Bahan Mudah Terbakar
Bahan Mudah Terbakar

Pengertian Bahan Kimia Mudah Terbakar, Ciri, dan Contohnya

Diposting pada

Bahan Mudah Terbakar

Bahan yang bisa dikatakan mudah terbakar adalah bahan yang tersulut atau nyala langsung saat bersentuhan dengan api ataupun melalui tekanan suhu tinggi di udara dan terus menyala atau sedikit menyala saat meninggalkan api. Bahkan seperti ini seperti kayu lapis, papan serat, kayu, benda terbuat dari kertas, dan timah.

Selain bahan-bahan tersebut banyak pula jenis bahan kimia mudah terbakar yang ada di sekitar kita dan bahkan bisa saja kita manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari kita, misalnya bensin.

Bahan Kimia Mudah Terbakar

Pengkategorian bahan kimia yang mudah terbakar pada dasarnya memiliki potensi lebih tinggi untuk terbakar ketika terpapar api tergantung pada titik nyala dan tekanan uapnya. Termasuk berbagai bentuk bahan-bahan kimia di laboratorium juga banyak pula yang termasuk dalam ketagori mudah terbakar. Misalnya aseton, benzene, etanol, dan lain-lain.

Pengertian Bahan Kimia Mudah Terbakar

Bahan kimia yang mudah terbakar adalah jenis zat kimia yang lebih mudah terbakar dibandingkan bahan kimia lainnya, sehingga lebih berbahaya bagi kesehatan. Alasannya karena bahan yang mudah terbakar mencakup barang-barang yang cukup umum ditemukan dalam lingkungan sekitar. Seperti bensin, etanol, metanol, dan aseton.

Tetapi tak menutup kemungkinan berbagai bentuk bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari seperti benda dari kayu dan kertas pun mudah terbakar jika terpapar suhu tinggi.

Alasan kemudahan terbakar adalah dapat menyala sehingga menyebabkan kebakaran atau pembakaran atau bahkan ledakan. Tingkat kesulitan yang diperlukan untuk menyebabkan pembakaran suatu zat dihitung melalui pengujian api.

Pengertian Bahan Kimia Mudah Terbakar Menurut Para Ahli

Adapun definisi bahan kimia mudah terbakar menurut para ahli, antara lain:

  1. University Of Toronto, Bahan yang mudah terbakar adalah gas, cairan, dan padatan yang akan menyala dan terus terbakar di udara jika terkena sumber penyulut. Banyak cairan dan padatan yang mudah terbakar dan mudah terbakar bersifat menguap; yaitu, zat tersebut menguap dengan cepat dan terus menerus mengeluarkan uap. Laju penguapan sangat bervariasi dari satu cairan ke cairan lainnya dan meningkat seiring dengan suhu.
  2. Building Materials in Civil Engineering (2011), Pengertian bahan yang mudah terbakar adalah bahan yang tersulut atau nyala segera saat bersentuhan dengan api atau suhu tinggi di udara dan terus menyala atau sedikit menyala saat meninggalkan api, seperti kayu lapis, papan serat, kayu, kertas, dan timah.

Ciri Bahan Kimia Mudah Terbakar

Karakteristik bahan kimia mudah terbakar bisa dilihat dari titik nyala dan tekanan uapnya. Berikut penjelasannya:

  1. Titik nyala

Titik nyala bahan adalah metrik seberapa mudahnya menyalakan uap material saat menguap ke atmosfer. Titik nyala yang lebih rendah menunjukkan tingkat mudah terbakar yang lebih tinggi. Bahan dengan titik nyala di bawah 100 ° F (38 ° C) diatur oleh Occupational Safety and Health Administration (OSHA) sebagai potensi bahaya di tempat kerja.

  1. Tekanan uap

Tekanan uap cairan, yang bervariasi dengan suhunya, adalah ukuran seberapa banyak uap cairan cenderung terkonsentrasi di atmosfer sekitarnya saat cairan menguap. Tekanan uap adalah penentu utama titik nyala, dengan tekanan uap yang lebih tinggi mengarah ke titik nyala yang lebih rendah dan kemudahbakaran yang lebih tinggi.

Dari uraian tentang ciri bahan kimia yang mudah terbakar itulah berbagai protokol pengujian tersedia untuk mengukur tingkat kemudahan terbakar. Dimana peringkat yang dicapai digunakan dalam peraturan bangunan, persyaratan asuransi, peraturan kebakaran dan peraturan lain yang mengatur penggunaan bahan bangunan serta penyimpanan dan penanganan zat yang sangat mudah terbakar di dalam dan di luar struktur dan dalam transportasi darat dan udara.

Misalnya, mengubah hunian dengan mengubah tingkat kemudahbakaran isinya mengharuskan pemilik bangunan untuk mengajukan izin bangunan guna memastikan bahwa keseluruhan dasar desain proteksi kebakaran fasilitas tersebut dapat mempertimbangkan perubahan tersebut.

Contoh Bahan Kimia Mudah Terbakar

Adapun untuk contoh bahan kimia yang dikategorikan mudah terbakar. Antara lain;

  1. Asetaldehida

Asetaldehida adalah salah satu bahan kimia yang bisanya dipergunakan dalam alat laboratorium kimia. Dimana benda ini memiliki titik nyala pada suhu -38° C (-36° F). Asam asetat dengan titik nyala pada suhu 39° C (102° F). Aseton dengan titik nyala pada suhu -18 ° C (-1° F). Benzene -11° C (12° F). Karbon disulfida dengan titik nyala pada suhu -30° C (-22° F). Formaldehida dengan titik nyala pada suhu 50 ° C (122° F). Dan heptana dengan titik nyala pada suhu -4° C (25° F).

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa bahan yang mudah terbakar adalah bahan yang menyala dengan sedikit usaha dan bahan yang mudah terbakar segera terbakar saat terpapar api.

Dimana untuk tingkat kemudahbakaran atau sifat mudah terbakar di udara sangat bergantung pada volatilitas bahan, ini terkait dengan tekanan uap spesifik komposisinya, yang bergantung pada suhu. Kuantitas uap yang dihasilkan dapat ditingkatkan dengan meningkatkan luas permukaan material yang membentuk kabut atau debu.

Misalnya kayu. Debu kayu yang terbelah halus dapat mengalami pembakaran yang eksplosif dan menghasilkan gelombang ledakan. Selembar kertas (terbuat dari kayu) mudah terbakar. Meja kayu ek yang berat jauh lebih sulit untuk dinyalakan, meskipun serat kayunya sama di ketiga bahan tersebut.

Itulah saja artikel yang bisa kami kemukakan pada segenap pembaca berkenaan dengan pengertian bahan kimia yang mudah terbakar menurut para ahli, ciri, dan contohnya. Semoga saja melalui konten kali ini bisa memberikan wawasan serta edukasi mendalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *