Sifat Kaca
Sifat Kaca

Sifat Kaca dan Penjelasannya

Diposting pada

Sifat Kaca

Pada dasarnya banyak sekali benda di sekitar kita yang terbuat dari kaca, yang pada umumnya terbuat dari kaca sintesis bukan kaca alami. Seperti pada pembuatan gelas dan piring. Kedua benda ini sangat lazim kita kenali dalam kehidupan sehari-hari.

Tetapi, suatu hal yang pasti. Yaitu sifat kaca sebagai salah satu jenis zat kimia yakni tahan akan panas. Prihal inilah menjadikan benda dari kaca dianggap aman untuk membuat berbagai keperluan.

Kaca

Kaca adalah salah satu zat kimia yang mampu untuk menembus cahaya hal ini sebabkan karena berasal dari bahan yang bersifat cair akan tetapu kepadatan tinggi, dan struktur amorf tersendiri yang membuatnya beda dengan arti air ataupun makna besi.

Sifat Kaca

Baik kaca alami atau kaca buatan memiliki karakteristik yang sama. Antara lain;

  1. Kaca memiliki wujud yang padat dengan bahan kuat serta bersifat tembus pandang
  2. Kaca bersifat tahan panas, sehingga untuk membentuknya membutuhkan suhu yang sangat tinggi agar meleleh. Jika tidak dipanaskan maka kaca akan sulit untuk dibentuk.
  3. Partikel-partikel yang ada pada kaca tersusun sangat rapat, oleh karena itu kaca tidak mampu menyerap air karena tidak ada celah sedikitpun untuk air masuk.
  4. Mengalalami pemuaian, dimana ukuran kaca akan memuai atau menyusut dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Disisni pada umumnya kaca akan memuai ketika terkena panas berlebih, misanya pada siang hari. Kemudian setelah suhu kembali stabil atau menurun drastis kaca akan kembali ke ukuran semula, peristiwa ini disebut penyusutan
  5. Bahannya yang bersifat isolator atau tidak dapat menghantarkan panas. Penjelasan ini terjadi ketika sebuah kaca terkena panas pada bagian ujungnya, maka panas tersebut tidak akan menyebar. Selain tidak dapat menghantarkan panas, benda yang terbuat dari kaca juga tidak dapat menghantarkan listrik.
  6. Sangat rapuh, artinya ciri benda dari kaca mudah sekali pengalami pecah apalagi ketika sudah diproduksi dalam bentuk wujud benda.
  7. Pada bidang patahnya terlihat kilapan yang kuat
  8. Kaca sangat tidak larut dalam air dan sangat tahan terhadap pengaruh asam, gas dan uap
  9. Gelas dapat mempertahankan kejernihan, warna, kilapan, dan sifat kerasnya dalam jangka waktu yang sangat panjang

Jenis Kaca

Pada hakekatnya, jenis kaca berdasarkan asalnya terbagi menjadi dua, yaitu;

  1. Kaca alami

Kaca alami ditemukan pada awal 75.000 sebelum masehi. Pada masa ini umumnya kaca alami digunakan untuk membuat panah, pisau, dan barang lainnya. Kaca alami berasal dari obsidian yang terbentuk saat gunung berapi melelehkan batuan seperti granit yang setelah dingin berubah menjadi kaca

  1. Kaca buatan

Kaca buatan atau sintesis, yaitu kaca yang dihasilkan dari peleburan tembaga atau kaca tembikat. Kaca sintesis dibuat dengan pasir silika yang dikombinasikan dengan oksida logam seperti kapur dan soda. Umumnya bahan kaca sintesis yang juga sudah tekenal sejak dulu masih digunakan untuk membuat benda-benda yang ada saat ini.

Contoh Benda Terbuat Dari Kaca

Cukup banyak macam benda yang terbuat dari kaca, misalnya;

  1. Permen keras

Permen keras yang terbuat dari gula, namun setelah padat teksturnya seperti kaca. Secara umum orang-orang menyebut kaca sebagai produk yang terbuat dari molekul kimia yaitu silika (SiO2). Biasanya silika ditemukan dalam bentuk pasir, akan tetapi di alam juga ditemukan dalam bentuk lain yaitu kristal yang disebut sebagai kuarsa.

Silika yang murni mampu menghasilkan kaca dengan kualitas yang bagus. Akan tetapi dalam prosesnya membutuhkan waktu lebih lama karena silika murni sulit untuk meleleh dan memerlukan suhu yang sangat tinggi sekitar 1723 celcius.

Lelehan silika murni pun memiliki bentuk yang lebih kental sehingga cukup sulit untuk diolah. Sementara gelas yang biasanya kita pakai berasal dari bahan silika yang mudah meleleh sehingga lebih mudah pula untuk dibentuk.

  1. Gelas

Gelas adalah salah satu jenis benda yang terbuat dari kaca, benda ini memanglah sangat mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Lantaran berfungsi sebagai wadah minumuman atau benda cair lainnya, bahkan untuk beberapa alat laboratorium kimia seperti gelas ukur sangat memiliki peranan penting.

  1. Piring

Meski pada saat ini beberapa produk piring sebagai benda terbuat dari plastik akan tetapi mayoritas masyarakat lebih menggemari jika piring terbuat dari Kaca. Alasannya masuk akal, dimana dari produk kaca inilah bisa meminimalisir beberapa jenis bahan kimia berbahaya.

Dari penjelasan yang dikemukakan, penting diketahui bahwa untuk komposisi pembentuk kaca, pembuatannya melibatkan tida jenis bahan yaitu pembentuk, penurun titik leleh atau pencair, dan stabilisator. Pembentuk kaca merupakan komponen utama pada struktur kaca, biasanya digunakan silika murni yang memiliki titik lebur sangat tinggi sehingga sulit untuk dilelehkan.

Walaupun silika murni sangat sulit dilelehkan, akan tetapi dapat diberi bahan tambahan yang mengandung fluks agar silika dapat mudah mencair pada suhu yang lebih rendah.

Selain fluks, untuk membuat kaca lebih tahan lama dan lebihi kuat, ditambahkan stabilizer seperti magnesia, kapur, baria, dan lain-lain. Dalam membuat kaca dapat digunakan beberapa teknik, yang paling umum digunakan adalah pembuatan kaca kuno dan modern.

Demikinalah artikel yang bisa kami kemukakan pada segenap pembaca berkaitan dengan sifat kaca, jenis, dan contoh pemanfaatannya. Semoga saja memberikan wawasan bagi kalian semuanya yang sedang membutuhkan literasinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *