Contoh Termokimia dalam Kehidupan Sehari-Hari
Pemanfaatan Termokimia dalam Kehidupan Sehari-Hari

Pemanfaatan Termokimia dalam Kehidupan Sehari-Hari

Diposting pada

Contoh Termokimia dalam Kehidupan Sehari-Hari

Di dalam termokimia, penting untuk bisa mendefinisikan sistem dan lingkungan. Karena hal ini senantiasa dianggap konsep yang sangat mendasar dalam ilmu termokimia.

Dimana sistem merupakan segala sesuatu yang mempelajari suatu perubahan energi selama proses berlangsung. Sementara hal-hal yang bersifat tetap dan tidak berubah selama prosesnya dan juga membatasi sistem serta mempengaruhi sistem disebut dengan lingkungan. Salah satu terapan termokimia dalam kehidupan sehari-hari yang terdekat terjadi di dalam tubuh manusia.

Pada prosesnya arti reaksi kimia didalam tubuh seperti produksi dari energi-energi yang masuk atau keluar setiap melakukan aktivitas.

Termokimia

Termokimia memiliki manfaat yang konkrit dalam kehidupan. Salah satunya mempelajari bentuk energi yang dibutuhkan manusia untuk bergerak dengan membentuk energi kinetik. Serta sebagai tambahan ketika melakukan proses fotosintesis yang membutuhkan sinar matahari.

Selain itu, contoh soal termokimia juga dapat mempelajari sistem dari alam semesta sebagai objek penelitian dan lingkungan dengan berbagai interaksi yang ada di dalamnya.

Contoh Pemanfaatan Termokimia

Contoh termokimia dalam kehidupan sehari-hari diantarnya sebagai berikut :

  1. Gas Elpiji

Penggunaan gas elpiji yang menjadi bagian daripada arti gas alam menjadi hal yang intensitasnya sering digunakan. Gas elpiji yang digunakan pada kompor gas utamanya menggunakan reaksi antara butana dengan udara.

Dalam aplikasinya udara sepenuhnya bergantung pada oksigen. Namun reaksi termokimia pada gas elpiji dapat melibatkan bentuk yang tidak sempurna, misalnya membutuhkan 200% udara. Selain itu pembakaran pada kompor juga melibatkan beberapa fraksi, sebab elpiji tidak murni pada hanya bahan bakar butana.

  1. Termometer

Termometer adalah salah satu alat laboratorium kimia yang populer digunakan untuk mengukur suhu tubuh atau suhu objek tertentu. Dalam mengukur suhu, termometer bekerja dengan mekanisme ketika suhu naik, cairan pada bola tabung akan mengembang lebih banyak daripada gelas yang menutupinya.

Dari peristiwa tersebut menghasilkan benang cairan yang tipis haris bergerak ke atas secara kapiler. Sebaliknya, saat temperatur turun, cairan akan mengerut dan cairan tipis pada tabung bergerak kembali turun. Gerakan yang terjadi pada ujung cairan tipis dinamakan meniscus yang dibaca pada skala penunjuk temperatur.

Zat yang digunakan untuk termometer harus berasal dari zat cair dengan sifat termometrik atau dapat mengalami perubahan fisis ketika dipanaskan atau ketika didinginkan. Beberapa bahan yang umumnya digunakan yaitu raksa dan alkohol.

Kedua zat tersebut memiliki dua titik tetap, yaitu titik tertinggi dan terendah. Contohnya titik didih air dan titik lebur es pada suhu yang tidak terlalu tinggi. lalu, dilakukan pembagian antara kedua titik tersebut dengan sama besar, misalnya termometer dengan skala celcius dengan 100 bagian, maka setiap bagian nilainya sebesar 1 C.

  1. Pembakaran Batu Bara

Dalam kehidupan sehari-hari definisi batubara banyak dimanfaatkan untuk sumber bahan bakar, dalam skala kecil digunakan pada rumah tangga dan dalam skala besar digunakan pada industri. Misalnya industri PLTU menggunakan bahan batubara sebagai penggerak turbin dan dapat menghasilkan sumber energi arus listrik.

Selain sebagai penggerak turbin, batubara juga dapat dimanfaatkan untuk bahan kecantikan dan juga compact disk (CD). Batubara memiliki kelemahan karena akan menghasilkan gas SO2, namun untuk menghilangkannya dapat diterapkan proses desulfurisasi. Proses desulfurisasi menggunakan serbuk kapur atau spray air kapur di dalam alat scrubers.

Akan tetapi biaya operasional dari proses desulfurisasi serta pembuangan deposit padatan akan menjadi masalah yang baru. Maka untuk meningkatkan nilai batubara dan menghilangkan pencemarnya dapat dilakukan rekayasa batubara, misalnya gasifikasi dan juga reaksi karbon uap.

Pada gasifikasi molekul batubara yang berukuran besar dipecah dengan pemanasan dengan suhu yang tinggi sekitar 600 sampai dengan 800 celcius. Hasilnya adalah bahan bakar yang berupa gas.

Reaksi Termokimia

Untuk pemanfaatan termokimia dalam keseharian. Tentusaja tidak terlepas daripada dua jenis reaksi. Yaitu reaksi eksoterm dan reaksi endoterm, berikut penjelasan dari keduanya:

  1. Reaksi Eksoterm

Reaksi eksoterm terjadi ketika berlangsungnya pelepasan panas. Reaksi panas biasanya ditulis dengan tanda negatif. Besarnya perubahan entalpi pada reaksi eksoterm sama dengan besar dari panas reaksi, akan tetapi tandanya berlawanan.

Reaksi eksoterm dapat diketahui dengan melihat temperatut reaksi. Ketika suatu reaksi dengan suhu akhir setelah dilakukannya reaksi itu meningkat, maka reaksi ini disebut dengan eksoterm. Sebab sistem dari reaksi melepaskan panas yang selanjutnya akan diterima oleh lingkungan.

  1. Reaksi Endoterm

Reaksi endoterm merupakan reaksi yang terjadi ketika menyerap panas atau kalor. Dengan demikian hasil dari perubahan entalpi reaksi bernilai positif. Sebab besarnya perubahan entalpi sama dengan besar panas pada reaksi, akan tetapi tandanya berlawanan.

Kebalikan dari reaksi eksoterm, reaksi endoterm ditandai dengan suhu akhir yang menurun dari suhu awal. Penurunan ini diakibatkan sistem reaksi menyerap panas dari lingkungan sekitar. Sehingga suhu lingkungan akan turun karena diserap oleh sistem.

Nah, demikianlah saja artikel yang bisa kami kemukakan pada segenap pembaca berkenaan dengan contoh pemanfaatan termokimia yang ada dalam keseharian berdasarkan pada reaksi yang dipergunakan. Semoga memberi referensi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *