Kegunaan Alkana
Kegunaan Alkana

Kegunaan Alkana dalam Kehidupan Sehari Hari

Diposting pada
Rate this post

Kegunaan Alkana

Alkana bisa dikatakan sebagai rangkaian jenis hidrokarbon homolog yang senantisa memiliki arti sifat kimia yang mirip satu sama lain dan memiliki kecenderungan sifat fisik. Dalam hal ini misalnya saja penggunaan alkana sering difungsikan dalam bertambahnya panjang rantai serta penggunaan titik didihnya yang meningkat.

Atas dasar inilah setidaknya kegunaan alkana sering ditemukan dalam bidang kosmetik, industri perminyakan, pelaurut jenis zat kimia, dan lain sebagainya.

Alkana

Alkana adalah bagian daripada hidrokarbon jenuhyang didalamnya terdapat kecenderungan dengan atom karbonnya bergabung satu sama lain melalui ikatan tunggal. Hal ini tentusaja membuat alkana relatif tidak reaktif, terlepas dari reaksinya dengan sifat oksigen di udara, sehingga kerap dikenal dengan pembakaran.

Disisi lain, alkana juga menunjukkan isomerisme. Artinya atom-atomnya dapat disusun secara berbeda untuk membuat senyawa yang sedikit berbeda dengan sifat yang berbeda pula. Misalnya saja dalam hal ini isomer butana adalah metilpropana.

Kegunaan Alkana

Alkuna memiliki beragam kegunaan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya yaitu;

  1. Alkana digunakan untuk menghasilkan karbon hitam (black carbon) melalui retakan termal (thermal cracking) , Dalam hal ini karbon hitam diproduksi dengan memanaskan metana hingga 1000 ° C tanpa adanya udara. Karbon hitam digunakan dalam pembuatan ban mobil, lukisan hitam, poles, dan tinta cetak.
  2. Alkana digunakan untuk memperoleh gas air (water gas) , Gas air merupakan campuran hidrogen dan karbon monoksida yang digunakan sebagai reduktor atau sebagai bahan bakar yang mudah terbakar, Gas hidrogen yang terbentuk dari reaksi ini digunakan pada beberapa industri seperti pada pembuatan gas ammonia.
  3. Metana digunakan sebagai bahan bakar, Metana digunakan sebagai bahan bakar di rumah karena terbakar di udara menghasilkan CO2, H2O dan panas. Reaksinya adalah reaksi eksotermik, sehingga metana digunakan sebagai bahan bakar. Alkana juga digunakan untuk menyiapkan sejumlah besar senyawa penting sebagai alkil halida, alkohol, dan aldehida.
  4. Difunsikan sebagai Pelarut, dalam penggunaan ini terlihat ketika arti hidrokarbon, seperti Petroleum eter dan nafta yang didalamnya mengandung alkana dipergunakan sebagai pelarut dalam pencucian kering
  5. Dimanfaatkan sebagai sumber hidrogen , Alkana juga difusngikan sebagai gas alam dan gas petroleum yang didalamnya terdapat sumber hidrogen dalam pengelolaan industri amonia dan pupuk.

Adapun disisi lain, untuk penggunaan derivasi halogenasi alkana, diantaranya yaitu sebagai berikut:

  1. Kloroform CHCl3 digunakan sebagai bahan anestasi

Meskipun kini dihentikan penggunaannya, penggunaan kloroform CHCl3 telah lama digunakan sebagai bahan anestesi tetapi penggunaannya dihentikan karena estimasi dosis yang tidak akurat untuk setiap pasien menyebabkan kematian.

Bahkan sebagai gantinya, halotan (halothane) sekarang digunakan sebagai bahan anestesi yang lebih aman, dengan formula CHBrCl – CF3, 2 -bromo-2-chloro-1,1,1 triflouro etana, Senyawa 1,1,1 trichloro etana digunakan dalam dry cleaning.

  1. Freon digunakan untuk beragam keperluan

Freon digunakan pada lemari es, juga sebagai bahan untuk mempercepat menjadi cairan dan parfum, serta digunakan sebagai pembersih set elektronik. Freon dianggap sebagai turunan halogenasi dari alkana yang terdiri dari (C, F, Cl) sebagai CF4 tetraflouro metana tetapi yang terkenal adalah dichloro diflouro methane CF2Cl2, Jadi freon mengandung (C, F, Cl).

Freon digunakan dalam jumlah banyak karena harganya yang murah, mudah dicairkan, tidak berbau, tidak beracun, tidak mudah terbakar dan tidak korosif untuk logam. Namun Freon menyebabkan kerusakan lapisan ozon yang melindungi bumi dari efek berbahaya sinar ultraviolet, Jadi, sudah ada kesepakatan internasional untuk mencegah penggunaan freon mulai tahun 2020.

Kesimpulan

Dari penjelasan tentang fungsi alkana yang telah disebutkan, dapatlah dikatakan bahwa alkana merupakan rantai hidrokarbon sederhana tanpa gugus fungsi. Sehingga pada tahapan untuk menuliskan rumus untuk alkuna, alkana, dan alkena sederhana semudah menentukan berapa banyak karbon yang ada di dalam rumus dan kemudian memasukkan angka tersebut ke rumus umum untuk hidrokarbon tersebut.

Karena alkana tidak memiliki bagian nyata untuk diidentifikasi, tidak seperti semua molekul organik lainnya, tidak perlu memberi nomor pada karbon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *