Contoh Pemuaian dan Penyusutan
Contoh Pemuaian dan Penyusutan

Contoh Pemuaian dan Penyusutan dalam Keseharian

Diposting pada

Contoh Pemuaian dan Penyusutan

Pemuaian dan penyusutan menjadi dua peristiwa yang sering terjadi pada berbagai jenis zat kimia dan bahan kimia yang ada di kehidupan sehari-hari. Benda-benda yang mengalami pemuaian bisa jadi juga mengalami penyusutan. Baik pemuaian atau penyusutan ini pada hakekatnya senantiasa dipengaruhi oleh perubahan suhu lingkungan sekitar.

Oleh karena itulah pemuaian dan penyusutan bukanlah kondisi yang akan selalu tetap. Tetapi keduanya hanya bersifat sementara karena dipengaruhi oleh perubahan suhu. Umumnya perubahan suhu dari rendah ke tinggi menyebabkan terjadinya pemuaian. Sedangkan perubahan suhu dari tinggi ke rendah akan menyebabkan terjadinya penyusutan.

Pemuaian dan Penyusutan

Pemuaian dan penyusutan akan senantiasa terjadi pada bahan-bahan yang mengalami perubahan panjang, luas, atau volumenya. Semantara itu ada tiga macam bahan yang dapat mengalami peristiwa pemuaian dan penyusutan, yaitu bahan cair, bahan padat, dan bahan gas

Suhu selalu berubah-ubah setiap harinya, maka pemuaian dan penyusutan selalu terjadi secara bergantian. Pemuaian menyebabkan bertambahnya panjang, luas, atau volume.

Pemuaian

Contoh Pemuaian
Pemuaian

Pemuaian adalah serangkaian bentuk peristiwa bertambahnya ukuran benda karena adanya pengaruh dari perubahan suhu atau menerima panas.

Peristiwa pemuaian dibedakan menjadi tiga, diantaranya yaitu :

  1. Pemuaian panjang, ditandai dengan bertambahnya ukuran panjang suatu benda akibat menerima kalor.
  2. Pemuaian luas, adalah peristiwa bertambahnya ukuran luas dari suatu benda karena menerima kalor.
  3. Pemuaian volume, yaitu bertambahnya ukuran benda yang diakibatkan penerimaan kalor.

Penyusutan

Contoh Penyusutan
Penyusutan

Penyusutan adalah proses berkurangnya ukuran benda akibat pengaruh dari perubahan suhu atau menerima suhu dingin sehingga dalam ukuran asalnya memiliki jumlah yang mengurang dari kondisi setelahnya. Peristiwa seperti ini kerap terjadi pada zat padat, cair, dan gas.

Contoh Pemuaian dan Penyusutan

Sedangkan untuk berbagai bahan yang biasa mengalami pemuaian dan penyusutan dalam kehidupan sehari-hari. Antara lain sebagai berikut;

  1. Air

Pemuaian dapat terjadi pada zat cair, peristiwa ini berkaitan erat dengan pemuaian tekanan yang terjadi akibat peningkatan suhu. Namun pada definisi air terdapat pengecualian, ketika suhu meningkat dari 0 derajat menuju 4 derajat. Pada suhu 4 derajat celcius, volume air bukan bertambah melainkan berkurang. Pengecualian ini dinamakan anomali air.

Pada suhu 4 derajat air menempati volume terendah akibat suhu air ada pada massa jenis terbesar. Jadi walaupun suhunya meningkat, namun yang terjadi adalah penyusutan. Namun ketika suhu mulai naik dari 4 dan selanjutnya, air akan mengalami pemuaian.

  1. Alkohol

Pemuaian zat cair berkaitan dengan dimensi volumenya. Masing-masing zat cair memiliki koefisien muai yang berbeda-beda. Pemuaian yang terjadi pada alkohol lebih besar daripada pemuaian gliserin dan air. Alkohol ini sendiri banyak di fungsikan dalam berbagai keperluan kesehatan, penggunaan bahan dasar untuk praktik alat laboratorium kimia, dan lain sebagainya.

  1. Minyak Parafin

Minyak parafin pada hakekatnya berasal dari tanah, minyak ini dalam praktiknya mengalami banyak pemuaian. Dimana bentuk koefisien muai pada minyak parafin lebih besar jika dibandingkan dengan adanya minyak dengan jenis gliserin.

  1. Gliserin

Gliserin adalah zat cair yang berasal dari asam gula alkohol lemak hewan, tumbuhan, atau fraksi minyak bumi. Pemuaian yang terjadi pada gliserin lebih besar daripada pemuaian raksa.

  1. Aseton

Aseton adalah bahan cair yang umumnya digunakan untuk melarutkan kutek. Aseton dapat mengalami pemuaian seperti halnya bahan cair lainnya.

  1. Raksa

Termometer laboratorium pengukur suhu memanfaatkan zat cair yang mudah mengalami pemuaian. Beberapa jenis zat cair tersebut diantaranya raksa dan alkohol. Keduanya dapat mengalami pemuaian ketika suhu sekitar meningkat.

  1. Kaca Jendela

Kaca jendela adalah salah satu bahan yang mengalami pemuaian dan penyusutan. Ukuran yang berubah pada kaca jendela ketika peristiwa tersebut terjadi adalah ukuran luasnya.

Pada kondisi suhu yang dingin kaca jendela akan menyusut, hal ini disebabkan karena koefisien muai kaca lebih besar daripada koefisien muai kayu. Sementara itu pada kondisi suhu panas kaca akan memuai dan bertambah luas sehingga kaca jendela terlihat terpasang rapat pada kusen kayu.

  1. Gelas/Mangkok Kaca

Gelas atau mangkok yang terbuat dari kaca berisiko retak bahkan pecah ketika diisi air panas dengan tiba-tiba. Hal ini terjadi akibat gelas bukan bahan yang mudah menghantarkan panas, sehingga ketika diisi air kalor tidak menyebar dengan cepat. Efeknya adalah gelas bagian dalam akan memuai lebih cepat daripada bagian luarnya.

  1. Baja Jembatan

Konstruksi jembatan biasanya tersusun dari bahan besi atau baja. Bahan-bahan tersebut dapat mengalami pemuaian dan penyusutan. Jika tidak dibuat celah pada bahan jembatan, maka ketika suhu meningkat memungkinkan jembatan melengkung atau bahkan patah. Sehingga celah yang ada pada jembatan penting untuk dibuat.

  1. Mesin Mobil

Mesin pada mobil dan motor akan memuai ketika berjalan dan kondisinya memanas. Akibat dari mesin yang terlalu panas adalah suara mesin terdengar lebih kasar dan bagian yang berputar berhenti (mogok). Ketika terjadi masalah ini dapat diatasi dengan mendinginkan mesin menggunakan cairan pendingin.

  1. Roda Baja

Ban baja memiliki diameter yang lebih kecil dibandingkan pelek roda. Saat instalasi dilakukan, roda baja harus dipanaskan terlebih dahulu. Tujuan dari pemanasan ini agar terjadi pemuaian pada baja sehingga mempermudah instalasi. Saat suhu normal, hasil dari instalasi roda baja akan lebih kuat.

  1. Tutup Botol Logam

Minuman kemasan botol kaca beberapa ditutup menggunakan ikatan logam. Tutup botol ini sulit untuk dibuka, untuk membukanya akan lebih mudah jika dipanaskan lebih dulu. Karena ketika dipanaskan tutup botol akan memuai dan longgar sehingga mudah untuk dibuka.

  1. Plat Logam

Plat logam yang akan disambungkan antara satu sama lain biasanya dilakukan dengan pengelingan. Pengelingan menggunakan palu khusus dan paku keling ketika pemanasan. Paku yang memuai akan membuat kedua plat logam menyatu, sehingga ketika suhu kembali normal kedua plat sudah tersambung dengan erat.

  1. Batang Rel Kereta

Rel kereta tersusun atas batang baja yang sengaja dipasang dengan menyediakan celah. Celah antara batang satu dan batang lainnya berguna ketika suhu lingkungan meningkat, sebab batang rel akan memuai. Contohnya dapat dilihat pada siang hari, rel akan terlihat sangat rapat. Sedangkan ketika suhu mulai menurun, celah akan kembali terlihat.

  1. Bingkai Besi pada Roda Pedati

Bingkai yang ada pada roda pedati dalam keadaan normalnya lebih kecil dibandingkan tempatnya. Ukuran yang lebih kecil tidak memungkinkan untuk dipasang langsung. Dengan demikian besi harus dipanaskan lebih dulu agar memuai dan ukurannya menjadi lebih besar. Setelah besi memuai akan lebih mudah ditempatkan pada bingkai.

  1. Kabel Jaringan Listrik

Kabel yang digunakan pada jaringan listrik panjangnya selalu dilebihkan. Sebab kabel listrik yang berasal dari bahan karet yang melapisi tembaga dapat mengalami peristiwa pemuaian dan penyusutan.

Kabel listrik atau kabel telepon akan nampak mengencang pada pagi hari akibat penurunan suhu. Penurunan suhu ini disebut dengan penyusutan. Sementara itu pada siang hari kabel akan mengendur, peristiwa ini disebut pemuaian akibat perubahan suhu dari dingin ke panas.

  1. Keping Bimetal

Keping bimetal terbuatdari dua buah keping logam yang koefisien muai panjangnya berbeda, akan tetapi dikeling menjadi satu bagian. Kepingan ini sangat peka pada perubahan suhu. pada suhu normal panjang keduanya akan sama, sedangkan jika suhu naik kepingan mulai memuai dan bertambah panjang dan membengkok ke arah logam.

  1. Balon Udara

Balon udara menerapkan prinsip pemuaian gas. Pemuaian ini menyebabkan balon dapat terbang ke udara. Ketika dipanaskan, udara sekitar balon udara akan memuai. Selanjutnya massa jenis udara yang berada pada balon berkurang dan lebih ringan dari udara sekitar. Kondisi ini akan membuat balon mengudara dan dapat mengangkat beban yang dibawa.

  1. Pompa Ban

Ketika memompa ban sepeda, ketika ditarik awalnya akan terasa ringan namun lama kelamaan pompa yang ditekan menjadi semakin berat. Sebab ketika menekan pompa volume gas yang ada pada pompa akan mengecil. Peristiwa ini disebut dengan pemuaian gas saat isotermal atau suhu yang dijaga tetap.

  1. Balon Gas

Balon terbuat dari karet dan biasanya diisi dengan berbagai macam gas. Gas yang ada didalam balon dapat mengalami pemuaian jika suhu terus meningkat. Peningkatan suhu ini akan menyebabkan volume gas bertambah dan bisa juga menyebabkan balon meletus.

Nah, itulah tadi artikel yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca berkenaan dengan berbagai jenis benda yang banyak mengalami pemuaian dan penyusutan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bisa memberi edukasi bagi kalian yang sedang membutuhkannya.

2 thoughts on “Contoh Pemuaian dan Penyusutan dalam Keseharian

  1. Kata guruku jawabannya sangat tepat☺️
    Terimakasih kepada “pakarkimia.com” karena telah membantu mengerjakan tugas kimia ku☺️

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *