Pengertian Reaksi Pengendapan, Kelarutan, Aplikasi dan Contohnya

Diposting pada

Sejatinya definisi reaksi kimia terjadi dalam banyak hal, sekecil apapun perubahan yang melibatkan suatu atom ataupun senyawa kimia maka dapat menyebabkan terjadinya reaksi kimia. Seperti yang telah kita ketahui bahwa reaksi kimia dapat terbagi dalam beberapa jenis seperti reaksi pembentukan, reaksi pembakaran, reaksi reduksi-oksidasi, reaksi asam basa, dan lain lain.

Salah satu jenis peristiwa yang banyak terjadi dalam kehidupan sehari hari dan termasuk ke dalam salah satu jenis reaksi kimia yaitu pengendapan.

Reaksi Pengendapan

Reaksi pengendapan adalah suatu peristiwa yang terjadi secara kimiawi pada fasa larutan dan padat. Pengendapan terjadi dalam kehidupan sehari hari seperti ketika kita membuat kopi maka bubuk kopi akan mengendap di bagian bawah. Ternyata hal yang sangat sederhana tersebut dapat dijelaskan secara kimia dan juga dipelajari secara detail dalam ilmu kimia.

Pengertian Reaksi Pengendapan

Reaksi pengendapan adalah pembentukan zat padat yang terpisah dari suatu larutan sehingga akan terbentuk fasa yang berbeda dengan larutan. Hal itu dapat terjadi baik dengan mengubah yang sudah ada menjadi bentuk yang tidak larut atau dengan mengubah komposisi pelarut untuk mengurangi kelarutan zat terlarut di dalamnya. Kebalikan dari proses pengendapan ini adalah proses pelarutan dimana suatu zat padat akan larut menjadi bentuk cair yang homogen.

Sebelum mempelajari lebih jauh tentang reaksi pengendapan, sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu istilah yang akan digunakan dalam materi ini. Larutan merupakan suatu zat berbentuk liquid yang terdiri dari pelarut dan zat terlarut.

Pelarut merupakan zat berbentuk liquid yang berperan untuk melarutkan zat terlarut sehingga pada umumnya pelarut memiliki jumlah yang lebih besar dibandingkan zat terlarut. Sedangkan zat terlarut sesuai namanya adalah zat yang dilarutkan dalam suatu pelarut.

Zat terlarut dapat berupa zat padat, gas, atau liquid karena ketika sudah terlarut akan berubah menjadi fasa liquid yang homogen dengan pelarutnya.

Salah satu peristiwa yang hampir sama dengan pengendapan adalah kristalisasi. Kedua hal ini memang mirip, namun secara kimia kedua peristiwa ini adalah hal yang sepenuhnya berbeda. Kristalisasi akan menghasilkan zat padat dengan struktur kristal yang bentuknya teratur dan berulang sehingga menghasilkan material yang indah, sedangkan pengendapan hanya akan menghasilkan material padat yang bukan berupa kristal.

Faktor Pengaruh Reaksi Pengendapan

Reaksi pengendapan dapat terjadi ketika dua larutan dicampur sehingga menghasilkan produk yang tidak larut dalam pelarutnya. Namun tidak semua senyawa ionik dapat bereaksi membentuk endapan. Endapan juga dapat terbentuk pada kondisi tertentu seperti suhu dan pH yang akan menentukan apakah reaksi pengendapan akan terjadi atau tidak.

Secara umum, meningkatnya suhu larutan juga akan meningkatkan kelarutan senyawa ionik sehingga akan menurunkan kemungkinan terbentuknya endapan. Selain kedua faktor tersebut, konsentrasi reaktan juga berperan penting dalam terjadinya reaksi pengendapan tersebut.

Kelarutan adalah faktor yang berperan penting dalam peristiwa pengendapan. Kelarutan merupakan suatu kemampuan dari zat padat, liquid maupun gas untuk terlarut dalam suatu pelarut untuk menghasilkan suatu larutan.

Kelarutan dari suatu zat pada dasarnya bergantung dari jenis pelarut yang digunakan. Semakin tinggi nilai kelarutan suatu zat pada jenis pelarut tertentu, maka zat tersebut akan semakin mudah terlarut dalam pelarut tersebut.

Faktor yang Mempengaruhi Kelarutan

Sedangkan untuk faktor yang menjadi pengaruh dalam kelarutan dalam reaksi pengendapan dalam ilmu kimia, antara lain sebagai berikut;

Suhu

Kelarutan suatu zat terlarut sangat bergantung dari suhu sistem tersebut. Untuk kebanyakan zat padat yang dilarutkan dalam air, kelarutan akan naik seiring dengan kenaikan suhu. Dengan molekul air yang dipanaskan, maka pelarut air tersebut akan mengalami pergerakan partikel yang lebih cepat sehingga proses larutnya zat terlarut juga akan menjadi lebih cepat.

Sebaliknya, pada suhu rendah suatu zat padat terlarut dapat mengalami pengendapan menghasilkan endapan zat padat tersebut.

Tekanan

Tekanan juga memiliki pengaruh penting dalam proses pelarutan terutama dalam gas terlarut. Semakin besar tekanan yang dialami suatu sistem maka tingkat kelarutan suatu zat gas juga akan semakin tinggi.

Polaritas

Polaritas merupakan sifat dasar yang dimiliki oleh setiap senyawa kimia. Kita telah mengenal istilah “like dissolve like” dimana  zat yang memiliki kepolaran sama maka cenderung akan saling melarutkan sedangkan zat dengan kepolaran berbeda cenderung berpisah dan tidak bercampur.

Hal ini juga digunakan dalam kelarutan dimana ketika suatu pelarut bersifat polar, maka ketika satu zat padat yang bersifat polar dimasukkan maka dapat mengalami proses pelarutan dan sebaliknya ketika zat padat bersifat non polar maka zat tersebut tidak akan larut dalam pelarut.

Contoh Reaksi Pengendapan

Reaksi pengendapan dapat terjadi pada larutan berair ketika dua ion saling berikatan untuk membentuk suatu garam yang tidak larut dalam pelarut yang akan dikenal sebagai endapan.

Reaksi pengendapan juga dapat dihasilkan dari pencampuran dua larutan garam yang berbeda sehingga akan menghasilkan reaksi penggantian kation dan anion dari kedua reaktan yang digunakan membentuk suatu garam dengan kelarutan berbeda.

AgNO3 (aq) + KCl (aq) → AgCl (s) + KNO3 (aq)

Reaksi antara larutan perak nitrat (AgNO3) dengan larutan kalium klorida (KCl) merupakan salah satu contoh reaksi pengendapan yang banyak digunakan dalam skala laboratorium. Kedua larutan tersebut merupakan larutan berair atau menggunakan pelarut air.

Dalam bentuk larutan berair, ion ion dalam larutan tersebut akan terdisosiasi dalam air menghasilkan anion dan kationnya.

AgNO3 (aq) → Ag+ (aq) + NO3- (aq)

KCl (aq) → K+ (aq) + Cl- (aq)

Ketika kedua larutan itu dicampurkan maka akan terjadi reaksi pertukaran kation dan anion dimana ion Ag+ dari perak nitrat akan berikatan dengan ion Cl- dari kalium klorida menghasilkan senyawa baru AgCl sedangkan ion K+ akan berikatan dengan ion NO3- menghasilkan KNO3.

Senyawa AgCl memiliki fasa solid yang tidak larut dalam air atau memiliki kelarutan yang sangat rendah pada suhu tertentu sehingga senyawa AgCl akan mengendap dan menghasilkan padatan di bagian bawah larutan. Pembentukan perak klorida secara individual dapat dituliskan sebagai berikut.

Ag+ (aq) + Cl- (aq) → AgCl (s)

Kegunaan Reaksi Pengendapan

Reaksi pengendapan banyak digunakan dalam bidang kimia analitik untuk mengidentifikasi keberadaan kation dan anion sebagai bagian dari garam dalam analisa kuantitatif.

Keberadaan garam kation atau anion tertentu dapat diketahui dengan menggunakan agen pengendap sehingga menghasilkan endapan jika hasilnya positif dan endapan yang dihasilkan pun akan memiliki warna tertentu yang khas untuk setiap jenis anion atau kation.

Teknik analisis ini banyak digunakan untuk mendeteksi keberadaan logam berat dalam limbah cair atau dalam perairan tertentu. Selain itu, pengendapan juga digunakan dalam desalinasi air laut atau untuk menghilangkan garam dari air, untuk mengisolasi produk tertentu dan juga digunakan dalam pembuatan pigmen warna.

Contoh aplikasi reaksi pengendapan ini adalah untuk menghilangkan ion logam berat dalam suatu larutan berair. Sebagai contoh ion perak yang berada dalam bentuk larutan garam yang larut dalam air seperti perak nitrat dapat diendapkan dengan menggunakan agen pengendap yang mengandung ion klorida seperti natrium klorida ataupun kalium klorida.

Demikian pula ion logam barium juga dapat diendapkan oleh ion sulfat, lalu kalsium yang dapat diendapkan oleh oksalat. Reaksi pengendapan ini terjadi secara spesifik dan selektif sehingga memudahkan kita dalam penggunaannya.

Namun beberapa jenis ion dapat mengalami pengendapan dengan bantuan suhu sehingga terkadang juga dibutuhkan pengaturan tertentu dalam suhu sistem sehingga memungkinkan garam hasil reaksi untuk mengendap.

Setelah terjadinya reaksi pengendapan, maka definisi ion logam berat tersebut dapat dihilangkan melalui berbagai metode yaitu filtrasi, sentrifugasi, atau dekantasi. Metode filtrasi merupakan teknik penyaringan menggunakan suatu media saring sehingga zat padat atau endapan hasil reaksi akan tertinggal dalam media penyaring dan terpisah dari larutannya.

Metode sentrifugasi adalah pemisahan dua fasa dengan melakukan pemutaran dengan cepat sehingga endapan padat yang memiliki massa jenis lebih besar dari larutan akan bergerak dengan cepat ke bagian dasar wadah ketika pemutaran sehingga akan terpisah dari larutannya.

Sedangkan untuk metode dekantasi merupakan pemisahan secara sederhana untuk memisahkan fasa padat dengan fasa larutan. Metode dekantasi ini merupakan metode yang paling ekonomis dalam pemisahan hasil endapan.

Nah, itulah tadi serangkain artikel yang sudah kami jelaskan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian reaksi pengendapan, kelarutan, aplikasi, contoh, dan manfaatnya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan mendalam. Trimakasih,

Gambar Gravatar
Aji Pangestu Adalah Mahasiswa Jurusan Kimia Yang saat ini Sedang Belajar serta Menyelesaikan Studi Pendidikan di salah Satu Kampus Negari Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *