sifat ikatan logam

Sifat Ikatan Logam dan Contohnya

Diposting pada

sifat ikatan logam

Logam merupakan sesuatu yang umum dan dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Besi, aluminium, dan tembaga menjadi logam yang paling banyak kita temui di sekitar kita. Namun tahukah kalian bahwa dalam logam terdapat jenis ikatan tersendiri yakni ikatan logam yang bukan termasuk dalam ikatan kovalen maupun ikatan ionk?.

Adanya ikatan khusus dalam logam membuat sifat dari logam ini berbeda dengan senyawa kovalen maupun senyawa ionik. Tentu sifat ini bisa kita lihat dan kita bedakan dengan mata secara langsung. Sangat banyak sifat menarik dari logam yang dipengaruhi oleh jenis ikatannya.

Ikatan Logam

Ikatan logam merupakan satu jenis ikatan kimia yang menghubungkan antar atom logam dengan atom logam yang lain dimana interaksinya didapatkan melalui adanya elektron valensi dari atom logam yang memiliki gaya tarik dengan atom logam bermuatan positif lainnya atau kation logam.

Berbeda dengan ikatan kovalen yang terjadi antara atom non logam adengan atom non logam atau ikatan ionik yang terjadi antara atom non logam dengan atom logan. Dalam ikatam logam atau ikatan metalik ini terjadi antara atom logam dengan atom logam lain baik itu sejenis atau berbeda atom.

Jika suatu atom logam kehilangan elektron terluar atau elektron valensinya maka atom logam tersebut akan menjadi sebuah kation yang bermuatan positif. Hal yang sama terjadi pada atom logam lain disekitarnya dan membuat sistem tersebut banyak dipenuhi kation bermuatan positif.

Disamping itu, elektron yang hilang dari atom logam itu juga akan melimpah dalam sistem tersebut dan sesuai dengan sifat alami muatan negatif yang tertarik dengan muatan positif, maka elektron yang bermuatan negatif tersebut akan tertarik ke kation logam yang bermuatan positif. Hal ini terjadi di antara satu atom dengan atom lainnya.

Banyaknya elektron yang berada dalam satu sistem tersebut membuatnya dinamai dengan istilah lautan elektron. Ikatan antar atom terjadi karena elektronnya tertarik ke kation logam lain baik itu logam yang sejenis ataupun logam yang berbeda jenis. Jika terjadi dalam logam yang berbeda jenis, maka dapat disebut dengan paduan logam.

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi ikatan logam yakni;

  1. Jumlah elektron terluar yang lepas dalam suatu atom, muatan positif yang dimiliki oleh kation
  2. Ukuran jari jari dari kation tersebut

Ikatan logam akan membentuk suatu struktur rigid dari ion logam yang dikelilingi oleh elektron. Ikatan logam ini juga tidak akan pecah meskipun logam dipanaskan hingga meleleh.

Namun yang terjadi ialah ikatan menjadi melemah dan menyebabkan susunan struktur ion logam yang telah tertata rigid menjadi kehilangan sifat rigidnya dan menjadi cair. Namun ikatan ini akan rusak jika lelehan logam dipanaskan hingga titik didihnya.

Sifat Ikatan Logam

Adapun sifat dan contoh yang ada dalam ikatan logam, antara lain sebagai berikut;

Sifat Metalik

Dalam sebuah logam, suatu atom akan kehilangan elektron untuk membentuk suatu kation bermuatan positif yang akan dikelilingi oleh banyak elektron. Bentuk padatan dihasilkan dengan adanya interaksi elektrostatik antara ion positif dengan awan elektron yang ada. Interaksi ini yang disebut ikatan metalik.

Titik Leleh dan Kekuatan Logam

Kekuatan dari logam diperoleh dari adanya tarikan elektrostatik antara latis dari ion positif dan lautan elektron valensi dalam suatu sistem. Semakin besar nomor atom dan semakin kecil ukuran atom, maka gaya tarikan akan semakin kuat dan membuat logam juga semakin kuat.

Logam transisi dengan elektron valensinya pada orbital d memberikan kekuatan dan titik leleh yang relatif lebih tinggi dibanding logam lainnya. Fe memiliki titik leleh 1539 oC, Re memiliki titik leleh 3180 oC, Os dengan titik leleh 2727 oC dan W yang memiliki titik leleh 3380 oC.

Konduktivitas Elektrik

Sifat konduktivitas elektrik merupakan sifat yang dimiliki oleh suatu struktur jika didalamnya mengandung partikel bermuatan yang mampu membawa muatan listrik dan berpindah dengan mudah dalam sistem tersebut. Sebagai contoh ketika senyawa ionik dilarutkan dalam air, maka ciri ion yang berada dalam larutan akan berperan untuk membawa muatan listrik bergerak dalam sistem larutan sehingga listrik dapat mengalir didalamnya.

Telah kita ketahui bahwa dalam senyawa metalik, terdapat lautan elektron atau elektron dalam jumlah yang sangat melimpah. Elektron dalam logam tersebut dapat berpindah dengan sangat mudah dan leluasa ke semua bagian logam.

Hal inilah yang membuat logam dapat menjadi konduktor listrik yang sangat baik. Sebagai contoh saat ini tembaga merupakan salah satu jenis logam yang memiliki konduktivitas listrik yang sangat baik dan harganya terjangkau sehingga banyak digunakan sebagai pengalir listrik dalam kabel.

Kondukivitas Panas

Berhubungan dengan sifat konduktivitas listrik yang dimiliki oleh logam, sifat elektron yang demikian juga menyebabkan logam memiliki konduktivitas panas yang sangat baik. Jika konduktivitas listrik didapatkan melalui elektron yang berperan dalam bergerak untuk membawa muatan listrik.

Dalam konduktivitas panas, elektron sangat mungkin untuk mentransfer energi panas dari satu titik ke titik lain melalui vibrasi yang terjadi dalam sistem logam tersebut. Suatu panas dapat mengalir ketika terdapat sistem vibrasi dan tumbukan yang memungkinkan energi tersebut mengalir.

Sebagai contoh besi memiliki konduktivitas panas yang baik dimana jika kita panaskan satu sisi, maka dalam waktu yang singkat sisi yang lain juga akan meningkat suhunya.

Sifat Kilau

Salah satu keistimewaan senyawa metalik yang tidak dimiliki oleh senyawa lain yakni sifat kilau yang dimilikinya. Jika kita lihat, suatu logam pasti memiliki sifat ini dimana ini juga menjadi ciri khas logam. Sifat kilau ini diperoleh ketika suatu cahaya datang ke permukaan suatu logam, maka energi dari cahaya tersebut atau energi foton akan diserap oleh lautan elektron yang ada dalam sistem logam.

Ketika suatu elektron menyerap energi, maka akan terjadi eksitasi elektron yang berarti elektron tersebut akan berpindah ke orbital yang lebih tinggi sehingga tingkat energi dari elektron tersebut juga akan meningkat. Dalam hal tersebut elektron memiliki stabilitas yang rendah sehingga akan cenderung kembali ke keadaan dasar atau ground state.

Proses kembalinya elektron dari keadaan tereksitasi ke keadaan dasar akan melepaskan atau mengemisikan suatu cahaya. Emisi cahaya tersebutlah yang menyebabkan suatu logam memiliki sifat kilau dan tidak dimiliki oleh senyawa lain.

sifat ikatan logam
Sifat Ikatan Logam

Sebagai contoh, logam emas yang merupakan sebuah logam bernilai mahal karena banyak digunakan sebagai perhiasan.

Hal itu karena kilau yang dimiliki emas menghasilkan warna khusus yang disukai banyak orang. Emas akan menyerap cahaya biru dan menghasilkan emisi cahaya berwarna kuning dan merah sehingga menghasilkan kilau emas yang sangat indah dan bernilai mahal.

Sifat Mekanik Logam

Sifat mekanik dalam logam termasuk sifat kelenturan dan keuletan logam yang artinya adalah kapasitas plastis suatu logam.

Sedikit mengulas tentang senyawa ionik, ketika garam dapur yang merupakan senyawa ionik dipukul dengan palu, maka yang akan terjadi garam tersebut terpecah menjadi ukuran yang lebih kecil. Hal itu karena senyawa ionik memiliki kekerasan yang baik namun sifatnya rapuh.

Ini berbeda dengan sifat logam dimana strukturnya yang rigid memungkinkannya memiliki plastisitas yang baik. Jika kita memukul logam dengan palu, logam tidak akan terpecah menjadi banyak partikel kecil melainkan akan berubah bentuknya.

Suatu lautan elektron dalam ikatan logam memungkinkan deformasi dari suatu latis. Ketika logam dipukul dengan palu, maka latis rigid yang ada hanya akan mengalami perubahan bentuk dan tidak mengalami keretakan. Struktur yang dimiliki logam pun akan tetap dan tidak berubah

Oleh karena itu ketika logam dipukul terus menerus akan membuatnya menjadi suatu lembaran tipis dan tetap tidak terpecah. Sifat inilah yang membuat logam memiliki sifat keuletan yang tinggi.

Sebagai contoh dalam pembuatan pisau, maka besi yang telah dimodifikasi akan dipanaskan dan kemudian akan dipukul oleh pembuatnya. Pemukulan ini bertujuan untuk menipiskan logam besi tersebut.

Dalam prosesnya, tidak akan terjadi keretakan pada logam melainkan yang terjadi adalah besi semakin menipis dan melebar. Proses pemanasan yang dilakukan hanya bertujuan untuk memudahkan proses pemipihan besi tersebut.

Nah, demikianlah materi lengkap yang dapat kami tuliskan tentang berbagai sifat ikatan logam dan contoh-contohnya yang mudah ditemukan. Semoga hadirnya tulisan ini dapat memberikan kepahaman kepada pembaca sekalian.

Gambar Gravatar
Aji Pangestu Adalah Mahasiswa Jurusan Kimia Yang saat ini Sedang Belajar serta Menyelesaikan Studi Pendidikan di salah Satu Kampus Negari Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *