Reaksi Eksoterm
Reaksi Eksoterm

Contoh Reaksi Eksoterm dalam Kehidupan Sehari-hari

Diposting pada
Rate this post

Reaksi Eksoterm

Salah satu ciri reaksi kimia yang melepaskan energi dalam bentuk panas, cahaya, atau suara dinamakan dengan reaksi eksoterm.

Dimana untuk serangkaian proses reaksi eksoterm terjadi ketika suhu meningkatkan sehingga berkebalikan dengan reaksi endoterm. Adapun untuk contoh reaksi eksoterm yang bisa dijumpai dalam penerapan kimia yaitu kompres panas, pembentukan es batu, korek api.

Eksoterm

Reaksi eksoterm adalah arti reaksi kimia atau senyawa yang terjadi atau dibentuk dengan evolusi panas. Sehingga dalam hal ini terjadi proses-proses yang mengeluarkan panas yang mana panas tersebut kemudian ditransfer ke lingkungan sekitar.

Contoh Reaksi Eksoterm

Adapun untuk contoh reaksi eksoterm yang mudah ditemukan. Misalnya saja;

  1. Kompres Panas

Kita menggunakan kompres panas ketika musim dingin atau ketika kita merasa kesakitan, misalnya nyeri di kaki atau sakit kepala.

Kompres panas memiliki dua kantong di dalamnya. Kantong bagian dalam berisi air sedangkan kantong bagian luar mempunyai garam ionik seperti kalsium klorida dan magnesium sulfat. Saat arti garam ionik ini bereaksi dengan air; reaksi eksoterm terjadi dan energi dilepaskan dalam bentuk panas. 

  1. Respirasi Seluler

Respirasi seluler adalah reaksi eksoterm terpenting yang terjadi di setiap sel dan memberikan energi bagi sel kita untuk mempertahankan semua fungsi vital tubuh kita.

Molekul dalam arti gula tubuh kita terurai menjadi karbon dioksida dan molekul air ditambah lagi molekul tersebut melepaskan energi. Energi yang dilepaskan selama pemecahan gula digunakan dalam sintesis ATP yang merupakan molekul pembawa energi sel.

  1. Es Batu

Saat air membeku menjadi es batu, energinya dilepaskan dalam bentuk panas. Ketika molekul air mulai membeku, partikelnya mendekat dan membentuk ikatan baru. Setidaknya dalam proses inilah terjadi sebuah energi yang dilepaskan lebih banyak saat ikatan baru terbentuk daripada energi yang dibutuhkan saat ikatan putus. Jadi, pembentukan es batu merupakan proses eksoterm.

  1. Pembentukan Salju Di Awan

Proses pembentukan salju merupakan reaksi eksoterm. Proses kondensasi membentuk awan dan beberapa awan bahkan memiliki es di dalamnya. Jadi, ketika molekul air saling berdekatan dan membentuk ikatan, energi dilepaskan, dan inilah mengapa udara terasa lebih hangat saat turun salju.

  1. Karat Besi

Karat besi adalah reaksi oksidasi dan redukasi eksoterm. Hal ini bisa saja terjadi ketika bentuk murni besi atau paduan bersentuhan dengan udara (sifat oksigen), maka lama-kelamaan akan berkarat seiring terjadinya pelepasan panas.

  1. Pembakaran Lilin

Pembakaran lilin merupakan reaksi eksoterm. Lilin parafin yang terdiri dari hidrokarbon. Ketika lilin menyala, terjadi kontak dengan oksigen, dan ada putus ikatan dalam jenis hidrokarbon dan karenanya pelepasan energi terjadi. Itulah yang menyebabkan di sekitar lilin yang menyala terasa hangat.

  1. Korek Api

Batang korek api terdiri dari fosfor, belerang, dan makna bahan kimia lainnya. Hal ini bisa saja terjadi ketika batang korek api dinyalakan, yang terjadi adalah reaksi kimia antara fosfor, belerang dan udara sehingga menghasilkan api dan pelepasan panas.

  1. Setting Semen dan Beton

Reaksi kimia yang terjadi antara semen dan air dinamakan dengan hidrasi semen. Hidrasi semen adalah proses eksoterm.

Pencampuran antara panas dan air akan menghasilkan pelepasan panas dalam waktu yang cepat selama beberapa menit. Evolusi panas ini disebabkan oleh jenis zat kimia yang ada dalam di-dan tri-kalsium aluminat dan silikat seperti semen.

Nah, itulah saja artikel yang bisa kami uraikan pada semua kalangan berkenaan dengan contoh reaksi eksoterm yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga memberikan wawasan bagi semua kalangan yang sedang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *