kasa kawat

Pengertian Kasa Kawat, Fungsi, dan Cara Menggunakannya

Diposting pada

kasa kawat

Kasa kawat merupakan sebuah alat pelengkap dalam laboratorium. Alat ini digunakan bersama dengan pembakar spiritus atau bunsen dan juga penyangga kaki tiga. Ketiga alat tersebut digunakan dalam proses pemanasan menggunakan bunsen.

Kasa Kawat

Kasa kawat adalah lembaran kawat tipis yang dilengkapi dengan lapisan keramik pada bagian tengahnya. Dalam laboratorium, kasa kawat berfungsi dalam proses pemanasan menggunakan bunsen atau pembakar spiritus sebagai tempat meletakkan wadah seperti gelas beaker, erlenmeyer, atau alat lain dan disangga dengan kaki tiga. Memang kasa kawat hanya memiliki fungsi yang sangat sederhana dalam proses tersebut namun alat ini sangat penting untuk digunakan.

Lapisan keramik di tengah lembaran kasa kawat berfungsi untuk meratakan pemanasan sehingga panas yang berasal dari api pembakar spiritus dapat tersebar ke seluruh bagian permukaan wadah yang dipanaskan.

Dengan demikian maka proses pemanasan akan berlangsung lebih optimal karena panas yang diberikan merata. Keramik juga mencegah api dari pembakar spiritus untuk secara langsung mengenai alat gelas sebagai wadah bahan yang dipanaskan.

Fungsi Kasa Kawat

Karena fungsi utama dari kasa kawat yaitu sebagai tempat meletakkan wadah dalam proses pemanasan, maka banyak hal yang dapat dilakukan dengan menggunakan kasa kawat. Tentunya dengan menggunakan alat lainnya yakni bunsen atau pembakar spiritus dan juga kaki tiga.

Berikut ini adalah beberapa fungsi yang dapat dilakukan dengan menggunakan kasa kawat dan kedua alat tersebut;

  1. Pemanasan Larutan

Meskipun telah terdapat hotplate atau pemanas elektrik, namun pemanasan secara konvensional menggunakan bunsen masih sering dilakukan. Untuk memanaskan bahan kimia cair ataupun larutan dengan menggunakan bunsen kita dapat menggunakan kaki tiga dan kasa kawat untuk menyangga wadah pemanasan.

Wadah yang dapat digunakan yakni alat gelas seperti gelas beaker ataupun erlenmeyer. Namun pemanasan larutan dengan cara ini memiliki kelemahan yakni kita tidak dapat mengontrol suhu pemanasan seperti pada hotplate. Kita hanya dapat mengatur besar dan kecilnya api melalui sumbu pada bunsen atau pembakar spiritus.

  1. Penguapan Larutan

Selain untuk pemanasan dengan gelas beaker ataupun erlenmeyer, kita juga dapat menggunakan alat kasa kawat dalam penguapan menggunakan cawan penguapan. Proses ini biasa dilakukan dalam pemurnian garam ataupun proses rekristalisasi.

Dengan cara yang sama pada proses pemanasan larutan namun penggunaan wadah pada umumnya menggunakan cawan penguapan.

Cara Menggunakan Kasa Kawat

Adapun untuk cara mempergunakan kasa kawat dalam alat laboratorium kimia, antara lain sebagai berikut;

  1. Menyiapkan alat

Untuk melakukan pemanasan dengan kasa kawat, tentunya kita harus menyiapkan alat yang dibutuhkan yakni bunsen yang telah berisi spiritus, kaki tiga, dan juga kasa kawat. Siapkan juga alat pembakaran korek api untuk menyalakan bunsen.

  1. Merangkai alat

Rangkai alat dimana bunsen berada pada posisi paling bawah kemudian diatasnya terdapat penyangga kaki tiga dan kemudian pada bagian paling atas yakni kasa kawat. Pastikan bahwa posisi lapisan keramik pada kawat berada tepat pada bagian tengah pembakaran.

  1. Menyalakan bunsen

Setelah semua alat dirangkai, maka kita dapat menyalakan bunsen menggunakan korek api. Selanjutnya kita dapat meletakkan bahan yang akan dipanaskan dengan wadah pada kasa kawat.

Demikian artikel tentang pengertian kasa kawat, fungsi, dan cara menggunakannya. Alat kasa kawat ini memang memiliki fungsi yang sederhana dan berguna dalam proses pemanasan secara konvensional. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan bagi para pembaca dan dapat bermanfaat bagi semuanya, terimakasih.

Gambar Gravatar
Aji Pangestu Adalah Mahasiswa Jurusan Kimia Yang saat ini Sedang Belajar serta Menyelesaikan Studi Pendidikan di salah Satu Kampus Negari Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *