Ion Adalah

Pengertian Ion, Karakteristik, Jenis dan Contohnya

Diposting pada

Ion merupakan kondisi yang sering dialami oleh sebagian atom ataupun senyawa, dimana pada keadaan ion tersebut suatu atom menjadi bermuatan. Ion sangat banyak sekali kita temui dalam kehidupan sehari-hari seperti pada garam dapur yang merupakan senyawa NaCl dimana ketika dilarutkan dalam air, garam akan terlarut dan terionisasi menjadi Na yang bermuatan positif dan Cl yang bermuatan negatif.

Keadaan ion juga merupakan suatu proses kimia yang pada umumnya dihasilkan melalui reaksi kimia. Oleh karena itu dalam ilmu kimi, terdapat studi lebih lanjut mengenai ion ion tersebut. Pada artikel ini akan dibahas tentang pengertian ion, karakteristik ion, jenis dan contoh ion, serta berbagai kegunaan ion dalam kehidupan sehari-hari.

Ion Adalah

Ion

Istilah ion diperkenalkan oleh ahli kimia dan fisika inggris Michael Faraday pada tahun 1834 dimana pada saat itu dia menggambarkan spesies kimia yang bergerak dari satu elektroda ke elektroda yang lain dalam larutan berair. Kata ion berasal dari bahasa Yunani dimana ion atau ienai yang berarti “pergi”.

Meskipun Faraday tidak dapat mengidentifikasi partikel yang bergerak di antara kedua elektroda tersebut, ia tahu jika logam dilarutkan ke dalam larutan dan diberikan elektroda, maka akan terdapat materi yang bergerak dibawah aliran listrik.

Sebelum mengenal ion, anda harus mengetahui terlebih dahulu tentang atom secara dasar. Dalam atom, terdapat sebuah nomor atom yang merupakan jumlah proton atau muatan positif yang ada pada sebuah atom. Atom dalam kondisi normal memiliki jumlah muatan positif atau proton yang sama degan jumlah elektron yang bermuatan negatif, dengan kata lain bahwa atom tersebut bermuatan netral.

Dalam kondisi tertentu, suatu atom dapat kehilangan satu atau lebih elektron yang dimilikinya. Ketika hal itu terjadi maka atom menjadi tidak lagi bermuatan netral, namun menjadi bermuatan positif karena jumlah proton lebih banyak daripada elektron. Hal itu lah yang dinamakan kondisi ion suatu atom. Kasus di atas merupakan salah satu contoh dari terbentuknya ion.

Pengertian Ion

Ion adalah atom atau molekul yang memperoleh atau kehilangan satu atau lebih elektron sehingga jumlah elektronnya berbeda dengan jumlah proton. Jika jumlah elektron lebih sedikit dari proton atau kehilangan elektron, maka ion tersebut bermuatan positif.

Namun jika jumlah elektron lebih banyak dari proton atau menerima elektron, maka ion tersebut bermuatan negatif. Penulisan ion biasanya diikuti dengan tanda positif atau negatif sesuai dengan muatan ion tersebut.

Sebagai contoh, atom Na pada kondisi normal memiliki 11 elektron untuk memenuhi seluruh subkulit. Pada kondisi tertentu, ketika di sekitar Na terdapat elemen lain yang bersifat menarik elektron dari Na, seperti ketika Na dicampurkan dengan Cl yang mampu menarik elektron.

Pada kondisi tersebut, elektron dari Na akan tertarik ke Cl sehingga Na kehilangan satu buah elektron menjadi hanya memiliki 10 elektron. Ketika Na hanya memiliki 10 elektron, maka jumlahnya lebih sedikit daripada proton yang dia miliki sehingga atom Na akan bermuatan positif. Sedangkan pada Cl yang telah menarik satu elektron dari Na, akan menjadi negatif karena memiliki elektron yang lebih banyak daripada protonnya.

Suatu molekul atau senyawa yang tidak hanya terdiri dari satu jenis atom juga dapat mengalami ionisasi. Contohnya yaitu nitrat (NO3) yang terdiri dari 1 atom nitrogen dan 3 atom oksigen. Pada kondisi tersebut, nitrat akan berada dalam bentuk anion atau bermuatan negatif sehingga pada umumnya nitrat akan dituliskan sebagai NO3.

Karakteristik dari Ion

Zat yang terionisasi pada umumnya memiliki sifat dan perilaku yang berbeda daripada ketika zat tersebut pada kondisi netral. Hal yang umum terjadi adalah suatu zat yang bersifat isolator atau non-konduktor akan menjadi konduktor atau mampu menghantarkan listrik ketika zat tersebut terionisasi.

Ketika suatu atom atau molekul  berubah menjadi ion, maka atom atau molekul tersebut menjadi sesuatu yang sepenuhnya baru. Ketika suatu materi berada dalam kondisi ion, maka materi tersebut akan lebih reaktif atau mudah bereaksi dengan zat lain.

Hal itu karena pada kondisi ion, suatu atom atau molekul memiliki energi yang lebih tinggi sehingga cenderung akan bereaksi dengan zat lain yang berada di sekitarnya dan memungkinkan untuk terjadinya reaksi. Dengan bereaksi atau berikatan dengan zat lain, maka muatan akan menjadi netral kembali sehingga energi dari materi itu akan lebih rendah atau menjadi lebih stabil.

Senyawa ionik dapat berasal dari bahan logam maupun non-logam. Sebagian besar senyawa ionik dapat larut dalam air, namun tidak semua yang larut dalam air bersifat ionik. Hal ini disebabkan karena molekul air dapat menembus kristal atau kisi kristal sehingga memecah atau melemahkan kekuatan elektrostatik yang kuat antara ikatan kation dan anion.

Ketika ikatan tersebut terbuka, maka suatu senyawa ionik akan menjadi larut dalam air dalam keadaan ionisasi. Sedangkan dalam pelarut organik, senyawa ionik ini tidak larut dalam pelarut organik seperti dalam eter, n-hexane, alkohol, maupun dalam pelarut organik lainnya.

Jenis dan Contoh Ion

Ion dapat dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu kation dan anion :

Kation

Kation adalah suatu ion yang membawa muatan positif yang disebabkan karena jumlah proton dalam suatu spesi lebih banyak daripada jumlah elektronnya. Kation pada umumnya terbentuk akibat dari suatu spesi yang kehilangan satu atau lebih elektronnya. Rumus untuk kation ditunjukkan dengan tanda “+” dengan diawali angka yang menunjukkan jumlah muatan. Misalnya yaitu H+ berarti atom hidrogen yang bermuatan 1+, untuk Ca2+ merupakan kalsium yang bermuatan 2+.

Contoh dari kation, yaitu

Al3+, NH4+, Ba2+, Na+, dan lain-lain.

Anion

Anion merupakan suatu ion yang membawa muatan negatif yang dikarenakan jumlah elektron pada suatu spesi lebih besar daripada jumlah elektronnya. Anion dapat terbentuk karena suatu spesi menarik atau menangkap elektron dari spesi lain yang kehilangan elektron.

Dalam kimia, anion biasa dituliskan dengan tanda “-“ yang sama seperti kation dengan diawali angka yang menunjukkan besar muatannya.

Contoh dari anion, yaitu

Cl, CH3COO, CO32-, F, HPO42-, OH, dan lain-lain.

Dikarenakan kation dan anion merupakan dua spesi yang membawa muatan listrik berlawanan, maka kation dan anion akan saling tertarik satu sama lain. Suatu kation dapat bersaing dengan kation lain dalam mengikat anion, hal tersebut juga berlaku pada anion yang dapat bersaing dengan anion lain untuk berikatan dengan kation.

Oleh karena itu, kation dan anion dapat dikategorikan sebagai suatu spesi kimia yang reaktif. Ketika kation dan anion bereaksi atau bergabung, maka dapat terbentuk suatu senyawa seperti contohnya garam.

Contoh Kegunaan Ion dalam Kehidupan

Adapun untuk beragam contoh kegunaan Ioa di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, antara lain adalah sebagai berikut;

Narium Klorida

Natrium klorida atau NaCl merupakan senyawa ionik yang paling sering digunakan yaitu sebagai garam dapur. Karena sifatnya yang mampu menghasilkan rasa asin sehingga NaCl banyak digunakan dalam penyedap makanan.

Natrium Benzoat

Natrium benzoat sering digunakan dalam pengobatan sklerosis dan juga sering digunakan untuk membantu mengurangi penurunan amonia dalam sistem tubuh. Namun kelemahan senyawa ini adalah ketika dikonsumsi terlalu banyak akan menyebabkan darah dalam urin tinggi.

Kalium Permanganat

Kalium permananat atau KMnO4 merupakan senyawa yang banyak digunakan dalam formulasi anti bakteri. Banyak zat anti bakteri yang mengaplikasikan senyawa kalium permanganat ini sebagai anti bakteri.

Demikianlah serangkaian penjelasan serta pengulasan secara lengkapnya mengenai pengertian ion, ciri, jenis dan contohnya dalam kehidupan masyarakat. Semoga melalui artikel ini memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca, trimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *