Macam Aspal
Macam Aspal

Jenis Aspal dan Fungsinya

Diposting pada

Macam Aspal

Aspal merupakan bahan yang bersifat melekat dan berasal dari unsur dalam jenis hidrokarbon. Aspal yang sering kita jumpai di jalanan umumnya berwarna hitam kecokelatan dan tahan terhadap air. Sebutan lain dari aspal adalah bitumen, yaitu bahan pengikat pada campuran aspal yang berada di permukaan aspal.

Sebelum membuat jalanan menjadi halus dan nyaman untuk dilewati, aspal yang berasal dari alam ini harus dipanaskan menjadi cairan yang kental. Dengan begitu, penerapan aspal pada badan jalan akan lebih mudah. Selain bagian senyawa hidrokarbon, aspal adalah bahan yang kompleks dan terdiri dari banyak jenis. Namun umumnya aspal berperan sebagai bahan pengikat yang memiliki perkerasan lentur dan bersifat viskoelastis.

Aspal

Aspal adalah bahan utama berupa senyawa karbon jenuh, karbon tak jenuh, hidrokarbon alifatik, dan juga senyawa aromatik dengan atom karbon mencapai 150 pada setiap molekul. Selain atom pada ikatan hidrogen dan karbon, aspal tersusun dari atom oksigen, belerang, nitrogen, dan masih banyak yang lainnya.

Tak khayal, atas dasar itulah Bbnyak jalan pada saat ini yang dilapisi oleh aspal, salah satu bahan yang berasal dari alam. Mungkin kebanyakan dari kita hanya tahu sebatas aspal saja, tanpa menyadari ternyata setiap jalan menggunakan jenis aspal yang berbeda.

Jenis Aspal

Beberapa macam-macam aspal yang digunakan untuk melapisi jalan diantaranya sebagai berikut.

  1. Prime Coat

Aspal jenis prime coat
Prime Coat

Aspal jenis prime coat adalah lapisan ikat aspal berbentuk cair yang terletak pada lapisan atas agregat kelas A. Lapisan aspal prime coat terbuat dari aspal dengan penetrasi 60/70 atau 80/100 yang dicairkan menggunakan minyak tanah. Biasanya volume prime coat yang digunakan sekitar 0,4 hingga 1,3 liter/meter kuadrat.

Aspal jenis ini berfungsi untuk membentuk dan memberikan daya ikat antara lapisan pondasi agregat dengan aspal hotmix. Selain itu prime coat juga dapat mencegah lepasnya butiran pelapis pondasi agregat ketika dilewati kendaraan sebelum aspal hotmix melapisinya.

Prime coat tidak hanya memiliki dua fungsi, melainkan aspal ini juga dapat menjaga lapisan pondasi agregat dari pengaruh cuaca buruk. Khususnya ketika hujan air tidak akan masuk ke dalam lapisan pondasi. Hal ini akan mengurangi risiko kerusakan pada strutur jalan.

  1. Tack Coat

Tack coat adalah lapisan aspal cair yang berperan sebagai perekat, lapisan ini diletakkan pada bagian atas lapisan beraspal atau lapisan beton. Pemakaian dari tack coat umumnya berkisar 0,15 hingga 0,50 setiap meter perseginya. Lapisan ini lebih tipis jika dibandingkan dengan volume yang digunakan pada prime coat. Tack coat memiliki fungsi utama sebagai pemberi daya ikat antara lapisan lama dengan lapisan yang baru.

  1. Aspal Hotmix Ashpalt Concrete Base

Aspal hotmix disebut juga sebagai ashpalt concrete base yang selanjutnya disingkat AC base, merupakan jenis aspal beton yang berguna sebagai pondasi pada konstruksi jalanan.

Perlu dipahami bahwa jenis aspal ini, khusus untuk kekuatannya biasa dimanfaatkan untuk jalan dengan lalu lintas berat, yaitu jalanan yang dilewati kendaraan tonase besar. Lapisan aspal hotmix pada jalan ketebalan minimumnya harus mencapai 5 sentimeter.

  1. Aspal Hotmix Binder Course

Aspal binder course atau disingkat BC merupakan lapisan pengeras yang terletak di antara lapisan aus atau wearing course dengan lapisan pondasi atau base course. Letaknya yang berada di tengah tidak berhubungan langsung dengan perubahan cuaca, baik panas atau hujan.

Namun BC harus berada pada ketebalan minimum sekitar 4 centimeter. Aspal ini berfungsi mengurangi ketegangan akibat beban dari lalu lintas yang ada pada bagian bawah lapisan.

  1. Wearing Coarse

Aspal jenis wearing coarse dikenal juga dengan sebutan laston. Lapisan ini berperan sebagai pengeras pada lapisan paling atas atau permukaan pada jalan dengan beban lalu lintas yang berat. Ketebalan laston harus mencapai setidaknya 4 centimeter. Aspal laston berperan sebagai lapisan aus AC-WC yang mampu menambah daya tahan pengerasan terhadap penurunan mutu.

  1. Hot Roller Sheet

Aspal jenis hot roller sheet umumnya disingkat dengan HRS atau lataston yaitu lapisan tipis aspal beton. HRS berguna sebagai lapisan pada bagian permukaan konstruksi jalan yang lalu lintasnya sedang. Ketebalan minimal pada lapisan hot roller sheet yaitu 3 centimeter.

  1. Fine Grade

FG adalah singkatan dari aspal jenis fine grade metupakan jenis aspal hotmix yang umumnya digunakan pada jalanan perumahan. Aspal ini bermanfaat bagi jalan dengan beban yang rendah. Lapisan FG harus diberikan pada aspal dengan ketebalan minimun 3 centimeter.

  1. Shand Sheet

Shand sheet adalah salah satu jenis aspal yang tidak berbeda jauh dengan fine grade, dimana ketebalan maksimum adalah 2,8 centimeter. Adapun khusus untuk aspal jenis ini kerapkali difungsikan untuk jalan beban rendah, seperti pada perumahan dan parkiran.

  1. Aspal Minyak

Aspal Minyak
Aspal Minyak

Aspal minyak merupakan jenis aspal yang berasal dari bahan tersisa yang tidak lagi digunakan atau diproses secara ekonomi. Aspal ini berasal dari proses destilasi minyak bumi yang kebanyakan ada pada pabrik kilang minyak. Aspal jenis ini memiliki banyak jenis penetrasi, semakin rendah angkanya menunjukkan lapisan yang semakin keras wujudnya.

Aspal minyak harus dipanaskan pada suhu sekitar 110 hingga 170 derajat celcius sebelum digunakan. Hal ini berfungsi agar aspal menjadi cair dan mempermudah pemompaan, pemindahan, dan pencampuran dengan jenis agregat lain.

  1. Aspal Emulsi

Aspal Emulsi
Aspal Emulsi

Aspal emulsi merupakan campuran antara aspal dengan air dengan takaran sekitar 60 sampai dengan 70 %.  Campuran ini berbentuk emulsi yang bertujuan agar molekul-molekul aspal melayang didalam air. proses ini disebabkan karena adanya bahan tambahan yang memiliki sifat katalis. Umumnya pencampuran antara aspal dengan air ini menggunakan mesin colloidmill.

Ketika aspal sudah disimpan dalam waktu lama, sekitar 3 bulan, emulsi aspal akan terlepas dan aspal mulai mengendap ke bagian dasar wadah. Agar ikatan emulsi terbentuk kembali, maka wadah yang berisi endapan dan emulsi cukup digoyang-goyangkan agar tercampur kembali. Aspal emulsi paling baik digunakan ketika ikatan emulsinya belum terlepas.

  1. Aspal Busa

Aspal busa adalah jenis aspal panas yang ketika dicampurkan dengan air maka langsung berubah menjadi aspal yang berbusa. Perubahannya seperti emulsi yang sering kali dimanfaatkan keencerannya sebagai pembentuk lapisan tipis aspal yang menyelimuti agregrat.

Aspal jenis ini dikenal sebagai bagian proses daur ulang dari aspal betonyang dilakukan pada sebagian tuas permukaan jalan di Pantura.

  1. Cutback Asphalt

Jenis aspal ini sebelum digunakan harus dicairkan terlebih dahulu dengan tambahan pelarut dari unsur-unsur golongan hidrokarbon, misalnya minyak tanah, bensin, kerosin, dan solar. Untuk bagian prime coat dan juga tackcoat umumnya digunakan tiga jenis curing, yaitu rapi curing, slow curing atau medium curing.

Namun, saat ini penggunaan tackcoat lebih sering dimanfaatkan jika dibandingkan dengan cutback pada aspal emulsi karena seringnya menimbulkan kebakaran.

Hal ini berlaku juga pada penggunaan pelarut kerosene yang tidak menguap, sehingga campuran beton aspal seringkali harus digelar pada bagian atas, karena jika terkontaminasi pelarut maka aspal beton akan berubah menjadi lunak dan terjadi perubahan bentuk, bleeding, dan licin.

  1. Aspal Modifikasi

Aspal modifikasi biasa disebut dengan Polymer Modified Asphalt (PMA) atau Polymer Modified Bitumen (PMB), keduanya merupakan aspal minyak yang ditambahkan dengan bahan-bahan tertentu untuk meningkatkan kinerjanya. Tujuan lain dari penggunaan aspal modifikasi adalah menghasilkan aspal yang tahan lama dan tahan beban.

Di Indonesia jenis aspal modifikasi sangat diperlukan, melihat faktor-faktor cuaca dan pengaruh lain yang dapat berdampak pada kualitas aspal. Tiga jenis aspal yang dibutuhkan diantaranya, aspal yang tahan panas dihasilkan dengan menaikkan titik lembek pada aspal.

Selanjutnya ada aspal yang lebih lengket, dihasilkan dengan cara menaikkan adhesi. Terakhir, aspal yang tahan akan ultra violet, shingga tidak mudah mengalami penuaan.

  1. Aspal Buton

Asbuton adalah singkatan dari aspal buton, sesuai dengan namanya aspal ini ditemukan di pulau Buton. Aspal jenis ini berasal dari beberapa batuan yang didalamnya mengandung aspal dan sudah ditemukan sejak tahun 1920. Aspal buton memiliki cadangan lebih dari 600 juta ton, dengan banyaknya jumlah ini aspal buton menjadi jenis yang terbesar di dunia. Tambang lokal di Buton yang terkenal antara lain aspal buton Kabungka dan Lawele.

Itulah tadi artikel yang bisa kami kemukakan pada segenap pembaca berkenaan dengan macam-macam aspal dan fungsinya yang bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga memberi wawasan untuk kalian yang sedang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *