Barang Nonmigas
Barang Nonmigas

Contoh Barang Non Migas yang Mudah Ditemukan

Diposting pada

Barang Nonmigas

Selain adanya definisi minyak bumi dan arti gas alam, yang biasanya disebut dengan migas. Pada hakekatnya ada pula sumber daya alam yang tidak termasuk keduanya, atau biasanya disebut dengan nonmigas. Singkatnya barang-barang non migas ini sendiri yaitu barang yang dihasilkan dari kegiatan pertambangan selain dari tambang minyak bumi dan gas alam.

Oleh karena itulah sebagai bagian dari hasil proses alami berupa jenis hidrokarbon yang dalam kondisi tekanan dan temperatur atsmofer berupa fasa gas yang diperoleh dari proses penambangan Minyak dan Gas Bumi. Maka penting bagi artikel ini menguraikan apasaja barang-barang yang bukan termasuk migas, khususnya non migas.

Non Migas

Nonmigas adalah segala sesuatu yang merupakan hasil alam maupun industri tapi bukan termasuk dalam kategori minyak bumi dan gas alam. Kedua istilah tersebut banyak digunakan kaitannya dengan perdagangan ekspor dan impor dalam segi ekonomi.

Yang pasti untuk pemanfaatnya sendiri sangat berbeda, antara satu dengan lainnya.

Contoh Nonmigas

Contoh barang nonmigas, antara lain:

  1. Batubara

Contoh Batubara Nonmigas
Batubara

Batubara adalah batuan sedimen hitam atau hitam kecoklatan yang mudah terbakar, dibentuk sebagai lapisan batuan yang disebut lapisan batubara. Batubara sebagian besar adalah karbon dengan jumlah elemen lain yang bervariasi; terutama hidrogen, belerang, oksigen, dan nitrogen.

Batubara terbentuk ketika materi tanaman mati membusuk menjadi gambut dan diubah menjadi batubara oleh panas dan tekanan penguburan dalam selama jutaan tahun. Deposit besar batubara berasal dari bekas lahan basah (yang disebut hutan batu bara), yang menutupi sebagian besar wilayah daratan tropis Bumi selama akhir zaman Karbon (Pennsylvania) dan Permian.

Batubara terutama digunakan sebagai bahan bakar. Meskipun batu bara telah dikenal dan digunakan selama ribuan tahun, penggunaannya dibatasi sebelum Revolusi Industri. Pada tahun 2016, batu bara tetap menjadi bahan bakar penting karena memasok sekitar seperempat energi primer dunia dan dua perlima listrik. Beberapa pembuatan besi dan baja dan proses industri lainnya membakar batubara.

  1. Timah

Gambar Timah
Timah

Timah adalah logam keperakan yang memiliki ciri khas memiliki corak kuning samar. Timah, seperti halnya indium, cukup lunak untuk dipotong tanpa banyak tenaga. Timah murni setelah mengeras menjaga tampilan seperti cermin mirip dengan kebanyakan logam. Namun, pada sebagian besar paduan timah (seperti timah), logam mengeras dengan warna abu-abu kusam.

Timah adalah unsur paling melimpah ke-49 di Bumi dan memiliki, dengan 10 isotop stabil, jumlah isotop stabil terbesar dalam tabel periodik, berkat jumlah protonnya yang ajaib. Ini memiliki dua alotrop utama: pada suhu kamar, alotrop stabil adalah β-timah, ikatan logam putih keperakan yang mudah dibentuk, tetapi pada suhu rendah, ini berubah menjadi α-timah abu-abu yang kurang padat, yang memiliki struktur kubik berlian.

Pada tahun 2018, hampir setengah dari seluruh produksi timah digunakan untuk solder. Sisanya dibagi antara pelapisan timah, bahan kimia timah, paduan kuningan dan perunggu, dan penggunaan khusus.

  1. Tembaga

Gambar Tembaga
Tembaga

Tembaga adalah logam lunak, mudah dibentuk, dan ulet dengan daya hantar listrik dan panas yang sangat tinggi. Permukaan tembaga murni yang baru terbuka berwarna oranye kemerahan. Tembaga banyak digunakan sebagai konduktor panas dan listrik, bahan bangunan, dan penyusun berbagai paduan logam.

Tembaga yang digunakan di gedung, biasanya untuk atap, teroksidasi menjadi verdigris hijau (atau patina). Tembaga terkadang digunakan dalam seni dekoratif, baik dalam bentuk unsur logamnya maupun dalam senyawanya sebagai pigmen. Senyawa tembaga digunakan sebagai agen bakteriostatik, fungisida, dan pengawet kayu.

  1. Emas

Emas Adalah
Emas

Emas adalah logam yang cerah, agak kuning kemerahan, padat, lunak, mudah dibentuk, dan ulet. Secara kimiawi, emas adalah logam transisi dan unsur golongan 11. Kondisi ini tentusaja menjadi salah satu jenis unsur kimia yang paling tidak reaktif dan padat dalam kondisi standar.

Emas tahan terhadap sebagian besar asam, meskipun larut dalam aqua regia (campuran asam nitrat dan asam klorida), yang membentuk anion tetrakloroaurat yang dapat larut. Emas tidak dapat larut dalam asam nitrat, yang melarutkan perak dan logam dasar, suatu sifat yang telah lama digunakan untuk memurnikan emas dan untuk memastikan keberadaan emas dalam benda logam, sehingga menimbulkan istilah uji asam.

Emas juga larut dalam larutan alkali sianida, yang digunakan dalam pertambangan dan pelapisan listrik. Emas larut dalam merkuri, membentuk paduan amalgam, tetapi ini bukan reaksi kimia. Emas termasuk unsur yang relatif langka, yang banyak digunakan untuk pembuatan koin, perhiasan, dan seni lainnya sepanjang sejarah yang tercatat.

Nah, demikianlah artikel yang bisa kami kemukakan pada segenap pembaca berkenaan dengan contoh barang non migas yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga memberikan pemahaman bagi kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *