Polimer Adalah

Pengertian Polimer, Jenis, Contohnya

Diposting pada

Polimer merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi dalam telinga kita, hal ini lantaran hampir semua material yang kita gunakan berbahan dasar polimer. Seperti contohnya casing smartphone yang anda pergunakan itu sejatinya terbuat dari polimer, pipa paralon untuk mengalirkan air terbuat dari polimer, bodi pada mobil juga terbuat dari polimer, kita tidak bisa lepas dari polimer.

Ilmu kimia secara khusus mempelajari tentang material polimer ini seperti mengenai pembuatannya, sifatnya serta klasifikasinya. Pada artikel ini akan dibahas tentang pengertian polimer, jenis dan klasifikasinya serta contoh produk polimer dan penggunaannya.

Polimer Adalah

Polimer dan Monomer

Sebelum masuk ke polimer, sebaiknya kita mempelajari mengenai monomer yang menjadi penyusun dari polimer itu sendiri. Monomer adalah molekul kecil yang dapat digabungkan dengan molekul yang lain secara berulang untuk membentuk kompleks yang lebih panjang dan disebut sebagai polimer, dengan kata lain bahwa monomer adalah satu unit penyusun dari polimer.

Monomer dapat membentuk polimer melalui reaksi yang menyebabkan satu monomer membentuk ikatan dengan monomer yang lain hingga mencapai rantai yang panjang dan ukuran yang lebih besar disebut dengan proses polimerisasi.

Polimer

Sedangkan polimer adalah senyawa kimia dengan molekul yang saling berikatan dalam rantai berulang yang panjang. Kata polimer berasal dari “poli” yang berarti banyak dan “mer” yang berarti bagian dan dapat diartikan sebagai suatu bagian kecil yang banyak atau berulang. Karena strukturnya yang demikian, polimer memiliki berbagai sifat unik yang dapat dimodifikasi dan disesuaikan untuk berbagai penggunaan.

Polimer alam seperti contohnya karet telah banyak digunakan oleh manusia selama ribuan tahun. Karet sebagai polimer alam memiliki sifat yang elastisitasnya sangat tinggi yang dihasilkan dari rantai polimer yang terbentuk oleh alam. Sifat kelenturan atau elastisitas ini didapatkan dari struktur kimia karet itu sendiri yang memungkinkan material ini untuk bersifat elastis.

Saat ini polimer telah memiliki aplikasi yang sangat luas dalam bidang kehidupan. Mulai dari sebagai plastik kemasan produk, sebagai bahan pelapis rompi anti peluru, bahkan hingga sebagai material pelapis yang tahan suhu tinggi.

Hal itu didapatkan melalui modifikasi struktur polimer secara kimia sehingga diperoleh material polimer yang memiliki sifat yang lebih baik dan sesuai kebutuhan. Telah banyak penelitian yang mengembangkan polimer dan sifatnya.

Klasifikasi Polimer

Karena strukturnya yang beragam, maka polimer ini juga memiliki klasifikasi yang sangat banyak dimana setiap klasifikasi itu memiliki polimer dengan sifat-sifat tertentu. Berikut ini klasifikasi polimer yang ada saat ini;

Klasifikasi polimer berdasarkan asalnya

Berdasarkan asalnya polimer ini terbagi atas beberapa jenis, antara lain;

Polimer Alam

Cara termudah mengklasifikasikan polimer adalah berdasarkan sumber asalnya. Polimer alam adalah polimer yang terbentuk secara alami di alam dan berasal dari sumber seperti tumbuhan dan hewan. Contoh dari polimer alam ini yaitu seperti protein yang ditemukan pada manusia dan hewan, selulosa dan pati yang ditemukan pada tanaman, atau karet yang dapat ditemukan pada tanaman juga.

Polimer Sintetis

Selain polimer alam, polimer juga dapat dibuat atau disintesis oleh manusia di laboratorium atau dapat disebut dengan polimer sintetis. Saat ini sudah banyak industri polimer yang secara komersial mengembangkan polimer sintesis ini dengan skala besar.

Kebanyakan polimer sintesis ini juga digunakan secara luas dalam kehidupan manusia seperti contohnya polietilen sebagai plastik atau produk kemasan dan serat nilon yang biasa digunakan dalam pakaian.

Klasifikasi polimer berdasarkan monomernya

Sedangkan jika dilihat dari monomernya, polimer ini terbagi atas;

Homopolimer

Sesuai namanya homopolimer merupakan polimer yang tersusun dari monomer yang sama atau hanya tersusun dari satu jenis monomer saja. Satu monomer tersebut saling berikatan satu sama lain membentuk rantai panjang polimer. Contoh homopolimer yait polietilena, selulosa, polistirena, dan lain-lain.

Kopolimer

Kopolimer adalah suatu polimer yang tersusun dari 2 atau lebih jenis monomer yang berbeda. 2 atau lebih monomer tersebut tersusun dengan konfigurasi tertentu dalam pembentukan rantai polimernya. Contoh kopolimer yaitu dakron, protein, DNA, melain, dan lain-lain.

Klasifikasi polimer bedasarkan strukturnya

Untuk dilihat dari strukturnya isilah polimer ini terbagi atas beberapa macam, antara lain;

Polimer Linier

Polimer linier ini memiliki struktur yang berupa rantai lurus panjang dan tak memiliki cabang, monomer saling dihubungkan bersama membentuk suatu rantai lurus. Polimer dengan struktur linier memiliki sifat yaitu titik leleh yang tinggi dan kepadatan yang juga tinggi.

Contohnya dari polimer linier ini dalam kehidupan kita adalah poly vinyl chloride (PVC) yang biasanya digunakan sebagai pipa atau paralon.

Polimer Bercabang

Polimer bercabang adalah suatu polimer linier rantai lurus yang memiliki cabang di dalam rantainya. Dalam polimer jenis ini, monomer saling bergabung membentuk rantai lurus dan panjang dengan beberapa monomer juga membentuk rantai cabang dengan panjang yang berbeda.

Polimer bercabang memiliki sifat yaitu kepadatan yang lebih rendah dan titik leleh yang juga lebih rendah. Contoh dari polimer bercabang adalah Low-Density Polyethylene (LDPE) yang banyak digunakan sebagai kantong plastik.

Polimer Ikat Silang

Dalam polimer jenis ini, monomer dihubungkan bersama dengan membentuk jaringan tiga dimensi dan membentuk ikatan kovalen yang kuat.

Polimer jenis ini memiliki sifat yang sangat baik dalam hal kekerasan, memiliki berat molekul yang tinggi, dan memiliki titik leleh yang sangat tinggi bahkan bisa dibilang termoset atau tahan panas. Contoh polimer ikat silang adalah melamin.

Klasifikasi polimer berdasarkan pembentukannya atau polimerisasi

Untuk dilihat dari pembentukan atau polimerisasi ini terdiri atas;

Polimer Adisi

Polimer jenis adisi ini merupakan polimer yang terbentuk dengan penambahan berulang suatu molekul monomer. Pada pembentukan polimer secara adisi tidak terjadi eliminasi atau produk samping seperti air ataupun alkohol. Polimer adisi selalu memiliki rumus empiris yang sama dengan monomernya.

Contohnya sama yaitu monomer etena (CH2=CH2) yang kemudian berpolimerisasi menjadi polietena –(CH2-CH2)n-.

Polimer Kondensasi

Polimer kondensasi merupakan polimer yang dibentuk melalui kombinasi monomer dengan diikuti eliminasi molekul kecil atau menghasilkan produk samping seperti air, alkohol, dan lain-lain. Contoh dari polimer kondensasi adalah Nylon-66 dimana pada pembentukannya dilepaskan molekul air.

Klasifikasi polimer berdasarkan sifatnya

Untuk sifatnya sendiri polimer terbagi atas berbagai bentuk, antara lain adalah sebagai berikut;

Polimer Termoplastik

Polimer termoplastik adalah polimer rantai panjang yang ketika dipanaskan akan melunak atau meleleh dan kembali mengeras ketika didinginkan. Polimer jenis ini memiliki sifat termoplas karena adanya gaya antar molekul yaitu gaya Van der Waal yang menyatukan rantai polimer.

Polimer termoplastik juga tidak mengandung ikat silang sehingga sifatnya dapat dilelehkan atau memiliki titik leleh yang rendah. Contoh polimer termoplastik adalah polietilena, polistirena, PVC, dan lain-lain.

Polimer Termoset

Polimer termoset adalah lawan dari polimer termoplastik dimana pada polimer termoset ini ketika dipanaskan tidak akan melunak atau meleleh karena titik didih yang relatif sangat tinggi.

Pada polimer jenis ini dapat memiliki titik leleh yang tinggi karena danya ikatan silang antar monomer dalam satu rantai polimer sehingga ikatannya akan sangat kuat dan menjadi tahan panas. Contoh dari polimer termoset adalah teflon, bakelit, dan lain-lain.

Elastomer

Selain kedua jenis polimer diatas terdapat juga elastomer yang merupakan polimer padat dengan sifat elastisitas yang tinggi seperti karet. Polimer dengan elastisitas tinggi dapat dengan mudah diregangkan dengan sedikit gaya. Elastomer bersifat elastis karena gaya antarmolekul yang tergolong lemah sehingga memungkinkan untuk diregangkan, namun ketika dilepas akan kembali ke bentuk aslinya.

Hal ini terjadi karena adanya ikatan silang antar rantai polimer yang membantu material ini untuk kembali ke bentuk aslinya setelah diregangkan. Contoh elastomer adalah karet ban mobil yang dilakukan vulkanisir dengan belerang untuk memperkuatnya.

Contoh Produk Polimer dan Kegunaannya

Untuk beragam contoh polimer di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dan kegunaanya, antara lain;

Nah, demikianlah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan terkait dengan pengertian polimer, jenis, klasifikasi, contoh, dan penggunaannya di dalam kehidupan manusia. Semoga melalui artikel ini memberikan wawasan serta menambah edukasi mendalam bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *