Fungsi Neraca Analitik dalam Laboratorium

Diposting pada

Kegunaan Neraca Analitik

Di laboratorium terdapat bermacam-macam perlatan dengan fungsi masing-masing. Peralatan laboratorium itu sendiri bisa diartikan sebagai mesin, perkakas, perlengkapan, dan alat-alat kerja lain yang senantisa bisa dipergunakan secara khusus untuk keperluan pengujian, kalibrasi, atau produksi dalam skala terbatas. Contohnya saja yang paling umum termasuk gelas beaker, gelas ukur, pengaduk kaca, pipet ukur, pipet tetes serta neraca analitik.

Neraca analitik sebagai alat laboratorium kimia memiliki kegunaan yang sangat penting. Baik itu neraca analitik digital ataupun yang konvensional.

Neraca Analitik

Neraca analitik yang dikenal dengan timbangan analitik adalah instrumen lab yang sangat sensitif yang dirancang untuk mengukur massa secara akurat. Timbangan analitik memiliki bilik penimbangan untuk mencegah sampel yang sangat kecil terpengaruh oleh arus udara.

Bilik tersebut dimaksudkan untuk mendeteksi peningkatan yang sangat halus, sehingga getaran atau hembusan angin sekecil apa pun dapat memengaruhi hasil. Dengan demikian, neraca analitik harus digunakan di ruangan khusus dengan gangguan sesedikit mungkin. Neraca analitik perlu dipantau dengan hati-hati dan sering dikalibrasi. Sebagian besar analitik analitik memiliki kalibrasi motor internal otomatis dan kalibrasi dengan anak timbangan eksternal.

Fungsi Neraca Analitik

Fungsi yang menjadi kegunaan neraca analitik, diantaranya yaitu:

  1. Mengukur massa dengan ketelitian yang sangat tinggi

Neraca analitik memiliki fungsi utama untuk mengukur massa suatu zat yang memiliki tingkat ketelitian sangat hinggi, hingga ukuran milligram. Zat-zat tersebut misalnya bahan obat, reagen kimia atau emas yang membutuhkan tingkat akurasi tinggi.

  1. Mengukur massa zat cair dan zat padat

Neraca analitik bukan hanya berfungsi untuk mengukur massa zat padat tapi juga bisa digunakan untuk mengukur massa zat yang berbentuk cair. Dalam mengukur zat cair, caranya yaitu menempatkan cairan tersebut dalam wadah sehingga tidak meluber dan membasahi neraca.

  1. Menimbang sampel yang tidak stabil

Selain cairan, neraca analitik juga memungkinkan profesional lab untuk melakukan penimbangan dinamis atau sampel yang tidak stabil lainnya seperti hewan kecil atau serangga. Persentase penimbangan memungkinkan formulasi yang lebih cepat, lebih efisien, dan cukup berguna untuk penerapan kimia dan farmasi.

  1. Dipergunakan dalam berbagai jenis industri

Pengukuran presisi yang ditawarkan oleh skala analitik menjadikannya peralatan penting untuk sektor apa pun yang mengandalkan analisis kimia kuantitatif. Neraca analitik tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran dan dapat menampilkan bacaan dalam berbagai unit, sehingga cocok untuk berbagai aplikasi industri.

Industri yang menggunakannya termasuk manufaktur farmasi, makanan, plastik dan kimia, laboratorium jaminan kualitas dan laboratorium kalibrasi, dan lain-lain. Apa pun jenis metode analisis yang kita gunakan, ketepatan dan akurasi timbangan analitik sangat penting untuk menimbang sampel serta reagen untuk persiapan larutan.

Cara Menggunakan Neraca Analitik

Setidaknya perlu untuk diketahui beberapa langkah penting dalam menggunakan neraca analitik, diantaranya;

  1. Langkah pertama adalah menyiapkan timbangan untuk menimbang sampel yang akan kita uji, dengan meratakan dan membidiknya. Periksa apakah gelembung perata di lantai bilik penimbangan berada di tengah, atau sesuaikan sekrup perataan yang terletak di bawahnya. Kemudian, tutup pintu bilik dan tekan sebentar pada bilah kontrol sampai baris nol ditampilkan.
  2. Benda padat dapat ditimbang langsung di atas panci timbangan, dengan membuka pintu bilik dan meletakkan benda tersebut di atas panci. Pembacaan akan ditampilkan setelah kita menutup pintu bilik.
  3. Gunakan wadah yang sesuai untuk menimbang cairan, bubuk, atau bahan granular. Mulailah dengan menempatkan wadah di atas pan dan mengosongkan timbangan. Kemudian, tambahkan sampel dengan hati-hati (baik secara langsung, atau dengan mengeluarkan wadah dan memastikan bilah kontrol tidak tersentuh), tutup pintu dan periksa pembacaan.
  4. Jika ada bahan kimia yang tumpah di timbangan, itu harus dibersihkan secara menyeluruh. Matikan (dengan menaikkan bilah kontrol secara perlahan) setelah kita selesai menggunakan prosedur penimbangan.

Disisi lain yang perlu dipahami bahwa neraca analitik termasuk perangkat sensitif yang mudah terpengaruh oleh arus udara, suhu, dan variabel fisik lainnya, sehingga dalam penggunannya sendiri harus tertutup atau terlindung untuk mengurangi paparan.

Akan tetapi kadangkala, penutup tidak akan dapat melindungi peralatan tersebut sepenuhnya, sehingga;

  1. Kita perlu memastikan neraca analitik ditempatkan di lokasi aman yang tenang, bersih, suhu terkontrol dan bebas draf.
  2. Jika lantai bangunan tidak rata, neraca analitik harus ditempatkan di dekat dinding luar untuk mengurangi masalah ketidaksejajaran.
  3. Neraca analitik harus ditempatkan di atas meja timbang yang kokoh dan rata, dengan gabus atau lapisan karet untuk menyerap getaran.
  4. Untuk akurasi dan keterbacaan yang lebih tinggi, gunakan neraca dengan fitur self-correct atau filter tambahan untuk melawan pengaruh fisik.

Dengan melakukan langkah percobaan diatas kemudian diperoleh pembacaan neraca analitis yang dapat dipengaruhi oleh perubahan dalam sampel serta pengaruh fisik lainnya. Oleh sebab itu, terdapat beberapa hal yang perlu kita perhatikan:

  1. Gunakan wadah bersih dan kering untuk sampel, dan hindari gelas kimia dengan bukaan besar atau lebar. Pilih wadah sekecil mungkin, dan tutupi jika perlu.
  2. Kondisikan sampel / wadah pada suhu yang umum, untuk menghindari masalah dengan pengulangan dan hasil penimbangan.
  3. Penguapan dapat terjadi pada sampel / wadah yang tidak tertutup, atau dapat menyerap air jika ditangani dengan jari telanjang. Pembacaan dapat bertambah atau berkurang secara terus menerus, atau kita mungkin menemukan penyimpangan.
  4. Sampel / wadah yang bermuatan listrik statis (misalnya kaca atau plastik) atau kelembapan yang sangat rendah dapat menyebabkan nilai yang tidak dapat diulangi atau melayang ke satu arah. Lindungi sampel dengan lembaran logam atau wadah logam, tingkatkan kelembapan dan netralisasi listrik statis dengan blower pengion (ionizing blower).
  5. Medan gaya magnet dapat menghasilkan nilai yang stabil tetapi tidak dapat diulang, atau perubahan tampilan berdasarkan posisi sampel. Hindari penggunaan batang pengaduk magnet, tutupi sampel dengan benda non-magnetis.
Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa neraca analitik atau bisanya disebut juga neraca laboratorium ialah jenis neraca yang dirancang untuk keperluan pengukuran massa yang berukuran kecil pada rentang sub-miligram (kisaran antara 0,1mg sampai dengan 0,01mg).

Dimana proses piringan pengukur neraca analitik diletakkan dalam kotak transparan berpintu sehingga tidak berdebu dan angin di dalam ruangan tidak berpengaruh terhadap operasional penimbangan.

Itulah tadi artikel yang bisa diberikan pada semua pembaca berkenaan dengan beragam fungsi neraca analitik dalam laboratorium beserta dengan cara penggunannya. Semoga bisa memberikan wawasan dan juga pengetahuan bagi kalian ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *