Perbedaan Kimia Organik dan Anorganik

Perbedaan Kimia Organik dan Anorganik

Diposting pada

Perbedaan Kimia Organik dan Anorganik

Kimia sejatinya adalah ilmu kuno yang pengetahuan manusia telah tumbuh secara signifikan dalam 3.000 tahun terakhir. Tetapi hanya dalam beberapa abad terakhir para ilmuwan telah membuat beberapa langkah terbesar mereka dalam studi beragam contoh bahan kimia.

Hingga pada faktanya, baru pada abad ke-17 para ilmuwan mengakui bahwa ada dua jenis kimia, yaitu organik dan anorganik. Yang kesemua itu memiliki persamaan dan juga perbedannya. Oleh karena itulah artikel ini akan mengulas secara lengkap terkait penjelasan tersebut.

Kimia Organik dan Anorganik

Kimia organik dan anorganik sejatinya merupakan dua cabang utama dalam ilmu kimia yang melakukan kajian secara spesifik terkait dengan senyawa organik dan anorganik. Yang setidaknya dalam senyawa organik memiliki karbon dalam struktur kimianya. Sedangkan senyawa anorganik biasanya tidak memiliki elemen ini.

Kimia organik mempelajari struktur, sifat, komposisi, dan jenis reaksi organik senyawa yang mengandung karbon. Molekul-molekul ini terkait dengan zat yang diproduksi oleh organisme hidup, tetapi juga termasuk zat buatan manusia.

Beberapa contoh dalam kajian  kimia organik ini misalnya saja seperti asam nukleat, lemak, gula, protein, enzim, dan bahan bakar hidrokarbon. Aplikasi senyawa organik sangat besar, termasuk: obat-obatan, petrokimia, makanan, bahan peledak, cat dan kosmetik.

Kimia Organik dan Anorganik

Perbedaan anatara kimia organik dan anorganik sejatinya bisa dilihat dari beberapa karakteristik, yaitu: Struktur kimia, klasifikasi kimia, dan tujuan ilmiahnya. Akan tetapi, perbedaan utamanya memang paling tampak pada struktur bahan kimianya.

Senyawa Organik

Senyawa organik harus mengandung atom karbon dalam strukturnya. Tapi jangan kaget jika kita melihat elemen lain, seperti hidrogen, nitrogen, dan oksigen. Sebaliknya, senyawa dalam contoh kimia anorganik tidak mengandung atom karbon dalam strukturnya. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini ulasan terkait perbedaan tersebut;

 

No Senyawa Organik Senyawa Anorganik
1 Struktur yang ada dalam kimia organik lebih rumit Memiliki struktur yang sederhana
2 Dapat dipastikan bahwa senyawa organik keseluruhan unsur karbon Tidak semua mengandung unsur karbon
3 Senyawa organik umumnya berasal dari seluruh makhluk hidup dan dan hasil sintesis dalam kimia Bukan dari mahluk hidup, lantaran berasal dari sumber daya yang meral
4 Sangat mudah terbakar Tidak mudah untuk terbakar

Terlepas dari perbedaan utama antara kimia organik dan anorganik seperti yang telah disebutkan, ada hal yang perlu kita ketahui bahwa  karbon kadang-kadang dapat membuat tampilan khusus dalam struktur senyawa anorganik, yaitu dalam senyawa disebut organologam.

Senyawa organologam terbentuk dari ikatan atom karbon dalam senyawa organik dengan logam dalam senyawa anorganik. Senyawa organologam hanya menunjukkan kepada kita bahwa, terlepas dari perbedaan antara kedua bidang, ada area abu-abu di mana mereka dapat tumpang tindih satu sama lain.

Perbedaan antara kedua disiplin itu jauh dari absolut, karena ada banyak tumpang tindih dalam subdisiplin kimia organologam (seperti yang telah dijelaskan sebelumnya). Ini memiliki aplikasi dalam setiap aspek industri kimia, termasuk katalisis, ilmu material, pigmen, surfaktan, pelapis, obat-obatan, bahan bakar, dan pertanian.

Kesimpulan

Kimia organik adalah ilmu yang mempelajari molekul yang mengandung senyawa karbon. Sebaliknya, kimia anorganik adalah studi tentang semua senyawa yang TIDAK mengandung senyawa karbon.

Contoh Senyawa Organik dan Anorganik

Untuk lebih memperjelasanya, berikut ini serangkaian contohnya;

Senyawa yang termasuk kimia organik. Antara lain;

  • Alizarin, yang mengandung beberapa atom karbon

Senyawa yang termasuk kimia anorganik. Antara lain;

  • Kalium permanganat, tidak memiliki jejak karbon tunggal

Itulah tadi penjelasan dan pengulasan yang bisa dituliskan kepada segenap pembaca terkait dengan perbedaan antara kimia organik dan kimia anorganik serta contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga ulasan ini memberikan wawasan dan menambah pengetahuan bagi pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *