Fungsi dari Kondensor
Fungsi dari Kondensor

Fungsi Kondensor dan Contoh Penggunannya

Diposting pada

Fungsi dari Kondensor

Kondensor memiliki nama lain alat pendingin yang dalam Bahasa Inggris dikenal dengan heat exchanger atau mesin penukar kalor (energi panas). Setidaknya terdapat beragamnya jenis desain yang dapat dibuat dalam bentuk kondensor dengan beragam komponen. Misalnya saja pada pipa dan pemegang pipa dimana pipa menjadi salah satu benda yang terbuat dari aluminium brass dan pemegang pipa sendiri terbuat dari naval brass.

Tetapi yang perlu setidaknya dipahami dalam sistem penggunaan sebagai alat laboratorium kimia ataupun destilasi untuk kondensor dalam penerapannya memiliki kegunaan yang sangat besar.

Kondensor

Desain yang ada dalam kondensor memiliki berbagai jenis variasi yang tak terhitung jumlahnya dengan variabel desain termasuk fluida kerja (working fluid), fluida sekunder (secondary fluid), geometri dan material. Prihal ini misalnya saja fluida sekunder yang umum termasuk air, udara, zat pendingin, atau bahan pengubah fase.

Sehingga sebagai sistem yang melibatkan perpindahan panas maka kondensor adalah penukar panas yang digunakan untuk mengembunkan zat gas menjadi cairan melalui pendinginan. Dalam proses tersebut, terjadi pelepasan panas laten dari suatu zat kemudian dipindahkan ke lingkungan sekitarnya.

Fungsi Kondensor

Secara singkat untuk fungsi utama dari kondensor, yaitu;

  1. Membuang Energi Panas

Fungsi paling utama dalam pemanfaatan kondensor ialah membuang energi panas (kalor) hingga berada dalam lingkungan luar. Prihal ini misalnya saja kondensor dirancang untuk mentransfer panas dari fluida kerja.

Terlihat dari adanya air di pembangkit listrik tenaga uap ke fluida sekunder atau udara sekitarnya. Dimana kondensor mengandalkan perpindahan panas yang efisien yang terjadi selama perubahan fasa, dalam hal ini selama kondensasi uap menjadi cairan.

Uap biasanya memasuki kondensor pada suhu di atas suhu fluida sekunder. Ketika sudah mendingin, uap tersebut mencapai suhu saturasi, mengembun menjadi cairan dan melepaskan panas laten dalam jumlah besar.

Karena proses tersebut terjadi di sepanjang kondensor, jumlah uap berkurang dan jumlah cairan meningkat; di outlet kondensor, hanya cairan yang tersisa. Beberapa desain kondensor memiliki panjang tambahan untuk mendinginkan cairan kental ini di bawah suhu saturasi.

  1. Mengubah Zat Gas Menjadi Cair

Manfaat lainnya dari kondensor ialah mampu merubah adanya pemuaian zat gas menjadi cair. Hal ini utamanya terlihat pada saat destilasi, dimana perubahan atas fasa zat terjadi pada saat temperatur tinggi dengan keluar melalui dinding-dinding kondensor sehingga terjadilah kondensasi.

Contoh Pemanfaatan Kondensor

Sedangkan untuk contoh pemanfaatan kondensor dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja;

  1. Sistem AC

Prihal ini fungsi kondensor pada sistem ac adalah sebagai pendingin udara. Dimana, untuk kondensor berpendingin udara merupakan peralatan AC standar yang selain digunakan untuk keperluan rumah tinggal (residental) juga digunakan di suatu lokasi yang pengadaan air bersihnya susah diperoleh atau mahal.

Kondensor berpendingin udara tipe konveksi paksa biasanya digunakan pada AC jendela, pendingin air, dan tanaman pendingin udara dalam kemasan. Adapun untuk kondensor berpendingin udara digunakan untuk mengembunkan uap buangan dari beberapa turbin uap yang lebih besar di pabrik.

  1. Peralatan Rumah Tangga

Penggunaan paling umum dari kondensor berpendingin udara tipe konveksi alami adalah untuk sistem pendingin berkapasitas kecil seperti lemari es dan freezer rumah tangga. Hal itu disebabkan karena laju aliran udara kecil dan perpindahan panas radiasi juga tidak terlalu tinggi, serta koefisien perpindahan panas gabungan dalam kondensor ini juga kecil.

  1. Pendingin air

Sedangkan untuk pemanfaatan kondensor dengan pendingin air, antara lain:

  1. Kondensor berpendingin air dengan tabung ganda digunakan untuk air pendingin berupa ammonia  dan
  2. Kondensor berpendingin air dengan tabung dan koil digunakan pada unit pendingin dengan freon refrigerant berkapasitas lebih kecil, misalnya yaitu untuk penyegar udara, pendingin air, dan sebagainya.
  3. Meskipun sedikit lebih mahal untuk dipasang, kondensor ini adalah tipe yang lebih efisien, dan biasanya digunakan untuk kolam renang.
  4. Kondensor berpendingin air juga digunakan sebagai kondensor yang disalurkan ke aliran air kota, kondensor ini memerlukan servis dan perawatan rutin.
  1. Pendingin campuran antara udara dan air

Fungsi kondensor dengan pendingin campuran antara udara dan air, antara lain:

  1. Meskipun kondensor berpendingin campuran atau kondensor evaporasi menjadi pilihan yang paling tidak populer, tapi ini digunakan ketika pasokan air tidak memadai untuk mengoperasikan kondensor berpendingin air atau suhu kondensasi lebih rendah yang dapat dicapai dengan kondensor berpendingin udara.
  2. Kondensor berpendingin campuran atau kondensor evaporasi dapat digunakan di dalam atau di luar gedung dan dalam kondisi khusus, beroperasi pada suhu kondensasi rendah.
  3. Kondensor evaporasi digunakan untuk menghilangkan panas berlebih dari sistem pendingin ketika panas tidak dapat digunakan untuk tujuan lain. Panas berlebih tersebut dihilangkan dengan menguapkan air.
  4. Kondensor evaporasi memiliki keunggulan utama dalam hal efisiensi energi. Oleh karena itu, kondensor yang satu ini harus menjadi pilihan yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan instalasi pendingin.

Kelebihan Kondensor

Kondensor memiliki dua keunggulan desain yang signifikan dibandingkan teknologi pendingin lainnya, yaitu:

  1. Perpindahan panas dengan panas laten jauh lebih efisien daripada perpindahan panas hanya dengan panas sensibel
  2. Suhu fluida kerja tetap relatif konstan selama kondensasi, yang memaksimalkan perbedaan suhu antara fluida kerja dan fluida sekunder.
Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, setidaknya diketaui bahwa terdapat macam-macam kondensor untuk keperluan secara umum, meskipun ada pula kondensor yang secara khusus difungsikan di laboratorium yang berbeda dengan kondensor lainnya tapi prinsip kerjanya sama, diantaranya yaitu kondensor Liebig, kondensor Allihn, dan kondensor Graham.

Prihal ini contoh kondensor pada pembangkit listrik tenaga uap diantaranya yaitu turbin uap, pompa vakum kondensor, air pendingin, dan pompa ekstraksi kondensat.

Demikinalah saja artikel yang bisa diberikan pada semua kalangan berkenaan dengan fungsi kondensor dan contoh pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga saja bisa memberi wawasan bagi kalian yang sedang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *