pipet tetes

Pengertian Pipet Tetes dan Cara Menggunakannya

Diposting pada

pipet tetes

Pipet tetes menjadi sebuah alat laboratorium yang tak hanya bisa kita temukan di laboratorium. Dalam bidang medis kita bisa menemukannya bersama dengan obat cair, lalu kita juga dapat menemukan pipet tetes pada beberapa produk kosmetik.

Meskipun demikian, dalam penggunaan pipet di laboratorium kita harus memperhatikan beberapa hal sehingga kita dapat menggunakan alat ini secara tepat.

Pipet Tetes

Pipet tetes merupakan sebuah alat kecil yang terbuat dari kaca dan dilengkapi dengan karet. Alat ini berfungsi untuk mengambil zat cair dalam jumlah yang sedikit. Oleh karena itu tak hanya di laboratorium, namun kita juga menggunakan alat ini dalam obat seperti obat tetes mata karena fungsi utamanya yakni untuk mengambil dan meneteskan zat cair dalam jumlah kecil.

Pipet tetes terdiri dari dua bagian utama yakni bagian kaca dan bagain karet. Pada bagian kaca memiliki bentuk silindris dengan ujung bawah runcing dan memiliki lubang kecil sedangkan bagian atas berupa ujung silinder yang terbuka.

Sedangkan karet akan ditempatkan pada bagian ujung silinder. Karet ini akan membantu kita untuk memberi tekanan pada bagian kaca sehingga memungkinkan zat cair untuk masuk dan keluar melalui bagian kaca silinder.

Bagian ujung kaca berbentuk runcing yang memiliki tujuan supaya saat kita meneteskan zat cair maka akan terbentuk tetesan yang sempurna dan tentunya hal tersebut juga memungkinkan kita untuk meneteskan zat cair dalam jumlah yang sedikit.

Di laboratorium terdapat beberapa jenis pipet diantaranya;

  1. Pipet tetes
  2. Pipet volume
  3. Pipet ukur

Dari ketiga jenis pipet tersebut, pipet tetes merupakan pipet yang tidak memiliki skala pengukuran volume sehingga kita tidak dapat mengukur berapa volume yang kita ambil dalam pipet tetes jika dibandingkan dengan pipet volume dan pipet ukur.

Namun demikian, pipet tetes sangat berguna jika kita melakukan pengambilan larutan dalam jumlah sedikit dan tidak membutuhkan pengukuran yang pasti karena penggunaannya yang sangat mudah.

Cara Menggunakan Pipet Tetes

Meskipun terlihat sangat sederhana bahkan mungkin orang awam pun dapat menggunakan alat ini, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan pipet tetes. Terutama untuk kita yang bekerja di laboratorium dengan jenis bahan kimia berbahaya, beberapa hal harus diperhatikan untuk menjaga bahan kimia tersebut serta keamanan juga bagi kita. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan saat menggunakan pipet tetes di laboratorium.

  1. Ketahui jenis zat cair

pipet tetes

Sebelum kita menggunakan pipet tetes untuk mengambil zat cair, pastikan terlebih dahulu bahwa zat cair yang akan diambil tersebut bukanlah jenis zat cair  yang reaktif terhadap bahan gelas atau kaca. Beberapa bahan kimia bersifat reaktif terhadap bahan kaca seperti contohnya yaitu asam fluorida (HF).

Bahan tersebut mampu melarutkan kaca sehingga jika kita gunakan pipet tetes, maka yang akan terjadi adalah pipet akan rusak dan larut dalam larutan. Maka dari itu jika kita menggunakan HF, pastikan bahwa kita menggunakan pipet tetes yang terbuat dari plastik karena bahan plastik tidak bereaksi terhadap HF.

  1. Pastikan pipet tetes telah bersih

Kebersihan alat dalam laboratorium merupakan hal yang sangat penting karena jika kita menggunakan alat yang tidak bersih atau dengan kata lain masih terdapat zat lain yang menempel, maka dikhawatirkan akan terjadi kontaminasi pada bahan kimia yang kita gunakan.

Kontaminasi tersebut akan merusak bahan kimia sehingga pastikan bahwa pipet telah dicuci dan bersih dari kontaminan.

  1. Tekan karet di luar bahan

Untuk menggunakan pipet tetes, pastikan bahwa kita menekan karet saat sebelum mencelupkannya dalam bahan kimia.

Cara ini akan mencegah terjadinya gelembung udara dalam bahan kimia. Banyak pengguna pipet tetes yang tidak memperhatikan hal ini dan tentu itu dapat menjadi sesuatu yang berbahaya saat kita bekerja dengan bahan kimia yang reaktif terhadap udara.

Oleh karena itu dalam menggunakan pipet tetes, selalu tekan bagian karet sebelum bagian ujung berada dalam zat cair.

Demikian artikel tentang pipet tetes dan cara menggunakannya. Beberapa prosedur tersebut merupakan prosedur yang sederhana dan harus tetap diperhatikan jika kita bekerja di laboratorium. Semoga postingan ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Gambar Gravatar
Aji Pangestu Adalah Mahasiswa Jurusan Kimia Yang saat ini Sedang Belajar serta Menyelesaikan Studi Pendidikan di salah Satu Kampus Negari Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *