Perbedaan Reaksi Eksoterm dan Endoterm
Perbedaan Reaksi Eksoterm dan Endoterm

Perbedaan Reaksi Eksoterm dan Endoterm

Diposting pada
Rate this post

Perbedaan Reaksi Eksoterm dan Endoterm

Reaksi endoterm dan reaksi eksoterm pada dasaranya termasuk menjadi bagian daripada termokimia, khususnya pada pembahasan terkait dengan panas yang dihasilkan. Tetapi yang pasti, untuk istilah ‘endo‘ dan ‘exo‘ memiliki akar bahasa Yunani, yang masing-masing berarti ‘di dalam’ dan ‘di luar’.

Sehingga dalam sejarahnya istilah endoterm tersebut diciptakan oleh kimiawan Prancis Marcellin Berthlot pada tahun 1827 sampai dengan 1907. Seperti namanya, perbedaan utama antara reaksi endoterm dan eksotermiks adalah bahwa reaksi endoterm menyerap panas dari lingkungan sedangkan untuk contoh reaksi eksotermik melibatkan pelepasan panas.

Reaksi Endoterm dan Eksoterm

Sebagai pembahasan yang lebih memahamkan. Berikut ini merupakan definisi arti kedua istilahnya.

  1. Reaksi eksoterm

Reaksi eksoterm adalah serangkaian ciri reaksi kimia yang terjadi ketika suhu suatu sistem meningkat karena evolusi panas. Dimana untuk panas ini dilepaskan ke lingkungan, menghasilkan kuantitas negatif keseluruhan untuk panas reaksi (qrxn<0).

  1. Reaksi Endoterm

Reaksi endoterm adalah suatu arti reaksi kimia yang senantisa terjadi jikalau sebuah benda mampu untuk menyerap panas atau kalor dari proses lingkungan yang dihasilkan melalui serangkaian perobaaan. Sehingga untuk energi di serap dari lingkungan tersebut haruslah dilakukan dengan reaksi.

Perbedaan Endoterm dan Eksoterm

Sedangkan untuk perbedaan ciri-ciri yang terjadi antara reaksi endoterm dan eksoterm, antara lain

Perbedaan Endoterm Eksoterm
Reaksi Endoterm merupakan reaksi dimana sistem menyerap energi dari sekitarnya dalam bentuk panas Eksoterm merupakan reaksi yang melepaskan energi dari sistem dalam bentuk panas
Hasil Energi diserap dari lingkungan Energi dilepaskan dari sistem ke lingkungannya
Bentuk Energi dalam bentuk panas Energi dilepaskan sebagai panas, energi listrik, cahaya atau suara
Ciri Entropi lingkungan sekitar berkurang (ΔS <0) Entropi sekitarnya meningkat (ΔS> 0)
Perubahan Perubahan entalpi (ΔH) bernilai positif Perubahan entalpi (ΔH) bernilai negatif

Contoh Reaksi Eksoterm dan Endoterm

Adapun untuk berbagai contoh yang menggambaran reaksi eksoterm dan endoterm yang mudah ditemukan, misalnya saja;

Reaksi Eksoterm dalam Kehidupan Sehari-Hari

Yakni;

  1. Proses penyalaan yang terjadi pada lilin sehingga mengeluarkan api
  2. Adanya bentuk besi yang sudah berkarat
  3. Tahapan dalam pembakar gula dalam bidang farmasi untuk menghasilkan makanan yang layak untuk dikonsumsi.
  4. Terjadinya pembakaran pada gas propana
  5. Adanya proses pembuatan es batu
  6. Proses pembentukan salju di awan
  7. Adanya tahapan kondensasi hujan yang berasal dari uap air
  8. Proses terjadinya kembang api menyala pada saat tahun baru
  9. Adanya percobaan dalam pencampurkan air dengan kristal garam
  10. Adanya proses dalam pembakaran bensin dalam ruang bakar kendaraan
Reaksi Endoterm dalam Kehidupan Sehari-Hari

Antara lain;

  1. Adanya pemuaian dan penyusutan pada es batu
  2. Terjadinya penguapan air
  3. Adanya kegiatan dalam memanggang roti
  4. Proses memasak telur di dapur
  5. Terjadinya erubahan embun beku menjadi uap air
  6. Adanya kegiatan dalam memproduksi gula dengan fotosintesis
  7. Adanya kegiatan dalam mencampurkan air dengan amonium nitrat
  8. Terjadi fenomana terkait melelehkan garam batu
  9. Proses hilangnya angin dalam balon
  10. Adanya pencaiaran pada salju pada saat musim panas
Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa dalam reaksi eksotermik dan endotermik menyebabkan perbedaan tingkat energi dan oleh karena itu perbedaan entalpi (ΔH), yang merupakan jumlah dari semua energi potensial dan energi kinetik (ΔH) ditentukan oleh sistem, bukan lingkungan sekitarnya dalam suatu reaksi.

Disisi lain, untuk suatu sistem yang melepaskan panas ke lingkungan, suatu reaksi eksotermik, memiliki H negatif menurut ketentuan, karena entalpi produk lebih rendah daripada entalpi reaktan sistem.

C(s)+O2(g)→CO2(g)             (ΔH = –393.5 kJ)

H2(g)+1/2O2(g)→H2O(l)      (ΔH = –285.8 kJ)

Dimana entalpi reaksi di atas kurang dari nol, dan oleh karena itu merupakan reaksi eksoterm. Sistem reaktan yang menyerap panas dari lingkungan dalam reaksi endotermik memiliki ΔH positif, karena entalpi produk lebih tinggi daripada entalpi reaktan sistem, seperti pada persamaan berikut.

N2(g)+O2(g)→2NO(g)          (ΔH = +180.5 kJ > 0)

C(s)+2S(s)→CS2(l)                (ΔH = +92.0 kJ > 0)

Alasannya karena entalpi reaksi ini lebih besar dari nol, maka reaksi tersebut adalah reaksi endoterm. Adapaun untuk contoh reaksi endoterm misalnya es yang mencair, penguapan, pemasakan, molekul gas, dan fotosintesis. Sedangkan contoh reaksi eksoterm misalnya besi berkarat, pengendapan, ikatan kimia, ledakan, dan fisi nuklir.

Itulah tadi artikel yang bisa kami berikan pada semua pembaca berkenaan dengan beragam perbedaan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm beserta dengan contohnya. Semoga saja mampu memberikan wawasan bagi kalian semuanya yang sedang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *