Fungsi Klem dan Fungsi Statif
Fungsi Klem dan Fungsi Statif

Fungsi Klem dan Statif Beserta Penjelasannya

Diposting pada

Fungsi Klem dan Fungsi Statif

Klem dan statif pada dasarnya menjadi bagian dari alat laboratorium kimia yang tidak bisa dipisahkan begitu saja, karena banyak metode pengujian yang membutuhkan keduanya alat ini.

Akan tetapi yang pasti, untuk mendukung kinerja klem biasanya digunakan statif yang bisa diartikan sebagai stand sebagai tempat untuk meletakkan klem. Hal itu sesuai dengan prinsip kerja statif, yaitu berguna untuk menegakkan peralatan-peralatan laboratorium lainnya, termasuk klem, corong pisah, buret, dan peralatan yang berbentuk gelas ukur lainnya

Klem dan Statif

Penjelan terkait dengan pengertian kedua alat ini. Yaitu;

Pengertian Klem

Klem adalah perangkat pengencang yang digunakan untuk menahan atau mengamankan objek dengan erat untuk mencegah gerakan atau pemisahan melalui penerapan tekanan ke dalam. Di Inggris Raya, istilah kram sering digunakan sebagai gantinya jika alat tersebut digunakan sementara untuk memposisikan komponen selama konstruksi dan pengerjaan kayu.

Pengertian Statif

Statif adalah salah satu peralatan laboratorium yang digunakan sebagai pendukung berbagai proses kimia, seperti menyangga klem ketika melakukan pengujian di laboratorium. Sehingga pada umumnya statif terbuat dari bahan logam, baja anti karat, atau besi. Statif ini juga berbentuk silinder kecil dengan tinggi sekitar 50 cm.

Fungsi Klem dan Statif

Adapun untuk fungsi adanya klem dan statif dalam kimia. Antara lain;

Fungsi Klem

Fungsi Klem
Fungsi Klem

Berikut ini fungsi klem, yaitu;

  1. Dipergunakan untuk menjepit buret dalam proses titrasi asam basa
  2. Dimanfaatkan untuk menjepit soxhlet dalam penentuan kadar lemak
  3. Dipergunakan untuk menjepit destilator pada tahapan penentuan kadar arti air pada prinsip kerja destilasi
  4. Difungsikan sebagai kondensor, khususnya pada proses pemanasan dengan pendingin balik

Disisi lain, setidaknya terdapat beberapa aturan klem untuk menjepit. Yaitu;

  1. Selalu gunakan potongan kayu bekas di antara penjepit jepit dan bagian kayu untuk mencegah kerusakan bagian tersebut
  2. Terapkan beban penjepit tegak lurus ke bagian tersebut untuk mencegah selip
  3. Selalu gunakan setidaknya dua klem untuk mencegah rotasi
  4. Jangan mengencangkan penjepit terlalu kencang, tetapi proses pengencangan yang berlebihan dapat merusak penjepit

Fungsi Statif

Fungsi Statif
Fungsi Statif

Statif mempunyai beragam fungsi, diantaranya yaitu sebagai berikut:

  1. Difunsgikan untuk menyangga klem ketika melakukan pengujian di laboratorium

Contoh Penggunaan Klem dan Statif

Adapun untuk contoh penggunaan dalam klem dan statif ini, misalnya saja;

  1. Pengujian Bahan Kimia

Ketika melakukan pengujian yang terkait dengan proses titrasi, distilasi, ekstraksi, dan refluks. Dalam tahapan ini secara spesifisk, klem atau penjepit adalah alat yang digunakan untuk menyatukan atau mengamankan dua benda dengan erat.

  1. Memperbaiki Kursi

Misalnya ketika kita memperbaiki kursi, sebaiknya gunakan penjepit untuk menahan potongan yang direkatkan dengan kuat.

  1. Laboratorium

Di laboratorium, penggunaan klem biasanya didukung oleh statif, yaitu penyangga yang terbuat dari logam atau stainless steel, dengan bentuk tegak dan alas yang datar. Alas tersebut berfungsi sebagai penyangga agar statif bisa berdiri tegak di atas permukaan, dan berguna dengan baik, salah satunya yaitu untuk menyangga klem.

Cara Menggunakan Klem dan Statif

Tahapan dalam penggunaan klem dan statif bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Klem dan statif diletakkan pada tempat yang datar, seperti misalnya di lantai dan meja
  2. Pasang klem pada statis, lalu sesuaikan tinggi klem pada statis. Dalam menyesuaikan klem, kita hanya tinggal menaik turunkan klem sesuai kebutuhan. Caranya yaitu dengan memutar mur yang berada di dekat statif.
  3. Setelah klem terpasang, selanjutnya pasangkan alat yang akan dijepit. Caranya yaitu dengan mengecilkan ukuran mulut klem, lalu letakkan peralatan laboratorium yang akan dijepit pada tengah mulut klem dan jepit.
  4. Jika peralatan yang dijepit mudah jatuh, maka bisa menggunakan tissueagar jepitannya lebih kuat.
Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa klem adalah perangkat yang dirancang untuk mengikat atau menyempitkan atau untuk menekan dua atau lebih bagian secara bersamaan untuk menahannya dengan kuat. Sehingga alat ini dianggap salah satu dari berbagai instrumen atau peralatan yang bagiannya disatukan untuk menahan atau mengompresi sesuatu.

Disisi lain, statif atau disebut juga tegakan retot adalah salah satu peralatan laboratorium non-gelas yang berfungsi dalam mendukung berbagai proses kimia, termasuk untuk menjepit peralatan gelas seperti buret saat proses filtrasi, perlengkapan Soxhlet (alat yang digunakan untuk ekstraksi), atau penjepit kondensor saat proses pemanasan dengan pendingin balik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *