Sifat Fruktosa dan Fungsi
Sifat Fruktosa dan Fungsi

Sifat Fruktosa dan Fungsinya

Diposting pada
Rate this post

Sifat Fruktosa dan Fungsi

Pada hakekatnya, dalam struktur glukosa, galaktosa, dan fruktosa menjadi bagian penting pada serangkaian proses pembentukan kandungan dalam arti gula. Hal ini wajar, mengingat fruktosa adalah monosakarida.

Dimana, sifat fruktosa terikat dengan glukosa, monosakarida lain, membentuk sukrosa, atau gula meja. Fruktosa juga terjadi secara alami dalam jumlah besar pada buah-buahan dan dalam jumlah yang lebih sedikit pada sayuran berbonggol seperti bawang dan kentang. Untuk sumber-sumber ini sendiri menyumbang sekitar 40-60% dari total asupan fruktosa bagi individu. Namun, sumber utama fruktosa sebagai bahan makanan adalah dari hidrolisasi pati menjadi glukosa, yang kemudian diubah menjadi fruktosa.

Fruktosa

Fruktosa adalah gula sederhana yang memiliki nama lain monosakarida dengan rumus kimia yang sama dengan glukosa (C6H12O6) tetapi perlu diketahui untuk susunan atomnya berbeda. Dimana sukrosa adalah senyawa dengan satu molekul glukosa yang secara ikatan kovalen terkait dengan satu molekul fruktosa.

Disisi lain, komite Penasihat Ilmiah Inggris untuk Nutrisi pada tahun 2015 membantah klaim fruktosa yang menyebabkan gangguan metabolisme, yang menyatakan bahwa tidak ada cukup bukti untuk menunjukkan bahwa asupan fruktosa, pada tingkat yang dikonsumsi dalam pola makan normal Inggris, mengarah pada hasil kesehatan yang merugikan terlepas dari efek terkait.

Sifat Fruktosa

Adapun untuk beberapa sifat-sifat fruktosa, antara lain;

  1. Rasanya sangat manis

Sifat yang melekat dalam fruktosa ini ialah rasanya manis. Sehingga mengkonsumsi fruktosa yang berlebihan (terutama dari minuman yang dimaniskan dengan gula) dapat menyebabkan resistensi insulin, obesitas, peningkatan kolesterol LDL dan trigliserida, yang menyebabkan sindrom metabolik.

  1. Warnanya putih

Fruktosa memiliki warna yang putih, hal ini lantaran memiliki Indeks Glikemik (GI) yang sangat rendah dibandingkan dengan gula tebu (sukrosa). Oleh sebab itulah fruktosa sering direkomendasikan untuk dan dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus atau hipoglikemia

  1. Berbentuk kristal padat

Ciri khas yang ada dalam fruktosa ialah memiliki bentuk padat, padat dalam kandungan fruktosa ini menjadikannya lebih disukai ketimbang dengan sukrosa dan glukosa dalam penggunaan makanan dan minuman yang dimaniskan dengan gula.

  1. Mudah larut dalam air

Fruktosa lebih mudah larut dalam arti air, sehingga efeknya yang ditimbulkan lebih rendah pada kadar gula darah postprandial, dan mencatat bahwa “asupan fruktosa yang tinggi dapat menyebabkan komplikasi metabolik seperti dislipidemia, resistensi insulin, dan peningkatan adipositas viseral “.

  1. Ditemukan pada Tanaman

Ciri lainnya, dalam fruktosa ini lebih banyak ditemukan pada berbagai jenis tanaman, terutama pada pohon
buah, bunga, beri dan sayuran, termasuk juga buah-buahan dan jus yang biasanya ditambahkan ke makanan dan minuman untuk meningkatkan rasa dan kelezatan, dan untuk mencokelatkan beberapa makanan, seperti makanan yang dipanggang. Sekitar 240.000 ton fruktosa kristal diproduksi setiap tahun.

Fungsi Fruktosa

Adapun untuk fungsi senyawa fruktosa, antara lain;

  1. Mampu mengontrol adanya kadar gula darah asalkan tidak berlebihan
  2. Memberikan lemak dalam tubuh sehingga sangat bagus digunakan untuk seseorang yang kurang memiliki baerat badan
  3. Senantisa berfungsi untuk mempercepat proses metabolisme zat gula

Itulah tadi artikel yang bisa dikemukakan terkait dengan sifat-sifat fruktosa dan fungsinya yang bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *