macam ikatan kimia

Macam Ikatan Kimia, Ciri, dan Contohnya

Diposting pada

macam ikatan kimia

Terbentuknya suatu molekul kimia karena reaksi terjadi karena adanya pembentukan ikatan kimia dalam struktur molekul tersebut. Ikatan kimia dapat terjadi antara dua atom yang berbeda jenis. Dengan banyaknya jumlah atom yang kita ketahui dalam tabel sistem periodik membuat karakteristik tersendiri dalam macam macam ikatan kimia untuk setiap teori atom yang berbeda.

Dalam mempelajari kimia secara struktural, ikatan kimia adalah hal yang sangat penting karena dengan kita mengetahui jenis ikatannya maka kita juga akan mengetahui karakteristik molekul tersebut.

Ikatan Kimia

Ikatan kimia adalah suatu interaksi antara dua atom yang sama maupun berbeda dalam membentuk suatu molekul kimia tertentu yang lebih stabil. Suatu atom memang dapat berada dalam bentuk bebasnya, namun beberapa atom akan lebih stabil ketika berikatan dengan atom yang lain. Hal ini berhubungan dengan tingkat energi atom yang akan lebih rendah ketika berada dalam keadaan berikatan dengan atom lain.

Ikatan kimia dapat terbentuk dalam berbagai macam cara tergantung dari jenis atom yang akan berikatan tersebut. Namun umumnya pembentukan ikatan ini melibatkan elektron dalam suatu atom tersebut. Kita mengetahui bahwa atom memiliki elektron yang mengelilingi intinya dan membentuk kulit atau orbital elektron. Susunan elektron dalam orbital ini yang akan mempengaruhi pembentukan ikatan kimia dalam suatu molekul.

Dalam reaksi kimia salah satu hal yang dipengaruhi adalah ikatan kimia. Suatu reaksi kimia dapat menginisiasi pembentukan ikatan kimia yang baru ataupun pemecahan ikatan kimia yang ada.

Hal ini tentu akan sangat tergantung pada masing masing reaktan yang bereaksi dan bagaimana karakteristik susunan elektronnya. Dengan mengetahui susunan elektron serta macam ikatan kimia yang ada, maka kita bisa memprediksi bagaimana suatu reaksi kimia antara reagen tertentu akan menghasilkan produk.

Macam Ikatan Kimia

Pada dasarnya ikatan kimia dibagi menjadi tiga klasifikasi yakni ikatan kovalen, ikatan ionik dan ikatan metalik. Namun kita dapat membaginya ke dalam sub bagian lagi dengan didasarkan pada beberapa acuan yang berbeda.

  1. Ikatan Kovalen Tunggal

Ikatan kovalen merupakan ikatan kimia yang terjadi karena adanya penggunaan bersama dan pembagian pasangan elektron antara dua atom yang saling berikatan. Dapat dikatakan ikatan ini terjadi karena adanya interaksi dari elektron terhadap dua atom tersebut.

Jenis ikatan kovalen yang pertama adalah ikatan kovalen tunggal. Ikatan ini terbentuk ketika terdapat satu pasangan elektron yang digunakan oleh dua atom yang berikatan dan disebut dengan ikatan sigma. Ikatan tunggal ini direpresentasikan dengan menggunakan garis tunggal (-) dalam penggambaran ikatannya.

Ciri ikatan tunggal ini yaitu ikatan kimia ini cenderung bersifat lemah. Kemudian panjang ikatan kovalen tunggal juga relatif lebih panjang dibandingkan ikatan lainnya. Namun dalam hal stabilitas, ikatan kovalen tunggal memiliki stabilitas yang paling tinggi.

Sebagai contoh ikatan kovalen tunggal yaitu pada senyawa HBr dimana ikatan ini tersusun atas atom hidrogen dengan satu elektron valensi dan juga atom klorin dengan tuju elektron valensi. Dalam kasus ini, ikatan tunggal akan terbentuk ketika hidrogen menyumbangkan satu elektronnya untuk digunakan bersama dengan klorin sehingga memenuhi kaidah oktet.

  1. Ikatan Kovalen Ganda

Ikatan kovalen ganda merupakan jenis ikatan kimia yang terjadi ketika terdapat dua pasangan elektron yang digunakan bersama antara dua atom yang berikatan. Ikatan ganda ini terbentuk oleh satu ikatan sigma dan satu ikatan phi.

Dalam hal ini ikatan sigma memiliki sifat yang sama seperti pada ikatan kovalen tunggal dan ikatan phi memiliki kekuatan yang lebih lemah dibandingkan ikatan sigma. Hal itu karena dalam ikatan sigma terjadi tumpang tindih orbital secara sempurna namun dalam ikatan phi tidak terjadi tumpang tindih yang sempurna.

Ciri dari ikatan kovalen ganda adalah kekuatan ikatannya yang cenderung lebih kuat dibandingkan ikatan tunggal. Kemudian jarak ikatan yang lebih pendek karena adanya dua jenis ikatan.

Sedangkan ikatan ini cenderung lebih reaktif dibandingkan ikatan tunggal karena adanya ikatan phi yang sangat mudah diganggu oleh reaktan tertentu. Contoh ikatan kovalen ganda adalah dalam senyawa CO2 dimana karbon berikatan secara kovalen ganda dengan masing masing atom oksigen.

  1. Ikatan Kovalen Rangkap Tiga

Ikatan kovalen rangkap tiga adalah jenis ikatan kovalen yang terbentuk dengan adanya tiga pasangan elektron yang digunakan bersama oleh dua atom berikatan. Ikatan ini dilambangkan dengan tiga garis (≡) untuk menggambarkan suatu struktur kimia. Ikatan rangkap tiga terdiri dari satu ikatan sigma dan dua ikatan phi.

Ciri dari ikatan kovalen rangkap tiga adalah kekuatan ikatan yang paling kuat. Lalu jarak ikatan juga yang paling pendek. Namun memiliki kestabilan yang paling rendah karena adanya dua ikatan phi yang sangat rentan untuk bereaksi karena ikatan phi bersifat tidak stabil.

Contoh dari ikatan kovalen rangkap tiga adalah pada gas nitrogen (N2) dimana kedua atom nitrogen pada senyawa ini dihubungkan dengan ikatan rangkap tiga.

  1. Ikatan Kovalen Polar

Jenis ikatan kovalen lainnya adalah ikatan kovalen polar dimana ini didasarkan pada elektronegativitas atom yang berikatan. Ikatan kovalen polar adalah jenis ikatan kimia yang terjadi ketika dua atom dengan elektronegativitas yang berbeda saling berbagi elektron dan membentuk ikatan.

Semakin tinggi elektronegativitas salah satu atom dalam ikatan tersebut, maka akan membuat elektron dalam ikatan cenderung tertarik ke arahnya. Hal ini membuat senyawa polar akan memiliki muatan dipol positif dan negatif.

Ciri ikatan kovalen polar adalah memiliki perbedaan elektronegativitas tinggi antara kedua atomnya namun kurang dari 2. Ikatan kovalen polar juga dapat membentuk ikatan hidrogen karena adanya muatan elektrostatik pada salah satu atom.

Contoh ikatan kovalen polar adalah dalam molekul air (H2O) dimana hidrogen dengan elektronegativitas 2.2 dan juga oksigen dengan elektronegativitas 3.44 jika berikatan akan menghasilkan ikatan kovalen polar.

  1. Ikatan Kovalen Nonpolar

Ikatan kovalen nonpolar merupakan kebalikan dari ikatan kovalen polar yakni ikatan ini terjadi ketika terdapat dua atom dengan perbedaan elektronegativitas sama dengan nol saling berbagi elektron dan membentuk ikatan. Dengan kata lain yaitu dalam ikatan kovalen nonpolar, kedua atom yang berikatan memiliki elektronegativitas yang sama sehingga tidak terjadi kecenderungan elektron untuk berada di salah satu sisi atom.

Ciri dari ikatan kovalen nonpolar adalah sudah pasti selisih elektronegativitasnya nol. Kebanyakan ikatan kovalen nonpolar ditemukan dalam molekul gas. Sebagai contoh yaitu pada gas hidrogen (H2) dimana kedua hidrogen ini memiliki elektronegativitas yang sama sehingga membentuk ikatan kovalen nonpolar.

  1. Ikatan Kovalen Koordniasi

Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kovalen yang terjadi antara dua atom ketika penggunaan elektron hanya berasal dari salah satu atom. Artinya yaitu dalam ikatan kovalen koordinasi, salah satu atom tidak menyumbangkan elektronnya melainkan hanya menggunakan pasangan elektron dari atom lain.

Contoh ikatan kovalen koordinasi adalah pada arti ion hidronium (H3O+). Dalam ion ini, salah satu hidrogen terikat secara ikatan kovalen koordinasi dimana adanya pasangan elektron bebas pada oksigen yang tidak digunakan akan digunakan untuk berikatan dengna hidrogen ketiga tersebut sehingga menghasilkan senyawa ionik.

  1. Ikatan Ionik

Jenis lain dari ikatan kimia yakni ikatan ionik yang merupakan ikatan berjenis elektrovalen. Ikatan ionik adalah ikatan yang terbentuk oleh interaksi dua atom yang memiliki muatan berlawanan. Dalam pembentukan ikatan ionik ini diinisiasi dengan adanya pembentukan ion pada suatu atom.

Pembentukan ion ini dapat terjadi dengan pelepasan elektron dalam suatu atom sehingga membentuk ion positif atau kation. Ataupun dengan penerimaan elektron oleh suatu atom sehingga membentuk ion negatif atau anion. Kedua atom bermuatan berbeda ini dapat menimbulkan interaksi tarik menarik oleh adanya gaya elektrostatik sehingga membentuk senyawa ionik.

Ciri dari ikatan ionik adalah terbentuk oleh atom non logam dengan atom logam alkali atau alkali tanah. Perbedaan elektronegativitas dari ikatan ionik juga sangat besar bahkan lebih besar daripada senyawa kovalen polar. Contoh ikatan ionik adalah pada senyawa natrium klorida (NaCl) yang terbentuk dengan adanya ion Na+ dan juga Cl yang saling berikatan.

  1. Ikatan Logam

Ikatan logam atau metalik adalah ikatan yang terjadi antar unsur logam dimana interaksi terjadi ketika elektron valensi dari atom logam akan menarik atom logam lain yang bermuatan positif. Dalam ikatan logam ini dikenal juga dengan istilah lautan elektron dimana suatu atom logam kehilangan elektron valensi dan menghasilkan atom positif.

Kemudian elektron valensi tersebut akan membentuk lautan elektron yang memiliki interaksi terhadap kation logam yang lain sehingga menghasilkan tarikan yang kuat.

Ciri dari ikatan logam yaitu terbentuk antar senyawa logam yang sama maupun berbeda. Kemudian ikatan ini juga menghasilkan sifat logam seperti kilau, konduktivitas yang baik, serta memiliki titik leleh yang tinggi. Contoh ikatan logam yaitu pada logam besi (Fe), emas (Au), tembaga (Cu), dan lain lain.

Demikian artikel lengkap yang bisa kami sampaikan pada segenap pembaca berkenaan tentang macam ikatan kimia, ciri, dan contohnya. Semoga melalui postingan kali ini dapat membantu dan bermanfaat bagi pembaca yang sedang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Aji Pangestu Adalah Mahasiswa Jurusan Kimia Yang saat ini Sedang Belajar serta Menyelesaikan Studi Pendidikan di salah Satu Kampus Negari Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *