusuk

Ketika anda membeli pisang pada awalnya berwarna hijau, namun jika anda diamkan pisang itu akan berubah warna menjadi berwarna kuning hingga busuk dan menghasilkan bau. Perubahan yang terjadi pada pisang itu menunjukkan ciri bahwa pisang mengalami perubahan kimia yang menghasilkan warna kuning dan bau.

  1. Pembuatan Yogurt

Yogurt terbentuk sebagai akibat dari reaksi bakteri pada susu. Ketika bakteri tertentu ditambahkan dalam susu dan dibiarkan berfermentasi, maka asam laktat akan terbentuk. Pembentukan asam laktat akan menyebabkan susu mengental, ini adalah perubahan kimia karena zat baru terbentuk dan yogurt tidak dapat diubah kembali menjadi susu.

  1. Pembuatan Wine (Anggur)

Wine dibentuk melalui proses fermentasi dari jus anggur yang melibatkan suatu jamur. Fermentasi yang terjadi adalah reaksi kimia anaerob dimana gula yang sederhana akan diubah menjadi etil alkohol sebagai produk utama dan karbondioksida sebagai produk samping reaksi.

  1. Kompor gas

Contoh lain yang mudah kita temui yakni saat kita memasak di dapur menggunakan kompor gas. Kompor gas memiliki bahan bakar gas butana dalam LPG. Peristiwa terbentuknya api dari pembakaran senyawa butana tersebut merupakan salah satu reaksi pembakaran.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa perubahan kimia terjadi ketika satu zat diubah menjadi satu produk atau lebih melalui reaksi kimia. Dalam perubahan kimia, jumlah dan jenis atom tetap atau konstan hanya pengaturannya saja yang diubah. Pada umumnya, sebagian besar perubahan kimia tidak dapat dengan mudah dibalikkan, kecuali melalui reaksi kimia tertentu.

Adapun untuk contoh perubahan kimia yang dapat kita temui dengan mudah yaitu seperti proses membusuk, membakar, memasak, dan berkarat dimana dari proses tersebut dihasilkan zat yang sepenuhnya merupakan senyawa baru.

Itulah tadi materi yang membahas secara lengkapnya mengenai pengertian perubahan kimia menurut para ahli, karakteristik, jenis, dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *