Pengertian Merkuri, Bentuk, Manfaat, dan Contohnya

Materi KimiaPengertian Pakar Aji Pangestu

Merkuri merupakan salah satu makna kimia unsur yang terdapat dalam tabel sistem periodik unsur (SPU) dengan simbol bahan kimianya adalah Hg atau hydrargyrum dan dalam bahasa indonesia juga dikenal dengan sebutan raksa. Merkuri termasuk ke dalam golongan logam transisi sehingga unsur ini juga disebut sebagai logam berat.

Merkuri

Mungkin kita sering mendengar istilah merkuri sebagai bahan berbahaya dalam campuran bahan kosmetik. Hal itu karena dulu logam merkuri ini sering dijadikan sebagai campuran dalam kosmetik, namun kini hal tersebut dilarang karena pengaruh dan bahaya dari merkuri terhadap kesehatan manusia maupun terhadap lingkungan.

Selain itu, merkuri ternyata juga memiliki berbagai kegunaan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu kita perlu mempelajari mengenai sifat dan karakteristik logam merkuri ini sehingga dapat menggunakan dengan sebagaimana mestinya tanpa harus menghasilkan dampak negatif.

Pengertian Merkuri

Merkuri adalah satu-satunya logam yang berbentuk cair atau liquid pada suhu kamar, unsur ini juga kadang disebut dengan istilah quicksilver. Merkuri menjadi salah satu unsur dengan kelimpahan yang cukup banyak di bumi meskipun unsur ini sulit ditemukan dalam bentuk bebas atau murni Hg di alam, melainkan kita bisa menemukan merkuri dalam bentuk HgS atau disebut dengan bijih cinnabar yang kemudian dapat dilakukan pengolahan sehingga menghasilkan merkuri murni atau Hg.

Pada umumnya, pengolahan bijih merkuri ini dilakukan dengan pemanasan pada suhu tinggi dan dikontakkan dengan oksigen sehingga akan didapatkan logam merkuri. Selain itu juga dapat disintesis dengan pemanasan menggunakan batu kapur serta belerang untuk membentuk merkuri murni.

Sifat Kimia Logam Merkuri

Sebagai salah satu unsur kimia, merkuri memiliki sifat kimia yang khas dan unik dimana hal itu juga dimiliki oleh setiap unsur kimia yang ada di dunia ini. Merkuri memiliki massa atom sebesar 200,59 gram per mol dengan berat jenisnya yaitu 13,5 kali lebih besar daripada berat jenis air.

Merkuri memiliki titik leleh sebesar -38,9C dan titik didih 356,7C yang menjadikannya sebagai satu-satunya logam yang berwujud cair pada suhu kamar atau suhu normal. Dalam suhu kamar, tetesan merkuri atau disebut dengan air raksa terlihat mengkilap dengan warna perak-putih dan memiliki tegangan permukaan yang cukup besar sehingga terlihat cembung atau bulat pada permukaan datar. Logam ini juga memiliki konduktivitas listrik yang baik meskipun konduktivitas panasnya rendah.

Dalam tabel perioduk, merkuri dapat ditemukan dengan nomor atom 80. Secara alami, merkuri memiliki 3 kemungkinan keadaan teroksidasi atau bermuatan listrik yaitu merkuri elemental (Hg) yang tanpa bermuatan listrik, merkuri dengan 1 muatan positif (Hg+) dan merkuri dengan 2 muatan positif (Hg2+).

Kation merkuri tersebut bersifat lebih stabil dan akan berikatan dengan molekul anorganik lainnya membentuk suatu senyawa yang stabil. Namun, hasil senyawa yang terbentuk itu bisa jadi bersifat jauh lebih beracun daripada merkuri murni seperti senyawa dimetilmerkuri (Me2Hg) yang sangat beracun bagi makhluk hidup dan bahkan dapat menyebabkan kematian.

Jenis Merkuri

Pada dasarnya logam merkuri terbagi menjadi 3 macam yang berbeda antara satu dengan lainnya, diantara perbedaan tersebut adalah sebagai berikut;

Merkuri Elemental

Merkuri jenis ini merupakan bentuk merkuri dalam keadaan logam murni (Hg). Merkuri jenis ini banyak digunakan dalam termometer raksa, alat elektronik, batu baterai, dan lain lain. Merkuri elemental ini merupakan bentuk dasar dari merkuri tanpa teroksidasi.

Merkuri Anorganik

Merkuri anorganik adalah bentuk merkuri dalam keadaan teroksidasi sehingga membentuk ion sesuai tingkat oksidasinya.

Merkuri dalam bentuk ion dapat membentuk ion Hg2+ atau Hg+ yang tergantung tingkat oksidasinya. Dalam bentuk ion, merkuri tersebut dapat berikatan dengan unsur lain seperti Cl sehingga membentuk HgCl untuk tingkat oksidasi 1 atau Hg2Cl2 untuk tingkat oksidasi 2.

Merkuri Organik

Merkuri organik merupakan bentuk dari merkuri yang telah berikatan dengan senyawa organik seperti gugus alkil dan membentuk suatu senyawa. Umumnya, merkuri dalam bentuk ini menjadi polutan pada lingkungan karena sifatnya yang beracun.

Manfaat Merkuri

Merkuri telah dimanfaatkan sejak tahun 1982 dimana dua ahli kimia dari Inggris membuat wadah berlapis merkuri yang digunakan dalam pembuatan klorin dimana adanya natrium yang sangat reaktif akan larut dalam merkuri sehingga tidak akan mengganggu jalannya proses pembentukan klorin.

Selain itu, merkuri juga dimanfaatkan sebagai flouresen dalam lampu neon dimana ketika lampu dinyalakan, arus listrik akan melewati uap merkuri sehingga akan menghasilkan radiasi dalam tabung kaca berlapis fosfor. Ketika bahan fosfor mengalami tumbukan elektron dari radiasi yang dipancarkan oleh uap merkuri, maka bahan fosfor sebagai pelapis tabung kaca tersebut akan mengeluarkan cahaya tampak atau sinar.

Sejak 1980-an, merkuri juga sudah dimanfaatkan sebagai material pembuatan baterai. Namun hal ini dibatasi seiring perkembangan jaman karena keberadaan merkuri menyebabkan masalah lingkungan.

Bahaya Merkuri bagi Lingkungan dan Kesehatan

Sebagai salah satu logam berat, merkuri dapat menjadi polutan bagi lingkungan dan berpengaruh bagi kesehatan manusia. Lalu bagaimana bisa kita sebagai manusia dapat terpapar oleh merkuri?

Tanpa disadari, kita mungkin sering terpapar oleh merkuri akibat memakan ikan dan makanan laut lainnya yang telah terkontaminasi oleh merkuri. Hal itu bisa terjadi karena adanya limbah logam berat merkuri yang dibuang ke perairan sehingga menyebabkan ikan dan hewan lain yang hidup dalam perairan tersebut secara otomatis akan terpapar oleh merkuri.

Ketika kita memakan ikan yang telah terpapar oleh merkuri, maka merkuri tersebut juga akan masuk ke dalam tubuh kita. Selain itu, kita juga sering menghirup uap merkuri pada udara yang terkontaminasi.

Merkuri dapat mencemari lingkungan melalui kegiatan industri seperti pembakaran batu bara atau bahkan pembuangan asap pabrik mengandung merkuri yang tidak dilakukan dengan prosedur yang benar. Adanya bakteri yang berada pada dasar danau, sungai, dan laut dapat mengubah merkuri menjadi metilmerkuri yang akan mengkontaminasi ikan atau makhluk yang hidup pada lingkungan tersebut.

Gejala dari keracunan merkuri dapat berupa berkurangnya penglihatan, adanya rasa sakit seperti ditusuk yang mengganggu, masalah dalam berbicara, sistem koordinasi yang terganggu, serta kelemahan pada otot.

Anak-anak dan janin bayi yang belum lahir menjadi objek yang paling rentan terhadap keracunan merkuri karena otak mereka yang sedang berkembang dan sistem sarafnya memiliki tingkat kepekaan yang tinggi terhadap metilmerkuri bahkan dosis rendah sekalipun.

Contoh Aplikasi Merkuri dalam Kehidupan

Adapun untuk beragam contoh bentu merkuri dalam kehidupan manusia, antara lain;

Termometer

Dalam laboratorium kimia, termometer merupakan alat yang sangat umum yang digunakan sebagai pengukur suhu. Termometer memiliki zat cair di dalamnya yang merupakan merkuri (Hg) dalam bentuk cair.

Digunakannya merkuri dalam termometer raksa karena merkuri bersifat peka terhadap perubahan suhu dimana ketika terjadi perubahan suhu, maka merkuri ini akan mengalami ekspansi sehingga akan terjadi kenaikan pada skala suhu yang menunjukkan tingkat suhu tersebut.

Fungisida

Pada bidang pertanian, merkuri juga digunakan sebagai campuran dalam pembuatan fungisida. Hal ini didasarkan pada sifat toksisitas dari merkuri dimana logam ini mampu meracuni organisme hidup sehingga dapat memberantas keberadaan hama dan serangga yang mengganggu pada pertanian.

Namun, penggunaan merkuri sebagai fungisida juga akan memberikan dampak negatif bagi lingkungan yang tercemar logam berat ini.

Fenil Merkuri Asetat

Fenil merkuri asetat merupakan senyawa yang banyak digunakan pada industri kertas atau pulp dimana senyawa ini digunakan untuk mencegah terbentuknya kapor dalam pembentukan kertas selama prose penyimpanan. Namun, hal ini juga memiliki kelemahan dimana ketika kertas tersebut digunakan sebagai pembungkus makanan, maka penggunaan merkuri pada proses pembuatannya menjadi berbahaya.

Bidang Kosmetik

Pada bidang kosmetik, sejak zaman dahulu merkuri banyak digunakan sebagai material yang mampu memutihkan kulit dengan instan. Namun, kini penggunaan merkuri sebagai bahan kosmetik telah dilarang karena efeknya dalam penggunaan jangka panjang pada kesehatan pengguna.

Oleh karena itu saat ini kita jarang menemukan produk kosmetik yang berbahan dasar merkuri.

Demikian artikel tentang pengertian merkuri, sifiat kimianya, jenis dan bentuknya, manfaatnya, bahayanya serta contoh penggunaannya. Merkuri memiliki banyak manfaat, namun dibalik itu merkuri juga memiliki dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan jika digunakan tidak sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, dengan mengetahui kelebihan dan kelemahan dari bahan ini maka kita sebaiknya lebih bijak dalam penggunaan merkuri.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply

Most popular articles related to Pengertian Merkuri, Bentuk, Manfaat, dan Contohnya
Shares