Penurunan Titik Beku
Penurunan Titik Beku

Manfaat Penurunan Titik Beku dalam Kehidupan Sehari-Hari

Diposting pada

Penurunan Titik Beku

Menjadi khazanah umum bagi setiap pihak yang mempelajari penerapan kimia, khususnya sifat koligatif larutan dalam keseharian akan menjumpai pada empat hal penting. Yakni terkait titik beku, titik didih, tekanan uap, dan tekanan osmotik. Sehingga dalam penerapan kimia kondisi ini memberikan aplikasi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.​

Penurunan Titik Beku

Penurunan titik beku hakekatnya senantiasa melibatkan tekanan uap di dalamnya. Hal ini misalnya saja terjadi ketika kita menambahkan suatu zat terlarut dalam suatu cairan, maka zat tersebut akan terlarut menjadi sebuah larutan homogen.

Dalam titik bekunya, tekanan uap dari suatu zat padat atau solid akan sama dengan tekanan uap zat cairnya. Karena jika tidak, maka sistem tidak akan mencapai kesetimbangan kimia. Penurunan tekanan uap akan menyebabkan penurunan suhu dimana akibatnya yaitu akan terjadi pembekuan pada suhu tersebut.

Bahkan air laut memiliki titik beku dibawah 0 oC yang mana itu artinya titik beku air laut dibawah titih beku air pada umumnya. Hal itu karena air laut mengandung garam atau disebut dengan larutan garam sehingga menurunkan titik bekunya.

Kemudian contoh lain yaitu dalam minuman beralkohol. Dimana dalam minuman beralkohol merupakan cairan atau larutan yang terdiri dari etanol sebagai zat terlarut dan air sebagai pelarut. Minuman beralkohol akan memiliki titik beku yang lebih rendah dibandingkan air murni namun lebih tinggi jika dibandingkan etanol murni.

Manfaat Penurunan Titik Beku

Sedangkan manfaat adanya penurunan titik beku ini, antara lain sebagai berikut;

  1. Cairan Antibeku

Cairan antibeku merupakan sebuah cairan yang digunakan dalam radiator mobil pada negara dengan musim dingin. Radiator merupakan suatu komponen mobil yang didalamnya mengandung cairan radiator sebagai pendingin mesin. Ketika musim dingin, sangat rentan air radiator mengalami pembekuan sehingga tidak dapat berfungsi semestinya.

Dalam kondisi ini, penggunaan cairan antibeku sangat penting. Cairan antibeku akan menurunkan titik beku dari air radiator sehingga tidak akan membeku di kondisi musim dingin. Cairan antibeku ini terbuat dari campuran air dan etilen glikol.

Cairan antibeku ini selain bermanfaat untuk menurunkan titik beku juga akan mempengaruhi sifat koligatif yang lain yakni kenaikan titik didih. Penggunaan cairan antibeku dalam air radiator juga akan menaikkan titik didih larutan sehingga hal ini juga akan bermanfaat untuk mencegah air radiator yang mendidih.

  1. Mencairkan Salju

Jenis sifat koligatif penurunan titik beku ini memang sangat bermanfaat bagi daerah dengan musim dingin. Aplikasi lainnya dari penurunan titik beku adalah untuk mencairkan salju seperti yang ada di jalanan. Pada umumnya, garam akan ditebarkan pada daerah dengan salju yang tebal.

Adanya garam dalam salju tersebut tentunya akan menurunkan titik beku salju dimana sebelum ada garam memiliki titik beku 0 oC namun setelah ditaburi dengan garam maka titik bekunya akan lebih rendah. Akibatnya, karena suhu tersebut adalah 0 oC maka itu diatas suhu titik beku salju yang telah diturunkan dan akan membuat salju berubah menjadi cair kembali.

  1. Mencegah Salju

Selain mencairkan salju yang telah terbentuk, garam juga digunakan untuk mencegah terbentuknya tumpukan salju yang tebal di jalan. Garam akan ditebarkan pada jalanan sebelum terjadinya hujan salju sehingga ketika mencapai jalanan maka salju akan mencair dan tidak akan menumpuk dengan tebal.

  1. Manfaat Bagi Makhluk Hidup

Makhluk hidup yang berada di daerah ekstrim dengan suhu dingin tentu tidak bisa disamakan dengan makhluk hidup di daerah tropis seperti Indonesia. Tentunya makhluk hidup di daerah dingin telah beradaptasi sehingga tubuhnya mampu bertahan pada kondisi ekstrim tersebut.

Makhluk hidup di daerah dingin mampu bertahan pada suhu ekstrim karena tubuh mereka akan secara otomatis memproduksi senyawa seperti gliserol dan sorbitol. Adanya senyawa tersebut akan menurunkan titik beku dari cairan di tubuh mereka sehingga mereka mampu bertahan dalam suhu ekstrim sekalipun.

  1. Menghitung Massa Molar Senyawa

Meskipun saat ini dapat menggunakan instrumen kimia untuk menentukan massa molar suatu senyawa. Namun cara konvensional ini dapat dilakukan untuk eksperimen atau sebagai cara alternatif yang murah dan mudah.

Dalam perhitungan massa molar suatu senyawa kita dapat menggunakan rumus penurunan titik beku dimana dalam rumus tersebut terdapat variabel mol zat yang dapat kita turunkan lagi untuk mencari massa molar zat tersebut. Tentunya dengan mengetahui penurunan titik beku, massa zat terlarut, dan juga massa pelarutnya.

Maka, itulah tadi uraian yang bisa kami berikan pada segenap pembaca. Berkenaan dengan manfaat dalam penurunan titik beku yang mudah ditemukan untuk kehidupan sehari-hari. Semoga bisa memberikan edukasi serta referensi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *