Pengertian Minyak Bumi, Proses Pembentukan, Pengolahan, Fraksi, dan Manfaatnya

Pengertian Pakar Ilmu Kimia

Minyak bumi merupakan salah satu kebutuhan terbesar di bumi ini karena semua kehidupan manusia bisa dikatakan bergantung dengan minyak bumi. Hal itu karena minyak bumi ini menjadi salah satu penghasil energi terbesar di bumi.

Bensin yang biasa digunakan oleh kendaraan bermotor itu berasal dari minyak bumi, lalu berbagai bahan bakar lain seperti gas juga berawal dari minyak bumi, bahkan aspal yang digunakan untuk jalan raya juga merupakan salah satu hasil dari minyak bumi.

Oleh karena itu diperlukan kajian yang serius terhadap perkembangan minyak bumi yang ada di bumi karena pada dasarnya minyak bumi bukanlah sumber energi terbarukan sehingga dapat habis pada waktu tertentu. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai pengertian minyak bumi, proses pembentukan, proses pemurnian dan pengolahan minyak bumi serta contoh dan manfaatnya.

Minyak Bumi Adalah

Minyak Bumi

Minyak bumi merupakan zat yang berasal dari proses geologis alam yaitu dari bahan organik zaman purba yang terkubur dalam tanah. Minyak bumi terbentuk secara alami di dalam tanah dengan proses kimia tertentu selama beribu tahun sehingga pada akhirnya minyak bumi dapat ditemukan mengumpul pada lapisan bawah tanah.

Karena letaknya yang di dalam perut bumi, maka saat ini penambangan minyak bumi oleh manusia dilakukan dengan mengebor atau membuat lubang ke perut bumi dan melakukan pengambilan minyak bumi tersebut.

Sebagian besar sumber minyak bumi terdapat dibawah laut sehingga kebanyakan pertambangan minyak bumi berpusat di tengah lautan. Pada awalnya, tidak pasti bagaimana manusia menemukan minyak bumi. Pada tahun 1859, minyak mentah di bor keluar dari bumi oleh Amerika Serikat sedangkan kilang minyak pertama kali dibentuk pada tahun 1901 di India.

Pengertian Minyak Bumi

Minyak bumi adalah campuran dari banyak senyawa hidrokarbon yang berbeda. Zat ini secara alami terbentuk dibawah permukaan bumi selama ribuan tahun. Sumber dari minyak bumi ini sangat terbatas atau tidak terbarukan karena untuk terbentuknya minyak bumi ini membutuhkan watu yang sangat lama hingga berjuta tahun.

Oleh karena itu, minyak bumi ini sangat mahal dan sangat dihargai di seluruh dunia. Sangat penting untuk membatasi penggunaan minyak bumi untuk memastikan bahwa sumber energi ini tidak habis sebelum waktunya.

Hidrokarbon merupakan seyawa kimia utama yang terkandung dalam minyak bumi. Hidrokarbon ini dapat bervariasi baik struktur maupun berat molekulnya yang dapat bergabung untuk membentuk zat cair ini.

Pembentukan minyak bumi, terutama bahan bakar dari fosil terjadi ketika organisme yang mati, seperti gangang dan zooplankton terkubur dibawah lapisan batuan sedimen dan mengalami proses kompresi karena faktor geologis seperti tekanan yang sangat besar dan panas yang sangat tinggi.

Zat minyak bumi yang dikeluarkan dari bawah permukaan bumi pada dasarnya adalah minyak mentah yang harus diproses terlebih dahulu untuk membentuk produk minyak yang siap digunakan.

Komposisi Minyak Bumi

Minyak bumi mencakup semua bentuk hidrokarbon cair, gas, dan padat. Dibawah tekanan permukaan dan kondisi suhu tertentu, hidrokarbon metana, etana, propana dan butana berada dalam bentuk gas, sedangkan hidrokarbon pentana dan yang lebih berat berada dalam bentuk cair atau padatan.

Dalam reservoir minyak bawah tanah, proporsi bentuk gas, cair dan padatan bergantung pada kondisi dibawah permukaan itu sendiri. Komposisi molekul yang menyusun minyak bumi sangat bervariasi dan tergantung pada berbagai hal yang mempengaruhi pembentukannya. Berikut ini rata-rata komposisi penyusun minyak bumi berdasarkan jenis atomnya:

Komposisi Minyak Bumi Adalah

Dapat dilihat bahwa karbon menepati posisi tertinggi dalam persen berat atom yang menyusun minyak bumi dan diikuti oleh hidrogen. Hal itu karena minyak bumi tersusun oleh senyawa utama yaitu hidrokarbon yang terdiri dari atom karbon yang membentuk rantai serta atom hidrogen.

Sedangkan berdasarkan jenis hidrokarbon yang menyusun, komposisi rata-rata minyak bumi dibedakan sebagai berikut:

Komposisi dari Minyak Bumi

Komposisi tersebut dapat berubah-ubah tergantung dari berbagai parameter dalam pertambangan minyak bumi itu sendiri.

Proses Pembentukan Minyak Bumi

Dibutuhkan waktu bertahun-tahun dari minyak bumi untuk dapat terbentuk. Minyak bumi terbentuk dengan adanya bangkai organisme yang mati dan terurai dalam waktu yang sangat lama di bawah permukaan bumi. Organisme tersebut mengalami tekanan dan panas yang sangat ekstrem di dalam perut bumi. Selama berabad-abad, jutaan orang hidup untuk kemudian setelah mati diubah menjadi fosil. Hal ini juga terjadi pada organisme di dalam laut yang terkubur dibawah pasir dan bebatuan dalam lautan.

Semua organisme yang telah mati akan membusuk karena keberadaan bakteri, bahan organik yang membusuk tersebut akan semakin terkubur dalam perut bumi. Selama jutaan tahun, suhu yang tinggi, dan tekanan tinggi, bangkai tersebut akan dikonversi menjadi minyak bumi dan batu bara.

Bahan organik yang mati membentuk cairan ini adalah minyak bumi atau minyak mentah. Minyak bumi diekstraksi dari sebuah sumur galian yang kedalamannya bisa mencapai sangat dalam. Minyak yang sudah diekstraksi kemudian melalui proses penyulingan fraksi untuk membentuk berbagai produk minyak bumi seperti bensin, diesel, bahan bakar penerbangan, lilin parafin, minyak pelumas, dan lain-lain.

Proses Pengolahan Minyak Bumi dan Fraksinya

Minyak bumi perlu diolah sebelum dapat digunakan sebagai produk yang ada saat ini. Berikut ini 3 tahap pemrosesan minyak bumi menjadi bahan siap digunakan, diantaranya;

Pemisahan

Pada tahap pertama, molekul dari minyak mentah dipisahkan melalui distilasi pada tekanan atmosfer sehingga sesuai dengan berat molekulnya. Minyak mentah dipanaskan dibawah kolom distilasi pada suhu 350 hingga 400 yang menyebabkan molekul akan menguap.

Uap akan naik dalam kolom distilasi sementara molekul terberat akan tertinggal sebagai residu dibawah dengan tidak menguap. Saat uap naik, molekul akan dicairkan melalui proses kondensasi sehingga molekul minyak akan keluar dalam bentuk cairan yang kemudian ditampung pada suatu wadah.

Setiap wadah menampung jenis fraksi minyak bumi yang berbeda sesuai dengan jenis dan titik didihnya. Berikut ini beberapa fraksi minyak bumi berdasarkan titik didihnya:

Fraksi Minyak Bumi dari Titik Didihnya

Konversi

Selama proses pemisahan, masih banyak sisa molekul hidrokarbon yang tertinggal. Untuk memenuhi kebutuhan produk yang berat molekulnya lebih ringan, maka molekul yang berat akan dipecah menjadi bagian yang lebih ringan.

Proses konversi dilakukan pada 500 yang juga dikenal sebagai pengubahan katalitik karena menggunakan katalis untuk mempercepat reaksi. Proses ini mengubah 75% molekul berat menjadi gas, bensin dan diesel. Pada tahap ini sebenarnya bahan sudah dapat digunakan namun masih memiliki kualitas yang rendah terutama untuk bahan bakar kendaraan.

Pengolahan Bahan Bakar Kendaraan

Bahan bakar kendaraan harus diolah lagi untuk didapatkan produk yang lebih berkualitas dengan mengurangi molekul yang korosif dan menyebabkan polusi udara saat pembakaran. Bensin dan solar yang dijual di Eropa tidak boleh mengandung lebih dari 10 ppm sulfur untuk mencegah pencemaran.

Dalam proses ini, angka oktan juga ditingkatkan untuk mengukur resistansi bahan bakar terhadap ledakan dan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada mesin kendaraan.

Manfaat Produk Minyak Bumi

Setelah melalui berbagai proses pengolahan, minyak bumi dapat digunakan sebagaimana mestinya. Berikut ini beberapa contoh produk olahan minyak bumi dan manfaatnya;

  1. Bensin, Biasanya digunakan sebagai bahan bakar untuk mesin kendaraan seperti motor, mobil, hingga peralatan industri.
  2. Minyak Tahan, Dikenal sebagai bahan bakar jet, digunakan di pesawat, untuk pemanasan dan kadang juga untuk memasak.
  3. Minyak Pelumas, Dengan tingkat viskositasnya yang tinggi juga dapat digunakan sebagai pelumas atau oli.
  4. Diesel, Diesel merupakan bahan bakar dengan kandungan sulfur sangat rendah yang didapatkan pada distilasi fraksinasi pada suhu 250-350 . Diesel banyak digunakan dalam kendaraan seperti truk, bus, kereta, dan lain sebagainya.
  5. Aspal, Aspal yang digunakan untuk melapisi jalan raya itu merupakan hasil dari pengolahan minyak bumi yang biasa juga disebut dengan bitumen. Aspal memiliki viskositas tinggi dan didapatkan melalui distilasi fraksinasi minyak bumi pada suhu 525.

Nah, itulah tadi materi yang membahas secara lengkap terkait dengan definisi minyak bumi, proses pembentukan, dan manfaatnya. Semoga melalui artikel ini dapat memberikan wawasan kepada segenap pembaca yang sedang mencari referensinya. Trimakasih,

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply

Most popular articles related to Pengertian Minyak Bumi, Proses Pembentukan, Pengolahan, Fraksi, dan Manfaatnya
Shares