benzena adalah

Pengertian Benzena, Struktur dan Tata Nama, Sifat, dan Contoh Kegunaan

Diposting pada

Benzena merupakan salah satu bahan kimia yang paling banyak terlibat dan digunakan dalam pembuatan berbagai macam produk. Seperti deterjen, plastik, karet dan lain sebagainya yang menggunakan senyawa benzena dan turunannya sebagai komponen penyusun.

Dalam kimia, benzene memiliki aplikasi yang sangat luas, benzene juga merupakan senyawa yang unik karena memiliki berbagai sifat khas yang tidak dimiliki senyawa lain karena benzena berupa senyawa aromatis paling sederhana. Dalam artikel kali ini, akan dibahas tentang pengertian benzena, struktur dan tata nama benzena, sifat benzena, serta contoh aplikasinya.

benzena adalah

Senyawa Benzena

Benzena pertama kali ditemukan oleh ilmuwan asal Inggris Michael Faraday pada 1825 dalam suatu gas penerang. Pada tahun 1834 ahli kimia Jerman Eilhardt Mitscherlich memanaskan asam benzoat dengan kapur yang juga menghasilkan senyawa benzena. Lalu pada tahun 1845 ahli kimia Jerman A.W. von Hofmann juga berhasil mengisolasi benzena dari tar batubara.

Struktur benzena telah menjadi hal yang menarik sejak penemuannya, pada 1861 Joseph Loschmidt dan August Kekule von Stradonitz pada 1866 masing-masing mengusulkan pengaturan siklik enam karbon dengan ikatan tunggal dan ganda berselang-seling.

Kekule kemudian memodifikasi formula strukturalnya menjadi satu dimana osilasi ikatan rangkap memberikan dua struktur yang setara dan berkesetimbangan dengan cepat. Pada tahun 1931, Linus Pauling menyarankan bahwa benzena memiliki struktur tunggal yang merupakan hibrid atau gabungan dari resonansi dua struktur kekule dan prinsip inilah yang digunakan hingga saat ini.

Pengertian Benzena

Benzena adalah senyawa organik yang merupakan senyawa golongan aromatis paling sederhana dengan rumus kimia C6H6. Molekul benzena terdiri dari enam atom karbon yang disatukan dalam sebuah bentuk siklis atau cincin dengan satu atom hidrogen yang terikat pada masing-masing karbon.

Pada dasarnya struktur ikatan antar karbon yang membentuk siklis dalam benzena merupakan ikatan tunggal dan genap yang berselang-seling dimana kedua ikatan tersebut dapat saling bertukar posisi atau berpindah yang disebut dengan resonansi. Karena hanya mengandung atom karbon dan hidrogen, benzena digolongkan juga dalam hidrokarbon aromatis.

Benzena adalah komponen penyusun dalam minyak bumi atau minyak mentah yang merupakan salah satu petrokimia paling sederhana. Ikatan ganda atau ikatan phi dalam benzene memungkinkannya untuk bereaksi dengan substituen lain dengan lebih mudah.

Oleh karena itu suatu senyawa benzena mudah di substitusi oleh senyawa lain dan biasanya benzena yang digunakan adalah benzena yang telah dilakukan substitusi atau disebut senyawa turunan benzena.

Struktur Benzena

Struktur benzena (C6H6) telah menjadi misteri setelah penemuannya karena tidak ada struktur yang pasti dalam senyawa benzena ini pada awalnya. Namun, setelah dipelajari secara mendalam dan diusulkan oleh banyak ahli kimia, dapat diketahui bahwa senyawa benzena memiliki struktur yang berbentuk melingkar atau siklis atau juga bisa disebut cincin dimana kedua ujungnya saling berhubungan.

Struktur Benzena

Struktur benzena menunjukkan ikatan rangkap dan tunggal yang berselang-seling atau bergantian dan ikatan rangkap yang ada pada benzena tidak terlokalisasi melainkan dapat berpindah atau bergeser setiap saat. Hal ini membuat benzena memiliki efek resonansi dimana dalam satu benzena dapat membentuk dua struktur yang berbeda dan dapat berkesetimbangan.

Ikatan yang berpindah-pindah ini membuat panjang ikatan karbon-karbon dalam benzena menjadi sama. Ikatan yang berpindah itu disebabkan karena elektron yang terdelokalisasi sehingga elektron dapat berpindah dan berputar yang diikuti oleh ikatan rangkap atau ikatan phi nya.

Maka beberapa orang juga dapat menggambarkan struktur benzena dengan lingkar pada tengah cincin benzena yang menunjukkan elektron yang bergerak terus menerus.

Struktur benzena

Salah satu yang membedakan benzena dari senyawa lain yaitu delokalisasi elektron yang membuatnya dikenal sebagai senyawa aromatis. Efek delokalisasi elektron atau resonansi elektron inilah yang memberikan stabilitas besar pada senyawa benzena yang merupakan sifat dasar senyawa aromatis.

Tata Nama Benzena

Penamaan senyawa benzena didasarkan pada jumlah substituen lain yang terikat pada cincin benzena. Dengan hal ini, penamaan benzena berdasarkan substitusinya dapat dibedakan menjadi 3 jenis:

Benzena Mono-Substitusi

Benzena mono-substitusi merupakan senyawa benzena yang terikat dengan satu substituen lain pada salah satu atom karbonnya. Untuk penamaan senyawa benzena mono-substitusi secara IUPAC hanya perlu menambahkan nama gugus substituen didepan nama benzena.

Contohnya yaitu sebagai berikut :

Benzena Mono-SubstitusiBenzena Di-Substitusi

Kata di-substitusi menunjukkan jumlah substitusi pada benzena yaitu sebanyak 2 buah substituen lain yang terikat pada benzena. Untuk penamaan benzena di-substitusi sedikit berbeda dengan mono-substitusi karena pada benzena yang mengikat 2 substituen, jarak antara 2 substituen tersebut berpengaruh pada penamaannya.

Posisi orto (o) menunjukkan substituen terikat pada posisi 1 & 2, posisi meta (m) menunjukkan bahwa substituen terikat pada posisi 1 & 3, sedangkan posisi para (p) menunjukkan bahwa substituen terikat pada posisi 1 & 4.

Benzena Di-Substitusi

Sedangkan untuk cara penamaannya, sama dengan pada benzena mono-substitusi. Berikut ini contoh penamaan benzena di-substitusi:

penamaan benzena di-substitusiBenzena Tri-Substitusi

Terakhir yaitu benzena tri-substitusi yang merupakan senyawa benzena dengan 3 gugus lain yang terikat pada cincin. Pada benzena dengan 3 substitusi ini diperlukan penomoran untuk atom karbon, dalam penomorannya didasarkan pada urutan prioritas gugus terikat yang mengikuti urutan prioritas berikut:

Benzena Tri-Substitusi

Dimana R adalah gugus Alkil sedangkan X adalah gugus senyawa Halogen. Pada urutan tersebut, jika pada benzena terdapat gugus COOH, maka atom karbon yang mengikat gugus COOH tersebut memiliki nomor satu. Kemudian nomor kedua ditentukan dari atom tersubstitusi lain yang paling dekat dengan atom karbon nomor satu.

Contohnya yaitu sebagai berikut:

Benzena Tri-Substitusi

Dari contoh tersebut, dapat diketahui bahwa penomoran yang benar adalah struktur 1b karena urutan nomor 2 yaitu karbon tersubstitusi yang paling dekat dengan karbon 1.

Berikut ini contoh penamaan benzena tri-substitusi:

penamaan benzena tri-substitusi

Sifat-Sifat Benzena

Pada dasarnya benzena adalah senyawa aromatis yang memiliki sifat unik yaitu berbentuk siklis (cincin), berbentuk planar, senyawa tak jenuh dan mengandung awan elektron yang terdelokalisasi di bagian atas dan bawah cincin, memenuhi aturan Huckel yaitu ada (4n+2) elektron yang terlibat dalam delokalisasi dimana n adalah jumlah cincin, dan juga mengalami resonansi. Selain itu, secara sifat fisik dan kimia benzena juga memiliki sifat unik.

Sifat Fisik Benzena

  • Benzena berbentuk cairan dengan aroma khas
  • Dapat terbakar di udara
  • Tidak larut dalam air, namun dapat melarutkan senyawa organik
  • Memiliki titik didih 80

Sifat Kimia Benzena

  • Sulit mengalami adisi karena strukturnya yang stabil
  • Dapat mengalami reaksi nitrasi
  • Dapat mengalami reaksi sulfonasi
  • Dapat mengalami reaksi halogenasi

Contoh Kegunaan Benzena

Adapun untuk beragam contoh kegunaan benzena dalam kehidupan manusia di keseharian, antara lain adalah sebagai berikut;

Toluena

Toluena merupakan senyawa penyusun utama pada cat yang biasa digunakan untuk cat bangunan dan lain lain. Bau toluena ini sangat khas sehingga ketika bau cat juga menjadi khas. Nama lain dari toluena ini adalah metil benzena yang memiliki aplikasi cukup banyak dalam pengencer cat, cat kuku, penghapus cat kuku, cairan koreksi, dan lem.

Fenol

Fenol atau yang disebut juga hidroksi benzena atau fenil alkohol ini memiliki sifat kimia asam karbolat yang memiliki aroma khas. Senyawa ini banyak digunakan dalam pengawet kayu, zat warna sintetis, obat-obatan, bahan plastik, dan lain-lain.

Asam Benzoat

Asam benzoat merupakan senyawa turunan benzena yang banyak digunakan sebagai pengawet makanan. Selain itu, asam benzoat juga merupakan bahan baku dalam pembuatan senyawa fenol.

Trinitrotoluena (TNT)

Dari semua bahan peledak, bahan peledak TNT atau trinitrotoluena merupakan bahan yang paling eksplosif di dunia. TNT banyak digunakan dalam industri militer, pertambangan dan konstruksi karena zat ini mudah dibawa dan mudah digunakan sebagai bahan peledak.

Paraetamol (Acetaminophen)

Paracetamol merupakan senyawa turunan benzena yang digunakan dalam obat penurun panas. Senyawa ini memiliki fungsi yang hampir sama seperti aspirin namun ini memiliki keamanan yang lebih tinggi untuk perut kita.

Benzil Alkohol

Benzil alkohol banyak digunakan sebagai bahan pelarut dalam kosmetik sehingga dapat digunakan untuk melarutkan minyak pada kulit. Namun terdapat beberapa jenis kulit yang tidak cocok jika menggunakan bahan kosmetik yang mengandung benzil alkohol dan akan menimbulkan iritasi.

Nah, itulah tadi artikel yang memberikan pembahasan terkaiat materi kimia tentang pengertian benzena, struktur, tata nama, sifat, dan contohnya di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan pemahaman. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *