Jenis Oven Laboratorium dan Fungsinya
Jenis Oven Laboratorium dan Fungsinya

Jenis Oven Laboratorium dan Fungsinya

Diposting pada

Jenis Oven Laboratorium dan Fungsinya

Oven laboratorium kerapkali dipergunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk dalam bidang ilmu pengetahuan, industri, penelitian, dan pengembangan. Termasuk dalam penggunaan dan pengelolaan alat laboratorium kimia, biologi, ataupun mikrobiologi.

Disisi lain, untuk jenis oven laboratorium yang paling umum ditemukan memiliki suhu berkisar dari sekitar 300° C sehingga dipergunakan dalam bidang kimia, biologi, farmasi, dan forensik. Oleh karena itulah oven yang beroperasi di atas 300° C biasanya difungsikan untuk aplikasi yang lebih khusus dalam fisika, elektronik, dan pemrosesan material.

Oven Laboratorium

Oven laboratorium adalah peralatan yang digunakan untuk keperluan pemanasan. Selain untuk pemanasan fungsi oven laboratorium dapat digunakan dalam berbagai aplikasi dan konfigurasi yang berbeda, termasuk clean room, konveksi paksa (forced convection), aliran udara horizontal, atmosfer inert, konveksi alami, dan lain-lain.

Bahkan beberapa jenis industri yang biasanya menggunakan oven laboratorium adalah industri perawatan kesehatan, industri teknologi, dan industri transportasi. Laboratorium teknik sipil juga menggunakan oven untuk keperluan pengeringan sampel tanah, batu, beton, dan pengelolaan berbagai jenis aspal.

Fungsi Oven Laboratorium

Oven laboratorium memiliki banyak kegunaan dan aplikasi tergantung pada jenisnya, diantaranya yaitu sebagai berikut:

  1. Oven Tugas Berat (Heavy Duty Ovens)

Oven tugas berat yang dikenal dalam bahasa inggris heavy duty ovens banyak digunakan di lingkungan industri. Bagian kabinet pada oven ini umumnya lebih kuat. Kegunaan aplikasi oven jenis ini termasuk perawatan batch dan pemeriksaan penetrasi cairan.

  1. Oven Digital Standar (Standard Digital Ovens)

Oven digital standar yang dikenal dalam bahasa inggris dengan standard digital ovens kerapkali diproduksi untuk memberikan kontrol yang akurat dan memastikan keamanan. Spesifikasi standar meliputi: Pengontrol digital; dan sirkulasi kipas internal dengan termostat pengaman.

  1. Oven Kotak Panas (Hot Box Ovens)

Oven kotak panas pada hakekatnya sangatlah cocok untuk lingkungan di mana spesifikasi yang lebih dasar dapat diterima. Untuk kategori oven kotak panas dilengkapi dengan pengatur suhu hidrolik dan termostat pengaman, sebagai standar.

  1. Oven Peleleh Lilin (Wax Melting Ovens)

Oven peleleh lilin kerapkali dipergunakan untuk melelehkan dan memelihara lilin cair untuk tujuan histologi. Adapun disisi lain, spesifikasi dalam oven jenis ini meliputi termostat pengaman, nampan tetes, dan penggunaan rak kawat.

  1. Oven Suhu Tinggi (High Temperature Ovens)

Oven ini dibuat khusus dengan standar dan spesifikasi tinggi, dan karenanya memiliki insulasi tambahan di dalam pintu dan dinding kabinet. Fitting tugas berat menjadi standar untuk mengakomodasi lingkungan industri yang lebih kuat dan sangat cocok untuk pengujian aspal.

  1. Oven Pengujian Material (Materials Testing Ovens)

Oven jenis ini dibuat secara khusus untuk lingkungan kerja yang kuat dan ideal untuk pengujian aspal dan bahan konstruksi lainnya. Standar untuk oven ini adalah diproduksi dengan perabotan tugas berat dan lemari baja untuk keperluan industri.

  1. Oven Pengeringan Tanah dan Agregat (Soil Drying and Aggregate Ovens)

Oven ini diproduksi untuk pengujian tanah dan agregat, termasuk pengeringan sampel biologis. Oven jenis Ini dilengkapi dengan pilihan kontrol dial hidraulik, atau pengontrol digital. Suhu maksimum yang dapat diperoleh adalah 120° C.

  1. Oven Pengering (Drying Ovens)

Oven ini kadang-kadang disebut sebagai oven ekstraksi kelembaban, yang biasanya digunakan untuk mempercepat pengeringan dan ekstraksi penumpukan kelembaban dari tumbuhan dan partikel tanah. Segel silikon dipasang di dalam pintu dan ruang untuk penyediaan insulasi panas yang optimal.

  1. Kabinet/Lemari Pengering (Drying Cabinets)

Oven jenis ini biasanya digunakan untuk mengeringkan peralatan gelas, plastik, dan tempat berlubang. Temperatur tertinggi hingga 60C. Kabinet juga dapat digunakan dengan sirkulasi dan ekstrak kipas kombinasi untuk suhu yang stabil dan pembuangan kelembaban yang cepat dari sampel.

  1. Sterilisasi Udara Panas (Hot Air Sterilizers)

Oven dalam jenis sterilisasi udara panas dapat mencapai suhu hingga 250° C atau 300° C untuk memenuhi kebutuhan laboratorium ilmu hayati. Timer disertakan dan perlengkapan tambahan termasuk alarm bersuara jika diperlukan.

Hanya itusaja artikel yang bisa diberikan pada semua kalangan berkenaan dengan macam oven dalam laboratorium beserta kegunaannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *