Ciri Ion dan Contohnya

Ciri Ion dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-Hari

Diposting pada

Ciri Ion dan Contohnya

Jikalau dilihat dari jenis ion terbagi menjadi dua, yakni positif (kation) dan ion negatif (anion) yang memiliki kajian penting, dimana untuk kimia di ionosfer Bumi dan planet lain serta untuk arti kimia unsur dalam gas yang sangat terionisasi di sekitar pesawat ruang angkasa, meteor, dan meteorit selama masuk hipersonik di atmosfer planet.

Dalam beberapa kasus seperti CF4 dan perfluorokarbon lainnya, reaksi dengan ion di atmosfer bagian atas Bumi adalah satu-satunya proses penghancuran yang diketahui untuk gas rumah kaca. Sehingga kajian terkait hal ini juga runtut dalam karakteristik tertentu.

Ion

Ion adalah molekul yang kehilangan atau memperoleh elektron melalui berbagai gaya atmosfer atau pengaruh lingkungan. Ion yang hanya terdiri dari satu atom disebut ion atom atau monatomik, sedangkan dua atau lebih atom membentuk ion molekuler atau ion poliatomik.

Dalam kasus ionisasi fisik dalam cairan (gas atau cairan), “pasangan ion” diciptakan oleh tumbukan molekul spontan, di mana setiap pasangan yang dihasilkan terdiri dari elektron bebas dan ion positif.

Sejarah Penemuan Ion

Ion dalam sejarahnya dibuat oleh interaksi kimia, seperti disolusi garam dalam cairan, atau dengan cara lain, seperti melewatkan arus langsung melalui larutan konduktor, melarutkan anoda melalui ionisasi. Istilah ion ini diperkenalkan (setelah saran oleh William Whewell) oleh fisikawan dan ahli kimia Inggris Michael Faraday pada tahun 1834 untuk spesies yang saat itu tidak diketahui yang berpindah dari satu elektroda ke yang lain melalui media berair.

Faraday tidak tahu sifat spesies ini, tetapi ia tahu bahwa karena logam larut ke dalam dan memasukkan larutan pada satu elektroda dan logam baru muncul dari larutan di elektroda lainnya; bahwa beberapa jenis zat telah bergerak melalui larutan dalam arus.

Ini menyampaikan zat dari satu tempat ke tempat lain. Dalam korespondensi dengan Faraday, Whewell juga menciptakan kata anoda dan katoda, serta anion dan kation sebagai ion yang tertarik pada masing-masing elektroda.

Svante Arrhenius mengajukan, dalam disertasinya pada tahun 1884, penjelasannya tentang fakta bahwa garam kristal padat berdisosiasi menjadi partikel berpasangan ketika dilarutkan, untuk itu membuatnya memenangkan Hadiah Nobel Kimia pada tahun 1903. Penjelasan Arrhenius adalah bahwa dalam membentuk larutan, garam terdisosiasi menjadi ion Faraday. Arrhenius mengusulkan bahwa ion terbentuk bahkan tanpa adanya arus listrik

Ciri Ion

Berikut ini ciri atau karakteristik ion secara umum, antara lain:

  1. Ion dalam keadaan seperti gas sangat reaktif dan akan dengan cepat berinteraksi dengan ion dengan muatan berlawanan untuk menghasilkan molekul netral atau garam ionik.
  2. Ion diproduksi dalam keadaan cair atau padat ketika garam berinteraksi dengan pelarut (misalnya, air) untuk menghasilkan ion terlarut, yang lebih stabil, untuk alasan yang melibatkan kombinasi energi dan perubahan entropi ketika ion berpindah dari satu sama lain ke berinteraksi dengan cairan.
  3. Spesies yang stabil ini lebih sering ditemukan di lingkungan pada suhu rendah. Contoh umum adalah ion hadir dalam air laut, yang berasal dari garam terlarut.
  4. Sebagai benda bermuatan, ion tertarik ke muatan listrik yang berlawanan (positif ke negatif, dan sebaliknya) dan ditolak oleh muatan serupa. Ketika mereka bergerak, lintasannya dapat dibelokkan oleh medan magnet.
  5. Elektron, karena massanya yang lebih kecil dan karena itu memiliki sifat mengisi ruang yang lebih besar sebagai gelombang materi, menentukan ukuran atom dan molekul yang memiliki elektron sama sekali.

Contoh dan Jenis Ion

Adapun jiklau dilihat daripada bentuk Ion dan contohnya yang mudah ditemukan dalam kehidupan seharai-hari, antara lain;

Ion Positif

Ion positif kerapkali dikenal dengan kation yang memiliki lebih banyak proton daripada elektron, akibatnya memberikan muatan positif bersih pada kehidupan manusia. Agar kation terbentuk, satu atau lebih elektron harus hilang, biasanya ditarik oleh atom dengan afinitas yang lebih kuat untuknya.

Jumlah elektron yang hilang, dan juga muatan ion positif ini akan senantiasa ditunjukkan setelah simbol bahann kimia. Untuk contoh dalam ion positif ini, antara lain seperti;

  • Perak, yang mana dalam makna ikatan kimia perak ini diberikan simbul (Ag)

Untuk ciri daripada ion yang membawa muatan positif, antara lain;

  • Menyebabkannya bermigrasi ke katoda (elektroda negatif) dalam elektrolisis
  • Memiliki lebih banyak proton daripada electron
  • Kation biasanya berupa bentuk logam

Ion Negatif

Anion adalah ion yang membawa muatan negatif, menyebabkannya bermigrasi ke anoda (elektroda positif) dalam elektrolisis. Ia memiliki lebih banyak elektron daripada proton, menghasilkan muatan negatif. Anion adalah bukan logam. Contoh yang mudah ditemukan dalam ion negative ini, yaitu;

  • Asam Sulfat

Asam sulfat dikatakan bermuatan negatif bersih (anion) biasanya ditandai dengan superskrip – setelah rumus kimia, seperti OH-.

Nah, itulah tadi penjelasan secara lengkap terkait dengan ciri-ciri ion dan contohnya yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan dan menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *